Pembully Timothy Dituding Tak Tulus Minta Maaf, Kenali 5 Ciri Permintaan Maaf Palsu

Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:21 WIB
loading...
Pembully Timothy Dituding...
Kenali perbedaan permintaan maaf yang tulus dan tidak tulus menurut psikologi. Foto/IG @calistaamoree.
A A A
JAKARTA - Salah satu terduga pelaku perundungan (bullying) atas meninggalnya mahasiswa FISIP Universitas Udayana (Unud) Timothy Anugerah akhirnya muncul ke publik dan meminta maaf. Calista Amore Manurung, mahasiswi dari Fakultas Kedokteran Unud membuat video permintaan maaf yang diunggah di Instagramnya.

Dalam video yang viral di media sosial, Calista mengakui bahwa dirinya ada dalam grup chat yang tengah viral di media sosial membahas kematian Timothy. Ia mengakui tindakan nirempati-nya tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apapun.

Baca juga: RS Ngoerah Keluarkan Mahasiswa Unud Pembully Kematian Timothy dari Program Koas

Namun dalam video itu, Calista dianggap tidak tulus dan hanya terpaksa meminta maaf karena desakan dari publik. Bahkan ada yang mengomentari bahwa ketidaktulusan Calista terlihat dari ekspresi wajahnya dalam video.

"saya yg pernah belajar aura, microexpression & body language melihat TIDAK ADA KETULUSAN dalam permintaan maafmu," tulis akun @debyblueberry mengomentari postingan Calista.

Baca juga: Kasus Timothy Anugerah, Kemendiktisaintek Minta Universitas Udayana Tangani secara Transparan

Lalu seperti apa perbedaan permintaan maaf yang tulus dan tidak tulus menurut psikologi, berikut rangkumannya menurut kamus Merriam-Webster yang dilansir dari Psychology Today:

5 Ciri Permintaan Maaf Palsu

1. Permintaan maaf palsu menyalahkan Anda atau orang lain


Permintaan maaf ini sering dimulai dengan klasik "Saya minta maaf jika Anda tersinggung" atau "Saya minta maaf karena Anda kesal." Biasanya orang tersebut juga malah menyalahkan kembali orang yang menjadi tujuannya meminta maaf dan terkesan menyalahkan orang lain.

2. Permintaan maaf palsu yang dipaksakan


Biasanya, permintaan maaf seperti ini misalnya "Baiklah, saya minta maaf" atau "Jika Anda bersikeras, saya minta maaf." Dengan kalimat tersebut tampak bahwa mereka tidak benar-benar menyesal atas tindakannya karena permintaan maaf akan datang hanya setelah orang tersebut terdesak.

3. Permintaan maaf tidak spesifik


Permintaan maaf yang nyata dengan jelas mengidentifikasi apa yang dilakukan orang tersebut salah. Misalnya dengan menjabarkan kesalahan apa yang dilakukan, sehingga tidak ada ruang untuk salah tafsir dan minimal untuk mengulangi kesalahan.


4. Permintaan maaf bersyarat


Ketika seseorang meminta maaf dengan syarat, misalnya "Saya akan meminta maaf jika," orang itu secara teknis belum meminta maaf. Orang itu telah menambahkan kondisi, sesuatu yang lain yang harus dilakukan orang lain untuk mendapatkan permintaan maaf darinya.

5. Permintaan maaf yang tidak selaras dengan gerakan dan ekspresi wajah


Jika orang tersebut tampak tidak serius saat meminta maaf, Anda harus mempertanyakan ketulusan permintaan maaf tersebut. Pada akhirnya, untuk benar-benar meminta maaf, seseorang harus merasakan penyesalan yang tulus.

Orang itu harus benar-benar tahu dan mengakui apa yang dia lakukan salah. Jika tidak, maka sama saja orang tersebut belum meminta maaf.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awkarin Geram, Dibully...
Awkarin Geram, Dibully Fisik oleh Geng Reza Arap
Istri Pandji Pragiwaksono...
Istri Pandji Pragiwaksono Geram Putranya Di-bully: Hadapin Gue Langsung!
Dalami Peran di Qorin...
Dalami Peran di Qorin 2, Fedi Nuril Bayangkan Anaknya Jadi Korban Bully
Komika Soleh Solihun...
Komika Soleh Solihun Ajak Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tak Gampang Termakan Hoaks
Marco dari Blora Tembus...
Marco dari Blora Tembus 3 Publikasi Scopus Tanpa Bayar
Jadi Target Bullying...
Jadi Target Bullying Gara-Gara QR Code! Nonton Microdrama Scan Gue Kalo Berani di VISION+
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
Rekomendasi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Berita Terkini
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Baru Umumkan Pernikahan,...
Baru Umumkan Pernikahan, Nathalie Holscher Langsung Didesak Soal Anak: Responsnya Bikin Warganet Heboh
Regenerasi Kulit Jadi...
Regenerasi Kulit Jadi Tren Baru Perawatan Estetika Modern
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved