Raja Charles Cabut Gelar Pangeran Andrew, Harus Tinggalkan Kediaman Mewah Royal Lodge
Jum'at, 31 Oktober 2025 - 11:29 WIB
loading...
Istana Buckingham resmi mencabut gelar kebangsawanan Pangeran Andrew. Foto/Getty Images.
A
A
A
JAKARTA - Istana Buckingham resmi mencabut gelar kebangsawanan Pangeran Andrew dan memerintahkan adik Raja Charles III itu untuk meninggalkan kediamannya di Royal Lodge, Windsor. Keputusan ini diambil setelah berminggu-minggu sorotan tajam terhadap keterkaitannya dengan pelaku pelecehan seksual, Jeffrey Epstein.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kamis malam waktu setempat, Istana Buckingham menyebut bahwa mulai kini ia akan dikenal sebagai Andrew Mountbatten-Windsor. Sebelumnya, Andrew juga telah melepaskan gelar Duke of York pada awal bulan ini usai menghadapi pertanyaan baru terkait kehidupan pribadinya.
Baca juga: Raja Charles III Lebih Dekat ke Pangeran Harry, Disebut Bosan dengan William
Langkah tegas Raja Charles ini muncul setelah publikasi buku memoar mendiang Virginia Giuffre, yang kembali menegaskan tuduhannya bahwa dirinya pernah dipaksa berhubungan seksual dengan Andrew saat masih remaja. Pangeran Andrew telah berulang kali membantah seluruh tuduhan tersebut.
Dalam pernyataan yang sama, Istana menegaskan bahwa Raja Charles telah memulai proses resmi untuk mencabut “gaya, gelar, dan kehormatan” dari Pangeran Andrew. Selain kehilangan gelar, ia juga diwajibkan menyerahkan kontrak sewa Royal Lodge yang telah ditempatinya sejak 2004.
Andrew akan dipindahkan ke tempat tinggal pribadi di kawasan Sandringham Estate, yang pembiayaannya disebut berasal dari dana pribadi Raja Charles.
Baca juga: Kisah Pahit Putri Diana Dinikahi Raja Charles III hanya demi Pewaris Takhta
“Langkah ini dianggap perlu, meski Andrew tetap menyangkal tuduhan terhadap dirinya,” tulis Istana dalam keterangan resminya.
Pihak Istana juga menegaskan dukungan penuh bagi para korban dalam kasus pelecehan atau kekerasan seksual dalam bentuk apa pun.
Dua putri Andrew, yaitu Putri Beatrice dan Putri Eugenie, masih mempertahankan gelar kebangsawanan mereka dan tetap berada dalam urutan pewaris takhta Kerajaan Inggris.
Sementara itu, mantan istrinya, Sarah Ferguson, juga akan meninggalkan Royal Lodge dan mengatur tempat tinggalnya sendiri. Ia kini kembali menggunakan nama aslinya, Ferguson, setelah Andrew menyerahkan gelar Duke of York.
Keputusan pencabutan gelar tersebut dikabarkan telah dikonsultasikan dengan pemerintah Inggris dan mendapatkan dukungan penuh.
Menteri Kebudayaan Inggris, Lisa Nandy, menyebut langkah Raja Charles sebagai “pesan kuat bagi para korban pelecehan seksual”.
“Ini adalah keputusan besar dan berani dari Raja. Saya sepenuhnya mendukung langkah ini,” ujarnya dalam program BBC Question Time.
Langkah ini menjadi puncak dari tekanan panjang terhadap keluarga kerajaan terkait hubungan Andrew dengan Jeffrey Epstein. Skandal tersebut kembali mencuat setelah muncul email tahun 2011 yang menunjukkan bahwa Andrew masih berkomunikasi dengan Epstein, meski sebelumnya mengaku telah memutus hubungan.
Selain itu, muncul pula pertanyaan tentang bagaimana Andrew mampu mempertahankan gaya hidup mewahnya meski tidak lagi menjadi anggota kerajaan aktif. Ia diketahui menandatangani kontrak sewa 75 tahun untuk Royal Lodge pada 2003, dengan pembayaran awal sebesar lebih dari £8 juta (sekitar Rp160 miliar) yang mencakup biaya renovasi dan penghapusan kewajiban sewa tahunan.
