Isu Masjid Dirobohkan Tuai Polemik, Taqy Malik Tegaskan Tak Ada Niat Menyesatkan
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 20:25 WIB
loading...
Taqy Malik. Foto/IG Taqy Malik
A
A
A
JAKARTA - Pendakwah muda Taqy Malik akhirnya angkat bicara terkait kontroversi penggalangan dana untuk sebuah masjid yang ramai diperbincangkan. Belakangan ini muncul tudingan bahwa ia mempromosikan narasi “masjid akan dirobohkan” sebagai alasan menggalang donasi.
Namun Taqy menegaskan bahwa narasi tersebut hanyalah clickbait. Ia mengakui bahwa masjid tidak benar-benar akan dirobohkan.
Menurut penjelasannya, ia sama sekali tidak bermaksud menyesatkan publik atau memanfaatkan kondisi genting masjid untuk menarik simpati semata. Taqy Malik juga tak memungkiri bahwa ada kesalahan saat melakukan dakwah.
Baca Juga : Pulang Umroh, Postingan Paula Verhoeven soal Karma dan Luka Jadi Sorotan
Ia menilai langkahnya terlalu tergesa-gesa sehingga mengakibatkan tindakannya yang ceroboh. Hal itu disampaikan Taqy dalam podcast bersama Arie Untung di akun YouTube Cerita Untungs.
"Tapi kan kadang segala sesuatu yang kita harapkan kadang tidak sesuai apa yang Allah takdirkan kepada kita. Ini jadi pelajaran mahal sih buat saya pribadi untuk memperbaiki segala kesalahan yang lalu dan saya bertanggung jawab dengan apa yang sudah terjadi," ujar Taqy.
Taqy juga menyampaikan permintaan maaf jika cara penyampaian narasi itu memicu respon negatif dari banyak pihak. Ia menegaskan bahwa niatnya adalah agar masyarakat semakin peduli terhadap nasib masjid tersebut, bukan untuk memancing polemik atau menyalahgunakan kepercayaan.
Baca Juga : Ammar Zoni Bantah Jadi Bandar Narkoba di Rutan Salemba: Kebenaran Pasti Terungkap
Ia menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada rencana perobohan masjid seperti yang beberapa orang sangkakan. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa isu tanah tempat masjid berdiri memang pernah menjadi sengketa, namun tidak sampai pada tahap pembongkaran paksa.
Taqy mengaku sempat ada negosiasi dengan pemilik tanah, dan proses agar masjid dapat bertahan masih terus berlanjut. Meski demikian, Taqy meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menangkap unggahan media sosial, terutama yang memuat label “darurat” atau “mendesak”, karena bisa saja itu sekadar strategi konten (clickbait) untuk menarik perhatian.
Sebagai informasi, polemik ini mulai mencuat setelah Taqy Malik mengumumkan penggalangan dana umat senilai miliaran rupiah. Penggalangan dana ini kemudian dikaitkan oleh sebagian publik dengan klaim bahwa masjid dalam bahaya dirobohkan.
Beberapa pihak mengkritik bahwa penyampaian informasi semacam ini patut dipertanyakan dari segi etika dakwah dan transparansi. Taqy pun menghadapi sederet pro dan kontra.
Intinya, Taqy Malik menyatakan bahwa inti dari penggalangan dana tersebut adalah untuk menjaga keberlangsungan masjid, bukan untuk mempromosikan kisah dramatis palsu. Ia berharap publik bisa melihat niatnya secara bijak dan tidak langsung menyimpulkan adanya niat negatif.
Namun Taqy menegaskan bahwa narasi tersebut hanyalah clickbait. Ia mengakui bahwa masjid tidak benar-benar akan dirobohkan.
Menurut penjelasannya, ia sama sekali tidak bermaksud menyesatkan publik atau memanfaatkan kondisi genting masjid untuk menarik simpati semata. Taqy Malik juga tak memungkiri bahwa ada kesalahan saat melakukan dakwah.
Baca Juga : Pulang Umroh, Postingan Paula Verhoeven soal Karma dan Luka Jadi Sorotan
Ia menilai langkahnya terlalu tergesa-gesa sehingga mengakibatkan tindakannya yang ceroboh. Hal itu disampaikan Taqy dalam podcast bersama Arie Untung di akun YouTube Cerita Untungs.
"Tapi kan kadang segala sesuatu yang kita harapkan kadang tidak sesuai apa yang Allah takdirkan kepada kita. Ini jadi pelajaran mahal sih buat saya pribadi untuk memperbaiki segala kesalahan yang lalu dan saya bertanggung jawab dengan apa yang sudah terjadi," ujar Taqy.
Taqy juga menyampaikan permintaan maaf jika cara penyampaian narasi itu memicu respon negatif dari banyak pihak. Ia menegaskan bahwa niatnya adalah agar masyarakat semakin peduli terhadap nasib masjid tersebut, bukan untuk memancing polemik atau menyalahgunakan kepercayaan.
Baca Juga : Ammar Zoni Bantah Jadi Bandar Narkoba di Rutan Salemba: Kebenaran Pasti Terungkap
Ia menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada rencana perobohan masjid seperti yang beberapa orang sangkakan. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa isu tanah tempat masjid berdiri memang pernah menjadi sengketa, namun tidak sampai pada tahap pembongkaran paksa.
Taqy mengaku sempat ada negosiasi dengan pemilik tanah, dan proses agar masjid dapat bertahan masih terus berlanjut. Meski demikian, Taqy meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menangkap unggahan media sosial, terutama yang memuat label “darurat” atau “mendesak”, karena bisa saja itu sekadar strategi konten (clickbait) untuk menarik perhatian.
Sebagai informasi, polemik ini mulai mencuat setelah Taqy Malik mengumumkan penggalangan dana umat senilai miliaran rupiah. Penggalangan dana ini kemudian dikaitkan oleh sebagian publik dengan klaim bahwa masjid dalam bahaya dirobohkan.
Beberapa pihak mengkritik bahwa penyampaian informasi semacam ini patut dipertanyakan dari segi etika dakwah dan transparansi. Taqy pun menghadapi sederet pro dan kontra.
Intinya, Taqy Malik menyatakan bahwa inti dari penggalangan dana tersebut adalah untuk menjaga keberlangsungan masjid, bukan untuk mempromosikan kisah dramatis palsu. Ia berharap publik bisa melihat niatnya secara bijak dan tidak langsung menyimpulkan adanya niat negatif.
(wur)
Lihat Juga :