Cuaca Panas Mengancam Kesehatan: dari Migrain hingga Serangan Jantung
Rabu, 15 Oktober 2025 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Serangan migrain mempengaruhi 12 hingga 15% dari populasi umum dan bisa memberi efek melemahkan. Panas juga menambah efek inflamasi sehingga dapat memperpanjang migrain."Migrain bukanlah 'sakit kepala yang buruk,'" kata Dr. Joshua Feinstein, MD, seorang dokter kedokteran darurat di Memorial Hermann."Panas menambah efek inflamasi yang dapat memperpanjang migrain," kata Feinstein.
Serangan jantung
Ketika terpapar panas dengan suhu yang lebih tinggi dari suhu tubuh kita, maka jantung harus bekerja lebih keras dan berdetak lebih cepat. Peningkatan kerja jantung ini bisa menyebabkan serangan jantung dan masalah jantung lainnya.
"Ketika kita terpapar panas dan terutama suhu yang lebih tinggi dari suhu tubuh kita, jantung harus bekerja lebih keras dan berdetak lebih cepat, karena perlu mengedarkan darah ke kulit untuk memungkinkan keringat dan mekanisme lain yang digunakan tubuh untuk melindungi dari panas," kata Leuck.
"Peningkatan pekerjaan dapat menyebabkan serangan jantung dan masalah jantung lainnya pada mereka yang berisiko."
Stroke
Satu studi tahun 2020 menunjukkan bahwa kondisi cuaca, termasuk suhu tinggi, menjadi faktor risiko stroke baru. Para penulis mencatat bahwa mungkin ada periode jeda satu hingga enam hari antara paparan cuaca dan stroke.
Serangan jantung
Ketika terpapar panas dengan suhu yang lebih tinggi dari suhu tubuh kita, maka jantung harus bekerja lebih keras dan berdetak lebih cepat. Peningkatan kerja jantung ini bisa menyebabkan serangan jantung dan masalah jantung lainnya.
"Ketika kita terpapar panas dan terutama suhu yang lebih tinggi dari suhu tubuh kita, jantung harus bekerja lebih keras dan berdetak lebih cepat, karena perlu mengedarkan darah ke kulit untuk memungkinkan keringat dan mekanisme lain yang digunakan tubuh untuk melindungi dari panas," kata Leuck.
"Peningkatan pekerjaan dapat menyebabkan serangan jantung dan masalah jantung lainnya pada mereka yang berisiko."
Stroke
Satu studi tahun 2020 menunjukkan bahwa kondisi cuaca, termasuk suhu tinggi, menjadi faktor risiko stroke baru. Para penulis mencatat bahwa mungkin ada periode jeda satu hingga enam hari antara paparan cuaca dan stroke.
Lihat Juga :