Kolaborasi Tenaga Kesehatan Dorong Edukasi Gizi Ibu dan Anak Cegah Stunting
Selasa, 21 Oktober 2025 - 21:04 WIB
loading...
Seminar untuk edukasi pentingnya masa 1.000 HPH diikuti oleh lebih dari 900 peserta secara daring dan 100 peserta secara langsung. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase emas yang sangat krusial bagi anak dalam menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas di masa depan. Gizi yang tidak tercukupi, perawatan yang kurang optimal, serta minimnya stimulasi pada masa 1.000 HPK dapat menyebabkan stunting dan gangguan perkembangan otak.
Stunting kini tidak hanya menjadi tantangan kesehatan, melainkan juga hambatan besar dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul, terutama dalam upaya pemerintah mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Menyadari pentingnya topik ini bagi para bidan, PT Frisian Flag Indonesia bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) DKI Jakarta dan DokterIN menggelar seminar secara hybrid, diikuti oleh lebih dari 900 peserta secara daring dan 100 peserta secara langsung.
Kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan kapasitas para bidan dalam melakukan edukasi gizi kepada ibu hamil dan menyusui, serta meningkatkan kemampuan promotif dan preventif terhadap stunting dan gangguan perkembangan otak anak.
“Bidan memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai pendamping utama bagi ibu dan keluarga dalam setiap fase kehidupan anak. Melalui edukasi gizi yang tepat selama masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan, bidan berperan besar dalam memastikan anak tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. Kolaborasi antara IBI, Frisian Flag Indonesia, dan DokterIN ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kompetensi bidan agar semakin siap menghadapi tantangan stunting di daerah, sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045,” ujar Istirochah, Ketua IBI Provinsi Jawa Tengah saat menyampaikan sambutan pembuka.
Pada talkshow berikutnya, perwakilan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua PD IBI Jawa Tengah akan mengulas tentang optimalisasi peran bidan dalam edukasi nutrisi DHA selama masa 1.000 HPK untuk mendukung tumbuh kembang otak optimal dan pencegahan stunting.
“Bidan berada di garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Dengan pemahaman yang kuat mengenai gizi, para bidan dapat menjadi agen perubahan yang signifikan dalam masyarakat,” ungkap Istirochah, perwakilan IBI Provinsi Jawa Tengah.
Sesi berikutnya menghadirkan Farid Agung Rahmadi, Dokter Spesialis Anak, yang membahas DHA sebagai nutrisi kunci otak anak yang direkomendasikan terutama pada masa 1.000 HPK. Melalui sesi ini, peserta memperoleh wawasan ilmiah dan praktik klinis mengenai peran DHA dalam pembentukan struktur otak, transmisi sinyal saraf, serta perkembangan fungsi kognitif dan penglihatan anak.
“DHA adalah salah satu nutrisi kunci yang berperan penting dalam pembentukan dan fungsi otak anak. Asupan DHA yang cukup sejak masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan akan berdampak besar terhadap perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak di masa mendatang. Oleh karena itu, edukasi gizi yang diberikan oleh para bidan menjadi sangat strategis untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan awal kehidupan terbaiknya,” jelas dr. Farid.
“Sebagai perusahaan yang telah menjadi bagian dari perjalanan keluarga Indonesia selama lebih dari satu abad, Frisian Flag Indonesia memiliki komitmen kuat untuk terus Nourishing Indonesia to Progress. Kami percaya bahwa masa depan bangsa dimulai dari generasi yang sehat dan bergizi baik sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Melalui kegiatan edukasi seperti ini, kami ingin berkontribusi nyata dalam memperkuat peran tenaga kesehatan, khususnya para bidan, agar bersama-sama kita dapat mencetak generasi Emas Berprestasi,” disampaikan Theodora Stephanie, Brand Manager PT Frisian Flag Indonesia.
