Diserang Netizen Jepang Gara-gara Catut Foto Junko Faruto, Nessie Judge Minta Maaf
Jum'at, 07 November 2025 - 08:01 WIB
loading...
Nessie Judge. Foto/IG @nessiejudge
A
A
A
JAKARTA - Youtuber Indonesia yang sering membuat konten horor yakni Nessie Judge tengah menjadi sorotan setelah salah satu videonya menuai reaksi keras dari publik. Bahkan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dari Jepang dan kalangan penggemar K-pop.
Kontroversi ini bermula ketika Nessie mengunggah sebuah video kolaborasi bersama beberapa anggota grup K-pop NCT DREAM, di mana dalam video tersebut terlihat foto Junko Furuta, korban kasus kriminal brutal yang terjadi pada 1988–1989 di Jepang.
Junko Furuta adalah remaja perempuan Jepang yang menjadi korban penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan yang sangat kejam, dan kasusnya dikenal luas sebagai salah satu tragedi kriminal paling mengerikan dalam sejarah Jepang. Karena itu, banyak orang Jepang sangat sensitif terhadap penggunaan nama dan gambar Junko, terutama jika dikaitkan dengan hiburan atau konten non-edukatif.
Baca Juga : Hamish Daud Sepakat Pisah Baik-baik dengan Raisa
Pada video Nessie, foto Junko Furuta tampak digunakan sebagai salah satu properti visual ketika Nessie dan para idol K-pop sedang berbincang mengenai kisah menyeramkan. Hal ini memicu kemarahan banyak netizen yang menganggap penampilan foto tersebut tidak tepat, karena dianggap tidak menghormati korban dan keluarganya.
Protes muncul dari berbagai pihak di antaranya netizen Indonesia yang menilai hal ini memalukan dan mencoreng nama konten kreator di mata internasional. Netizen Jepang juga memprotes karena menganggap tindakan itu tidak sensitif karena menyangkut korban tragedi nyata.
Tak hanya Indonesia dan Jepang, K-popers yang mengetahui kolaborasi itu juga ikut bereaksi karena khawatir reputasi idol kesayangan mereka terseret dalam kontroversi yang tidak seharusnya. Terkini setelah hujatan semakin ramai, Nessie Judge memberikan klarifikasi melalui media sosial.
Baca Juga : Hollywood Sudah Muak dengan Meghan Markle dan Pangeran Harry, Ini Penyebabnya!
Melalui akun X @nessiejudge, Nessie menyampaikan permohonan maaf setelah sebelumnya menyatakan bahwa foto Junko Furuta tidak ditampilkan sebagai dekorasi Halloween atau elemen seram semata. Menurut Nessie, foto itu dimunculkan sebagai penghargaan terhadap kisah tragis Junko, yang memang sering diminta penontonnya dalam segmen pembahasan kasus kriminal atau misteri yang ia bawakan.
Karena kontroversi semakin meluas, Nessie kemudian menghapus video itu dari kanal YouTube-nya. Namun Nessie sempat dinilai "menantang" netizen karena mengatakan video tersebut sedang melalui diedit ulang sebelum dipublikasikan kembali tanpa elemen yang dipermasalahkan.
Nessie akhirnya menyampaikan permohonan maaf di akun X nya. Dia mengakui tindakannya salah dan kurang pertimbangan, meski menjelaskan tidak memiliki maksud lain.
"Halo semuanya. Saya telah mendengarkan dan memahami kekhawatiran Anda terkait video yang diunggah sebelumnya. Apa yang kami anggap sebagai bentuk penghormatan, telah dikoreksi oleh semua orang sebagai tindakan yang kasar dan tidak peka. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kurangnya pertimbangan kami," tulis Nessie.
Kalimat permohonan maaf itu disampaikan dengan dua versi, Bahasa Indonesia dan Bahasq Jepang. Namun permohonan maaf itu dinilai tidak dapat menutupi rasa kecewa dan sakit hati mengingat kisah sadis yang dialami Junko Furuta.
