Dampak Pandemi, 83% Tenaga Kesehatan di Indonesia Alami Burnout Syndrome

Senin, 14 September 2020 - 13:40 WIB
loading...
Dampak Pandemi, 83%...
Petugas medis berjalan dilorong ruang isolasi rumah sakit. Foto/Koran SINDO/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Lebih dari 100 dokter dan ratusan tenaga kesehatan lain meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19 pada saat menjalankan tugas pelayanan kesehatan. Bukan hanya ancaman keselamatan dan perlindungan dari terkena infeksi semata, tenaga medis juga berpotensi terdampak kualitas hidup dan produktivitas pelayanannya.

Tidak terkecuali aspek kesehatan mental mereka yang bisa terganggu. Sebut saja risiko burnout syndrome atau keletihan mental. (Baca: Disebut sebagai LSM, Begini Jawaban Majelis Ulama Indonesia)

Hal ini dibuktikan lewat penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Program Studi Magister Kedokteran Kerja – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hasilnya menunjukkan sebanyak 83% tenaga kesehatan di Indonesia mengalami burnout syndrome derajat sedang dan berat yang secara psikologis sudah berisiko mengganggu kualitas hidup dan produktivitas kerja dalam pelayanan kesehatan.

Ketua Tim Peneliti Dr dr Dewi Soemarko MS SpOK memaparkan bahwa penelitian ini juga menemukan fakta bahwa dokter umum di Indonesia yang menjalankan tugas pelayanan medis di garda terdepan selama masa pandemi Covid-19 memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengalami burnout syndrome.

Tingginya risiko menderita burnout syndrome akibat pajanan stres yang luar biasa berat di fasilitas kesehatan selama pandemi ini dapat mengakibatkan efek jangka panjang terhadap kualitas pelayanan medis.

“Karena para tenaga kesehatan ini bisa merasa depresi, kelelahan ekstrem, bahkan merasa kurang kompeten dalam menjalankan tugas, dan ini tentu berdampak kurang baik bagi upaya kita memerangi Covid-19,” kata dr Dewi, dalam “Media Briefing Virtual - Burnout Syndrome pada Tenaga Media Indonesia di tengah Pandemi Covid-19”.

Temuan lainnya yang juga cukup mengkhawatirkan adalah sekitar 41% tenaga kesehatan mengalami keletihan emosi derajat sedang dan berat, 22% mengalami kehilangan empati derajat sedang dan berat, serta 52% mengalami kurang percaya diri derajat sedang dan berat. (Baca juga: Wabah Corona, Bolehkah Salat Memakai Masker?)

Adapun dokter yang menangani pasien Covid-19, baik dokter umum maupun spesialis, berisiko dua kali lebih besar mengalami keletihan emosi dan kehilangan empati dibandingkan mereka yang tidak menangani pasien Covid-19. Hal ini juga berlaku bagi tenaga bidan. Bidan yang menangani pasien Covid-19 berisiko juga dua kali lebih besar mengalami keletihan emosi dibandingkan mereka yang tidak menangani pasien Covid-19.

Faktanya, hingga kini masih pula terdapat tenaga kesehatan (2%) yang tidak mendapatkan alat pelindung diri (APD) dari fasilitas kesehatannya. Adapun sebanyak 75% fasilitas kesehatan tidak melakukan pemeriksaan swab rutin dan 59% tidak melakukan pemeriksaan rapid test rutin bagi tenaga kesehatannya.

Karena itu, hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa selain aspek proteksi keselamatan dan kesehatan fisik, manajemen rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan pemerintah juga harus mulai memprioritaskan aspek intervensi kesehatan mental seperti pendampingan dan konseling psikologis untuk tenaga kesehatan, terutama yang bertugas selama masa pandemi ini. (Lihat videonya: Peran Ki Gede Sala dalam berdirinya Sejarah Kota Solo)

Aspek lain yang juga harus dilakukan adalah menciptakan suasana aman dan nyaman bagi tenaga kesehatan dalam menjalankan fungsi medis dengan menerapkan prinsip kedokteran okupasi yang komprehensif. (Sri Noviarni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HighEnd Magazine Dorong...
HighEnd Magazine Dorong Perempuan Modern Peduli Mental Wellness Lewat HighTea Eksklusif
Tips Mengatasi Doomscrolling,...
Tips Mengatasi Doomscrolling, Kebiasaan Scroll Berita Buruk yang Rusak Kesehatan Mental
Anak Tantrum karena...
Anak Tantrum karena Sosmed Dibatasi? Ini Tips Mengatasinya
Waduh! Lebih dari 700...
Waduh! Lebih dari 700 Ribu Anak Indonesia Terdeteksi Cemas dan Depresi
Sentuhan Kemanusiaan...
Sentuhan Kemanusiaan di Wilayah Bencana: Fokus pada Kesehatan Mental dan Kebangkitan Usaha Perempuan
Percepat Adaptasi Tenaga...
Percepat Adaptasi Tenaga Medis terhadap Inovasi Kedokteran melalui Simposium Nasional
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Wujudkan Ruang Aman...
Wujudkan Ruang Aman bagi Anak, Ibu-Ibu di Bajawa Dibekali Edukasi Pengasuhan dan Kesehatan
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Rekomendasi
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Berita Terkini
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Kunci Tidur Nyenyak...
Kunci Tidur Nyenyak Bukan Cuma Durasi, Tapi Juga Soal Tempat Tidur yang Pas!
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Misi Evelyne Bongkar...
Misi Evelyne Bongkar Kebenaran Dimulai dalam Undercover Ex Girlfriend di V+Short, Simak Sinopsisnya!
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved