Menyusuri Jejak Nabi Muhammad di Puncak Makkah

Minggu, 16 November 2025 - 13:36 WIB
loading...
Menyusuri Jejak Nabi...
Museum Nabi Muhammad SAW di Makkah. Foto/IMG-Arie Dwi Satrio
A A A
MAKKAH - Di balik gemerlap menara jam (clock tower) Abraj Al-Bait yang menjulang megah di samping Masjidil Haram , Makkah, tersimpan sebuah ruang hening yang memikat jiwa; Museum Nabi Muhammad SAW (International Museum of Prophets Biography) namanya.

Dari luar, menara raksasa itu mungkin terlihat seperti simbol modernitas kota suci. Namun di dalamnya, tersimpan perjalanan lintas waktu yang membuat siapa pun serasa berjalan di antara halaman sirah, menelusuri kehidupan manusia paling mulia dengan jarak yang begitu dekat.

iNews Media Group berkesempatan menyusuri jejak-jejak Nabi Muhammad yang divisualisasikan dalam 4 dimensi di museum tersebut. Hawa sejuk langsung menyelimuti saat berada tepat di depan museum, seolah menenangkan diri.

Baca Juga : Makkah di Musim Dingin: Ketika Angin Sejuk Menyentuh Jantung Para Tamu Allah

Di depan museum, cahaya temaram menyorot kaligrafi emas bertuliskan "Muhammad Rasulullah". Perjalanan ini bukan sekadar wisata religi, tapi momen spritualitas batin yang pelan-pelan membasuh kesadaran.

Museum dimulai dengan lorong interaktif yang menggambarkan awal penciptaan alam. Cahaya biru gelap menari di dinding, memvisualkan galaksi dan planet membawa pengunjung menyadari bahwa kisah Nabi bukan berdiri sendiri, melainkan bagian dari skenario besar Sang Pencipta.

Layar digital besar kemudian menampilkan garis waktu para nabi terdahulu. Ada Adam, Idris, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa—hingga akhirnya Muhammad SAW. Setiap nama ditampilkan dengan narasi lembut, memperlihatkan kesinambungan risalah dan peran Nabi Muhammad sebagai penutup para rasul.

Sebuah getaran halus terasa di dada; seperti diingatkan kembali bahwa perjalanan panjang umat manusia berujung pada sosok penuh kasih sepanjang masa.

Baca Juga : 5 Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi di Korea saat Liburan Musim Dingin

Memasuki ruangan berikutnya, suasana berubah menjadi hangat. Dinding-dindingnya menampilkan maket Makkah tempo dahulu lengkap dengan jalur kafilah, sumur zamzam, hingga rumah Abdul Muthalib.

Ada pula rekaman suara yang menggambarkan hiruk pikuk Pasar Ukaz, tempat para penyair bertemu. Suara unta, pedagang, dan lafal syair menyatu dalam audio tiga dimensi. Sesaat, pengunjung dibawa ke masa di mana agama ini baru akan tumbuh.

Di ruangan paling gelap, hanya satu titik cahaya yang bergerak pelan di langit-langit. Di layar kaca melengkung, visualisasi Gua Hira ditampilkan—batu-batu, sempitnya ruang, dan kesunyian malam.

Sebuah suara lelaki kemudian terdengar berbunyi “Iqra" dengan nada yang bergetar. Di ruangan itu, para pengunjung tertegun tanpa suara. Seolah-olah gambaran itu hidup dan membawa kembali ke masa Nabi Muhammad SAW.

Tak jauh dari sana, museum menampilkan replika pedang, sandal, tongkat, dan bejana yang digunakan pada masa Nabi. Semua dikurasi dengan penjelasan rinci. Ada pula manuskrip Al-Qur’an tua yang ditampilkan di balik kaca tebal. Meski bukan mushaf asli zaman Nabi, tampilannya menimbulkan rasa haru—tulisan tangan para sahabat yang begitu rapi, seakan menanggung amanah besar untuk menjaga firman Allah SAW.

Salah satu titik favorit adalah teater 360 derajat yang memutar perjalanan dakwah Nabi sejak di Makkah hingga hijrah ke Madinah. Visualnya halus, suaranya jernih, dan alur ceritanya menyentuh.

Adegan perjalanan hijrah membuat banyak orang terdiam: padang pasir luas, langkah kaki unta, dan kepercayaan total Abu Bakar kepada Rasulullah.

Tak hanya itu, iNews Media Group juga berkesempatan mengunjungi area pandang tinggi di Menara Jam, puncak tertinggi di Makkah. Di tempat ini, Masjidil Haram terlihat seperti lautan putih, bergerak pelan oleh arus manusia yang tawaf. Kubus Ka’bah yang hitam itu tampak kecil dari ketinggian, tetapi justru terasa semakin agung.

Sensasi yang muncul bercampur-campur: takjub, haru, syukur, dan kesadaran betapa kecilnya diri di tengah sejarah yang begitu besar.

Mengunjungi Museum Nabi Muhammad di Clock Tower bukan hanya tentang melihat artefak atau multimedia canggih. Ia adalah perjalanan menyusuri lapisan-lapisan cinta. Cinta Nabi kepada umatnya, cinta sahabat kepada Rasulnya, dan cinta Allah yang menghadirkan sosok panutan terbaik bagi manusia.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Liburan ke Eropa Makin...
Liburan ke Eropa Makin Terjangkau, Ini Destinasi Favorit dan Tips Hemat untuk Pemula
Masjid Apung Ancol Segera...
Masjid Apung Ancol Segera Hadir, Ikon Wisata Religi Baru di Tengah Laut Jakarta
Akomodasi Baru di Lampung...
Akomodasi Baru di Lampung Bikin Akses ke Destinasi Favorit Kian Mudah
Merasakan Keunikan Budaya...
Merasakan Keunikan Budaya Mongol Tanpa Keluar Negeri
Pesona Bangkok dan Pattaya:...
Pesona Bangkok dan Pattaya: Perjalanan Liburan dengan Beragam Pengalaman
Slow Travel Naik Daun...
Slow Travel Naik Daun di Asia Pasifik, Resor Kian Diminati
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Rekomendasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Berita Terkini
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Makin Ketat, Ini Kriteria yang Dicari Para Juri
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Ruben Onsu Unggah Video...
Ruben Onsu Unggah Video Giorgio Ngopi di Rumah Sarwendah, Captionnya Bikin Heboh
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved