Tayang di Bioskop, Pesugihan Sate Gagak Tembus 401 Layar
Sabtu, 15 November 2025 - 17:00 WIB
loading...
Fenomena film komedi horor ngawur, Pesugihan Sate Gagak, terus memanas di bioskop nasional. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Fenomena film komedi horor ngawur, "Pesugihan Sate Gagak", terus memanas di bioskop nasional. film yang disutradarai oleh Etienne Caesar dan Dono Pradana ini kembali mencatatkan rekor baru yang fantastis.
Antusiasme penonton sukses mendorong film ini mencatatkan kenaikan jumlah penayangan yang mengesankan, menjadi 401 Layar dan 1481 Show Time: Lonjakan signifikan ini menunjukkan bahwa kisah pesugihan sate gagak yang kocak dan absurd telah berhasil menjangkau lebih banyak penonton di berbagai kota di Indonesia.
Dukungan besar, khususnya dari pulau Kalimantan, menjadi salah satu kunci keberhasilan film ini. Film yang dibintangi trio kocak Ardit Erwandha, Yono Bakrie, dan Benidictus Siregar ini, di mana Yono dan Yoriko, dua talenta asli Kalimantan ini menarik perhatian masyarakat. Bahkan, warga Kalimantan bangga dengan artisnya itu.
Ardit Erwandha (pemeran Anto) juga merupakan komika kebanggaan asal Samarinda, Kalimantan Timur, chemistry dan ikatan daerah dari para pemeran ini telah menciptakan euforia tersendiri.
Berdasarkan laporan di media sosial dan kabar dari komunitas film, bioskop-bioskop di Kalimantan, seperti di Samarinda, Balikpapan, dan Banjarmasin, dilaporkan selalu penuh dan mendapatkan sambutan yang sangat baik sejak hari pertama penayangan.
Aksi Yono Bakrie sebagai Dimas, Ardit sebagai Anto, serta Yoriko Angeline sebagai Andini (kekasih Anto) seakan mendapat dukungan penuh dari "bubuhan" (sebutan akrab untuk kerabat/orang sekampung di Kalimantan).
Para penonton lokal merasa terwakilkan dan bangga melihat talenta daerah mereka sukses besar di layar lebar nasional.
"Pesugihan Sate Gagak" menceritakan perjuangan tiga sahabat yang terdesak utang, sehingga nekat melakukan pesugihan dengan cara menjual sate dari daging gagak kepada makhluk halus. Komedi klenik ini dipuji karena mampu menyajikan teror sekaligus tawa yang meledak-ledak.
Film ini kini semakin viral dan menambah layar. Tunggu apa lagi?
Antusiasme penonton sukses mendorong film ini mencatatkan kenaikan jumlah penayangan yang mengesankan, menjadi 401 Layar dan 1481 Show Time: Lonjakan signifikan ini menunjukkan bahwa kisah pesugihan sate gagak yang kocak dan absurd telah berhasil menjangkau lebih banyak penonton di berbagai kota di Indonesia.
Dukungan besar, khususnya dari pulau Kalimantan, menjadi salah satu kunci keberhasilan film ini. Film yang dibintangi trio kocak Ardit Erwandha, Yono Bakrie, dan Benidictus Siregar ini, di mana Yono dan Yoriko, dua talenta asli Kalimantan ini menarik perhatian masyarakat. Bahkan, warga Kalimantan bangga dengan artisnya itu.
Ardit Erwandha (pemeran Anto) juga merupakan komika kebanggaan asal Samarinda, Kalimantan Timur, chemistry dan ikatan daerah dari para pemeran ini telah menciptakan euforia tersendiri.
Berdasarkan laporan di media sosial dan kabar dari komunitas film, bioskop-bioskop di Kalimantan, seperti di Samarinda, Balikpapan, dan Banjarmasin, dilaporkan selalu penuh dan mendapatkan sambutan yang sangat baik sejak hari pertama penayangan.
Aksi Yono Bakrie sebagai Dimas, Ardit sebagai Anto, serta Yoriko Angeline sebagai Andini (kekasih Anto) seakan mendapat dukungan penuh dari "bubuhan" (sebutan akrab untuk kerabat/orang sekampung di Kalimantan).
Para penonton lokal merasa terwakilkan dan bangga melihat talenta daerah mereka sukses besar di layar lebar nasional.
"Pesugihan Sate Gagak" menceritakan perjuangan tiga sahabat yang terdesak utang, sehingga nekat melakukan pesugihan dengan cara menjual sate dari daging gagak kepada makhluk halus. Komedi klenik ini dipuji karena mampu menyajikan teror sekaligus tawa yang meledak-ledak.
Film ini kini semakin viral dan menambah layar. Tunggu apa lagi?
(dra)
Lihat Juga :