Mahasiswa Desain Produk Prasetiya Mulya Raih Dua Penghargaan di Ajang IIDSA 2025
Senin, 17 November 2025 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Jazlyn menorehkan prestasi di kategori Sustainable Design Solution, sedangkan Aldya di kategori Design with Cultural Awareness. Karya keduanya dinilai berhasil memadukan prinsip keberlanjutan dengan nilai-nilai budaya lokal secara harmonis, menghadirkan desain yang tidak hanya fungsional tetapi juga sarat makna dan berakar pada kearifan budaya Indonesia.
Jazlyn menjelaskan bahwa karyanya berangkat dari keinginan untuk menghadirkan desain yang dapat selaras dengan prinsip keberlanjutan.
“Desain tas dirancang menggunakan sistem Modular Interlock agar kain sisa denim pabrik dengan potongan yang beragam dapat dimanfaatkan secara optimal. Proses pembuatannya juga dapat memberdayakan penduduk sekitar pabrik denim karena tidak membutuhkan peralatan yang rumit. Jadi tidak hanya indah secara visual, tapi bisa berdampak bagi lingkungan dan masyarakat”, ujar Jazlyn.
Sementara itu, Aldya menuturkan bahwa karya yang ia hasilkan merupakan hasil eksplorasi terhadap nilai-nilai budaya yang tumbuh di masyarakat dan bagaimana nilai tersebut bisa diterjemahkan melalui inovasi desain. Adapun yang diangkat oleh Aldya adalah budaya Aceh yang terkandung dalam Tari Ratoeh Jaroe, kemudian dituangkan dalam aksesoris hijab.
“Bagi saya, budaya adalah sumber inspirasi yang tidak pernah habis. Melalui karya ini, saya ingin menampilkan bagaimana desain modern tetap bisa menghargai filosofi dan simbolisme budaya Indonesia, sekaligus relevan dengan gaya hidup masa kini,” ungkap Aldya.
Jazlyn menjelaskan bahwa karyanya berangkat dari keinginan untuk menghadirkan desain yang dapat selaras dengan prinsip keberlanjutan.
“Desain tas dirancang menggunakan sistem Modular Interlock agar kain sisa denim pabrik dengan potongan yang beragam dapat dimanfaatkan secara optimal. Proses pembuatannya juga dapat memberdayakan penduduk sekitar pabrik denim karena tidak membutuhkan peralatan yang rumit. Jadi tidak hanya indah secara visual, tapi bisa berdampak bagi lingkungan dan masyarakat”, ujar Jazlyn.
Sementara itu, Aldya menuturkan bahwa karya yang ia hasilkan merupakan hasil eksplorasi terhadap nilai-nilai budaya yang tumbuh di masyarakat dan bagaimana nilai tersebut bisa diterjemahkan melalui inovasi desain. Adapun yang diangkat oleh Aldya adalah budaya Aceh yang terkandung dalam Tari Ratoeh Jaroe, kemudian dituangkan dalam aksesoris hijab.
“Bagi saya, budaya adalah sumber inspirasi yang tidak pernah habis. Melalui karya ini, saya ingin menampilkan bagaimana desain modern tetap bisa menghargai filosofi dan simbolisme budaya Indonesia, sekaligus relevan dengan gaya hidup masa kini,” ungkap Aldya.
Lihat Juga :