Dalam laporan BBC, disebutkan bahwa Andrew juga pernah mengundang Jeffrey Epstein ke Royal Lodge pada tahun 2006, dua bulan setelah surat perintah penangkapan terhadap Epstein diterbitkan di AS.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kamis malam waktu setempat, Istana Buckingham menyebut bahwa mulai kini ia akan dikenal sebagai Andrew Mountbatten-Windsor. Sebelumnya, Andrew juga telah melepaskan gelar Duke of York pada awal bulan ini usai menghadapi pertanyaan baru terkait kehidupan pribadinya.
Baca juga: Raja Charles III Lebih Dekat ke Pangeran Harry, Disebut Bosan dengan William
Langkah tegas Raja Charles ini muncul setelah publikasi buku memoar mendiang Virginia Giuffre, yang kembali menegaskan tuduhannya bahwa dirinya pernah dipaksa berhubungan seksual dengan Andrew saat masih remaja. Pangeran Andrew telah berulang kali membantah seluruh tuduhan tersebut.
Gelar dan Kediaman Dicabut Resmi oleh Raja Charles
Dalam pernyataan yang sama, Istana menegaskan bahwa Raja Charles telah memulai proses resmi untuk mencabut “gaya, gelar, dan kehormatan” dari Pangeran Andrew. Selain kehilangan gelar, ia juga diwajibkan menyerahkan kontrak sewa Royal Lodge yang telah ditempatinya sejak 2004.
Andrew akan dipindahkan ke tempat tinggal pribadi di kawasan Sandringham Estate, yang pembiayaannya disebut berasal dari dana pribadi Raja Charles.
Baca juga: Kisah Pahit Putri Diana Dinikahi Raja Charles III hanya demi Pewaris Takhta
“Langkah ini dianggap perlu, meski Andrew tetap menyangkal tuduhan terhadap dirinya,” tulis Istana dalam keterangan resminya.
Pihak Istana juga menegaskan dukungan penuh bagi para korban dalam kasus pelecehan atau kekerasan seksual dalam bentuk apa pun.
Keluarga Tetap Pertahankan Gelar, Sarah Ferguson Juga Hengkang
Dua putri Andrew, yaitu Putri Beatrice dan Putri Eugenie, masih mempertahankan gelar kebangsawanan mereka dan tetap berada dalam urutan pewaris takhta Kerajaan Inggris.
Sementara itu, mantan istrinya, Sarah Ferguson, juga akan meninggalkan Royal Lodge dan mengatur tempat tinggalnya sendiri. Ia kini kembali menggunakan nama aslinya, Ferguson, setelah Andrew menyerahkan gelar Duke of York.
Dukungan Pemerintah dan Respons Publik
Keputusan pencabutan gelar tersebut dikabarkan telah dikonsultasikan dengan pemerintah Inggris dan mendapatkan dukungan penuh.
Menteri Kebudayaan Inggris, Lisa Nandy, menyebut langkah Raja Charles sebagai “pesan kuat bagi para korban pelecehan seksual”.
“Ini adalah keputusan besar dan berani dari Raja. Saya sepenuhnya mendukung langkah ini,” ujarnya dalam program BBC Question Time.
Skandal Epstein dan Tekanan Publik
Langkah ini menjadi puncak dari tekanan panjang terhadap keluarga kerajaan terkait hubungan Andrew dengan Jeffrey Epstein. Skandal tersebut kembali mencuat setelah muncul email tahun 2011 yang menunjukkan bahwa Andrew masih berkomunikasi dengan Epstein, meski sebelumnya mengaku telah memutus hubungan.
Selain itu, muncul pula pertanyaan tentang bagaimana Andrew mampu mempertahankan gaya hidup mewahnya meski tidak lagi menjadi anggota kerajaan aktif. Ia diketahui menandatangani kontrak sewa 75 tahun untuk Royal Lodge pada 2003, dengan pembayaran awal sebesar lebih dari £8 juta (sekitar Rp160 miliar) yang mencakup biaya renovasi dan penghapusan kewajiban sewa tahunan.
Dalam laporan BBC, disebutkan bahwa Andrew juga pernah mengundang Jeffrey Epstein ke Royal Lodge pada tahun 2006, dua bulan setelah surat perintah penangkapan terhadap Epstein diterbitkan di AS.
(nnz)
Lihat Juga :