"Permintaan maaf Anda memang sebuah langkah, tetapi rasa sakit yang ditimbulkan pada kenangan Junko Furuta dan keluarganya tak terelakkan," tulis akun X @Sachin_Gandhi7.
Kontroversi ini bermula ketika Nessie mengunggah sebuah video kolaborasi bersama beberapa anggota grup K-pop NCT DREAM, di mana dalam video tersebut terlihat foto Junko Furuta, korban kasus kriminal brutal yang terjadi pada 1988–1989 di Jepang.
Junko Furuta adalah remaja perempuan Jepang yang menjadi korban penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan yang sangat kejam, dan kasusnya dikenal luas sebagai salah satu tragedi kriminal paling mengerikan dalam sejarah Jepang. Karena itu, banyak orang Jepang sangat sensitif terhadap penggunaan nama dan gambar Junko, terutama jika dikaitkan dengan hiburan atau konten non-edukatif.
Baca Juga : Hamish Daud Sepakat Pisah Baik-baik dengan Raisa
Pada video Nessie, foto Junko Furuta tampak digunakan sebagai salah satu properti visual ketika Nessie dan para idol K-pop sedang berbincang mengenai kisah menyeramkan. Hal ini memicu kemarahan banyak netizen yang menganggap penampilan foto tersebut tidak tepat, karena dianggap tidak menghormati korban dan keluarganya.
Protes muncul dari berbagai pihak di antaranya netizen Indonesia yang menilai hal ini memalukan dan mencoreng nama konten kreator di mata internasional. Netizen Jepang juga memprotes karena menganggap tindakan itu tidak sensitif karena menyangkut korban tragedi nyata.
Tak hanya Indonesia dan Jepang, K-popers yang mengetahui kolaborasi itu juga ikut bereaksi karena khawatir reputasi idol kesayangan mereka terseret dalam kontroversi yang tidak seharusnya. Terkini setelah hujatan semakin ramai, Nessie Judge memberikan klarifikasi melalui media sosial.
Baca Juga : Hollywood Sudah Muak dengan Meghan Markle dan Pangeran Harry, Ini Penyebabnya!
Melalui akun X @nessiejudge, Nessie menyampaikan permohonan maaf setelah sebelumnya menyatakan bahwa foto Junko Furuta tidak ditampilkan sebagai dekorasi Halloween atau elemen seram semata. Menurut Nessie, foto itu dimunculkan sebagai penghargaan terhadap kisah tragis Junko, yang memang sering diminta penontonnya dalam segmen pembahasan kasus kriminal atau misteri yang ia bawakan.
Karena kontroversi semakin meluas, Nessie kemudian menghapus video itu dari kanal YouTube-nya. Namun Nessie sempat dinilai "menantang" netizen karena mengatakan video tersebut sedang melalui diedit ulang sebelum dipublikasikan kembali tanpa elemen yang dipermasalahkan.
Nessie akhirnya menyampaikan permohonan maaf di akun X nya. Dia mengakui tindakannya salah dan kurang pertimbangan, meski menjelaskan tidak memiliki maksud lain.
"Halo semuanya. Saya telah mendengarkan dan memahami kekhawatiran Anda terkait video yang diunggah sebelumnya. Apa yang kami anggap sebagai bentuk penghormatan, telah dikoreksi oleh semua orang sebagai tindakan yang kasar dan tidak peka. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kurangnya pertimbangan kami," tulis Nessie.
Kalimat permohonan maaf itu disampaikan dengan dua versi, Bahasa Indonesia dan Bahasq Jepang. Namun permohonan maaf itu dinilai tidak dapat menutupi rasa kecewa dan sakit hati mengingat kisah sadis yang dialami Junko Furuta.
"Permintaan maaf Anda memang sebuah langkah, tetapi rasa sakit yang ditimbulkan pada kenangan Junko Furuta dan keluarganya tak terelakkan," tulis akun X @Sachin_Gandhi7.
(wur)
Lihat Juga :