Selain pemberian ASI eksklusif sebagai sumber gizi terbaik bagi bayi, pemenuhan asupan makro dan mikronutrien di fase pertumbuhan selanjutnya sesuai usia juga berperan besar dalam mendukung fungsi kognitif anak. Pemenuhan nutrisi ibu hamil pun menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan ibu dan anak sejak awal kehidupan.
Stunting kini tidak hanya menjadi tantangan kesehatan, melainkan juga hambatan besar dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul, terutama dalam upaya pemerintah mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Menyadari pentingnya topik ini bagi para bidan, PT Frisian Flag Indonesia bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) DKI Jakarta dan DokterIN menggelar seminar secara hybrid, diikuti oleh lebih dari 900 peserta secara daring dan 100 peserta secara langsung.
Kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan kapasitas para bidan dalam melakukan edukasi gizi kepada ibu hamil dan menyusui, serta meningkatkan kemampuan promotif dan preventif terhadap stunting dan gangguan perkembangan otak anak.
“Bidan memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai pendamping utama bagi ibu dan keluarga dalam setiap fase kehidupan anak. Melalui edukasi gizi yang tepat selama masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan, bidan berperan besar dalam memastikan anak tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. Kolaborasi antara IBI, Frisian Flag Indonesia, dan DokterIN ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kompetensi bidan agar semakin siap menghadapi tantangan stunting di daerah, sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045,” ujar Istirochah, Ketua IBI Provinsi Jawa Tengah saat menyampaikan sambutan pembuka.
Pada talkshow berikutnya, perwakilan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua PD IBI Jawa Tengah akan mengulas tentang optimalisasi peran bidan dalam edukasi nutrisi DHA selama masa 1.000 HPK untuk mendukung tumbuh kembang otak optimal dan pencegahan stunting.
“Bidan berada di garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Dengan pemahaman yang kuat mengenai gizi, para bidan dapat menjadi agen perubahan yang signifikan dalam masyarakat,” ungkap Istirochah, perwakilan IBI Provinsi Jawa Tengah.
Sesi berikutnya menghadirkan Farid Agung Rahmadi, Dokter Spesialis Anak, yang membahas DHA sebagai nutrisi kunci otak anak yang direkomendasikan terutama pada masa 1.000 HPK. Melalui sesi ini, peserta memperoleh wawasan ilmiah dan praktik klinis mengenai peran DHA dalam pembentukan struktur otak, transmisi sinyal saraf, serta perkembangan fungsi kognitif dan penglihatan anak.
“DHA adalah salah satu nutrisi kunci yang berperan penting dalam pembentukan dan fungsi otak anak. Asupan DHA yang cukup sejak masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan akan berdampak besar terhadap perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak di masa mendatang. Oleh karena itu, edukasi gizi yang diberikan oleh para bidan menjadi sangat strategis untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan awal kehidupan terbaiknya,” jelas dr. Farid.
“Sebagai perusahaan yang telah menjadi bagian dari perjalanan keluarga Indonesia selama lebih dari satu abad, Frisian Flag Indonesia memiliki komitmen kuat untuk terus Nourishing Indonesia to Progress. Kami percaya bahwa masa depan bangsa dimulai dari generasi yang sehat dan bergizi baik sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Melalui kegiatan edukasi seperti ini, kami ingin berkontribusi nyata dalam memperkuat peran tenaga kesehatan, khususnya para bidan, agar bersama-sama kita dapat mencetak generasi Emas Berprestasi,” disampaikan Theodora Stephanie, Brand Manager PT Frisian Flag Indonesia.
Selain pemberian ASI eksklusif sebagai sumber gizi terbaik bagi bayi, pemenuhan asupan makro dan mikronutrien di fase pertumbuhan selanjutnya sesuai usia juga berperan besar dalam mendukung fungsi kognitif anak. Pemenuhan nutrisi ibu hamil pun menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan ibu dan anak sejak awal kehidupan.
(nnz)
Lihat Juga :