Waspada! Angka Hipertensi pada Anak dan Remaja Meningkat Dua Kali Lipat
Rabu, 19 November 2025 - 07:37 WIB
loading...
Angka hipertensi pada anak dan remaja makin meningkat. Foto/cnn.com
A
A
A
JAKARTA - Tekanan darah tinggi alias hipertensi saat ini bukan lagi menjadi masalah Kesehatan bagi orang dewasa. Sebuah studi baru menemukan bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi pada anak-anak dan remaja meningkat hampir dua kali lipat di seluruh dunia selama dua dekade terakhir.
Pada tahun 2000, sekitar 3% anak-anak menderita tekanan darah tinggi. Pada tahun 2020, angka tersebut telah meningkat menjadi lebih dari 6%, yang memengaruhi sekitar 114 juta anak muda di bawah usia 19 tahun.
Menurut para peneliti, penyebab terbesar masalah itu adalah obesitas anak.Hampir 1 dari 5 anak dengan obesitas kini menderita hipertensi. Mereka berisiko mengalami darah tinggi 8 kali lebih tinggi daripada mereka yang memiliki berat badan sehat.
Baca Juga : Hati-Hati, Stres di Tempat Kerja Terbukti Tingkatkan Risiko Stroke
Para peneliti juga menemukan 9% anak-anak menderita hipertensi terselubung, artinya tekanan darah mereka terlihat normal di ruang praktik dokter, tetapi melonjak di luar ruang praktik dokter.
Dan 8% lainnya menderita prahipertensi, kadar yang lebih tinggi dari normal yang dapat menyebabkan hipertensi penuh di kemudian hari. Temuan ini berasal dari analisis 96 studi besar yang melibatkan lebih dari 443.000 anak di 21 negara.
Menurut salah satu penulis studi, "Peningkatan hampir dua kali lipat ini seharusnya menjadi peringatan bagi para penyedia layanan kesehatan," ungkapnya.
Sekitar 90-95% kasus hipertensi di dunia termasuk jenis hipertensi primer, yaitu kondisi tekanan darah tinggi yang tidak jelas penyebabnya.
Baca Juga : 5 Sumber Protein Nabati Terbaik untuk Vegetarian, Lezat dan Bergizi Tinggi
Adapun sisanya termasuk ke dalam kategori hipertensi sekunder, yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti gangguan fungsi ginjal, pembuluh darah, jantung, atau sistem endokrin.
Sama halnya dengan penyebab tekanan darah tinggi secara umum, hipertensi pada usia muda dan remaja pun termasuk pada dua kategori tersebut. Anak muda dan remaja bisa menderita hipertensi bila memiliki kondisi medis tertentu.
Pada tahun 2000, sekitar 3% anak-anak menderita tekanan darah tinggi. Pada tahun 2020, angka tersebut telah meningkat menjadi lebih dari 6%, yang memengaruhi sekitar 114 juta anak muda di bawah usia 19 tahun.
Menurut para peneliti, penyebab terbesar masalah itu adalah obesitas anak.Hampir 1 dari 5 anak dengan obesitas kini menderita hipertensi. Mereka berisiko mengalami darah tinggi 8 kali lebih tinggi daripada mereka yang memiliki berat badan sehat.
Baca Juga : Hati-Hati, Stres di Tempat Kerja Terbukti Tingkatkan Risiko Stroke
Para peneliti juga menemukan 9% anak-anak menderita hipertensi terselubung, artinya tekanan darah mereka terlihat normal di ruang praktik dokter, tetapi melonjak di luar ruang praktik dokter.
Dan 8% lainnya menderita prahipertensi, kadar yang lebih tinggi dari normal yang dapat menyebabkan hipertensi penuh di kemudian hari. Temuan ini berasal dari analisis 96 studi besar yang melibatkan lebih dari 443.000 anak di 21 negara.
Menurut salah satu penulis studi, "Peningkatan hampir dua kali lipat ini seharusnya menjadi peringatan bagi para penyedia layanan kesehatan," ungkapnya.
Sekitar 90-95% kasus hipertensi di dunia termasuk jenis hipertensi primer, yaitu kondisi tekanan darah tinggi yang tidak jelas penyebabnya.
Baca Juga : 5 Sumber Protein Nabati Terbaik untuk Vegetarian, Lezat dan Bergizi Tinggi
Adapun sisanya termasuk ke dalam kategori hipertensi sekunder, yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti gangguan fungsi ginjal, pembuluh darah, jantung, atau sistem endokrin.
Sama halnya dengan penyebab tekanan darah tinggi secara umum, hipertensi pada usia muda dan remaja pun termasuk pada dua kategori tersebut. Anak muda dan remaja bisa menderita hipertensi bila memiliki kondisi medis tertentu.
(wur)
Lihat Juga :