Kanker Prostat Menyebar ke Tulang, Joe Biden Jalani Terapi Radiasi Intensif
Rabu, 15 Oktober 2025 - 13:23 WIB
loading...
Joe Biden sedang menjalani terapi radiasi untuk penyembuhan kanker prostat yang dideritanya sejak Mei lalau. Foto/CNN
A
A
A
JAKARTA - Mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden sedang menjalani terapi radiasi sebagai bagian dari perawatan kanker prostat yang dideritanya. Juru bicara Biden mengatakan bahwa mantan Presiden AS berusia 82 tahun, sedang menjalani terapi hormon, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Perawatan radiasi tersebut diperkirakan akan berlangsung selama lima minggu dan menandai titik baru dalam perawatannya, ungkap seorang sumber kepada NBC News.
Joe Biden divonis menderita kanker prostat agresif pada Mei lalu. Presiden Amerika Serikat ke-46 itu awalnya mengeluhkan gangguan pada saluran kencing. Dokter lantas menemukan nodul atau benjolan pada prostatnya dengan hasil diagnosis, Biden menderita kanker prostat yang telah menyebar ke tulang.
Baca Juga : Berjuang Lawan Kanker, Vidi Aldiano Terlihat Makin Kurus saat Kencan dengan Sheila Dara
Kantor Biden mengatakan pada saat itu bahwa "ia didiagnosis menderita kanker prostat, yang ditandai dengan skor Gleason 9 (Kelompok Tingkat 5) dengan metastasis ke tulang".
"Meskipun ini merupakan bentuk penyakit yang lebih agresif, kanker tersebut tampaknya sensitif terhadap hormon, yang memungkinkan penanganan yang efektif," ungkap salah satu tim Biden.
Menurut Cancer Research UK, skor Gleason sembilan berarti penyakitnya diklasifikasikan sebagai "tingkat tinggi" dan sel-sel kanker dapat menyebar dengan cepat.
Seseorang teman dekat Biden mengatakan bahwa saat ini mantan presiden tersebut dalam kondisi baik dan merespons pengobatan. Sumber lain mengatakan bahwa radiasi dimulai "beberapa minggu yang lalu" di Philadelphia.
Biden meninggalkan jabatannya pada bulan Januari sebagai presiden AS tertua yang menjabat dalam sejarah. Masalah kesehatan terus menghantui masa jabatan pertamanya, yang membuatnya mengakhiri pencalonannya untuk pemilihan ulang di akhir kampanye.
Baca Juga : Vidi Aldiano Ungkap Efek Kemoterapi pada Kulit: Gue Kayak Edward Cullen
Selama bertahun-tahun, Biden telah mengadvokasi penelitian kanker. Pada tahun 2022, ia dan istrinya, Jill Biden, meluncurkan kembali inisiatif "cancer moonshot" dengan tujuan memobilisasi upaya penelitian untuk mencegah lebih dari empat juta kematian akibat kanker pada tahun 2047.
Biden kehilangan putra sulungnya, Beau, karena kanker otak pada tahun 2015. Mantan presiden dan wakil presiden tersebut juga telah dirawat dua kali karena kanker kulit, pada tahun 2023 dan 2025.
Dalam beberapa bulan terakhir, Biden seolah menarik diri dari sorotan publik karena kanker prostat yang dideritanya.Seperti dikutip American Cancer Society, kanker prostat adalah kanker kedua paling umum yang menyerang pria, setelah kanker kulit.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan bahwa 13 dari setiap 100 pria akan menderita kanker prostat di beberapa titik dalam hidup mereka. CDC menyatakan bahwa usia merupakan faktor risiko yang paling umum.
Perawatan radiasi tersebut diperkirakan akan berlangsung selama lima minggu dan menandai titik baru dalam perawatannya, ungkap seorang sumber kepada NBC News.
Joe Biden divonis menderita kanker prostat agresif pada Mei lalu. Presiden Amerika Serikat ke-46 itu awalnya mengeluhkan gangguan pada saluran kencing. Dokter lantas menemukan nodul atau benjolan pada prostatnya dengan hasil diagnosis, Biden menderita kanker prostat yang telah menyebar ke tulang.
Baca Juga : Berjuang Lawan Kanker, Vidi Aldiano Terlihat Makin Kurus saat Kencan dengan Sheila Dara
Kantor Biden mengatakan pada saat itu bahwa "ia didiagnosis menderita kanker prostat, yang ditandai dengan skor Gleason 9 (Kelompok Tingkat 5) dengan metastasis ke tulang".
"Meskipun ini merupakan bentuk penyakit yang lebih agresif, kanker tersebut tampaknya sensitif terhadap hormon, yang memungkinkan penanganan yang efektif," ungkap salah satu tim Biden.
Menurut Cancer Research UK, skor Gleason sembilan berarti penyakitnya diklasifikasikan sebagai "tingkat tinggi" dan sel-sel kanker dapat menyebar dengan cepat.
Seseorang teman dekat Biden mengatakan bahwa saat ini mantan presiden tersebut dalam kondisi baik dan merespons pengobatan. Sumber lain mengatakan bahwa radiasi dimulai "beberapa minggu yang lalu" di Philadelphia.
Biden meninggalkan jabatannya pada bulan Januari sebagai presiden AS tertua yang menjabat dalam sejarah. Masalah kesehatan terus menghantui masa jabatan pertamanya, yang membuatnya mengakhiri pencalonannya untuk pemilihan ulang di akhir kampanye.
Baca Juga : Vidi Aldiano Ungkap Efek Kemoterapi pada Kulit: Gue Kayak Edward Cullen
Selama bertahun-tahun, Biden telah mengadvokasi penelitian kanker. Pada tahun 2022, ia dan istrinya, Jill Biden, meluncurkan kembali inisiatif "cancer moonshot" dengan tujuan memobilisasi upaya penelitian untuk mencegah lebih dari empat juta kematian akibat kanker pada tahun 2047.
Biden kehilangan putra sulungnya, Beau, karena kanker otak pada tahun 2015. Mantan presiden dan wakil presiden tersebut juga telah dirawat dua kali karena kanker kulit, pada tahun 2023 dan 2025.
Dalam beberapa bulan terakhir, Biden seolah menarik diri dari sorotan publik karena kanker prostat yang dideritanya.Seperti dikutip American Cancer Society, kanker prostat adalah kanker kedua paling umum yang menyerang pria, setelah kanker kulit.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan bahwa 13 dari setiap 100 pria akan menderita kanker prostat di beberapa titik dalam hidup mereka. CDC menyatakan bahwa usia merupakan faktor risiko yang paling umum.
(wur)
Lihat Juga :