Aero Sport Fest 2025 Hadirkan Aksi Udara Spektakuler di Tanjung Lesung
Kamis, 20 November 2025 - 23:30 WIB
loading...
Suara tepuk tangan pecah ketika dua pesawat Cessna melintas rendah di langit Bandara Salakanagara siang itu. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Suara tepuk tangan pecah ketika dua pesawat Cessna melintas rendah di langit Bandara Salakanagara siang itu. Tak berselang lama, tujuh paramotor muncul dari arah barat, meliuk-liuk di atas hanggar. Aksi berlanjut dengan atraksi pesawat aeromodelling dan drone yang saling berkejaran sambil melakukan manuver tajam. Membuat sekitar 500 pengunjung pun terpukau.
Inilah suasana Aero Sport Fest 2025, event tahunan Pusat Teritorial TNI Angkatan Udara (Pusterau) yang berkolaborasi dengan Tanjung Lesung. Tahun ini, festival tidak hanya menghadirkan olahraga dirgantara saja. Tapi juga menggandeng komunitas kreatif yang memeriahkan akhir pekan, seperti Basecamp XAuto, Komunitas Campervan Indonesia, hingga pelaku UMKM.
Bukan hanya ajang hiburan
Dengan latar pepohonan hijau dan area resort yang tertata, pengalaman menonton atraksi udara di Tanjung Lesung terasa berbeda. Banyak keluarga memanfaatkan momen ini sebagai liburan singkat: anak-anak berlarian di area festival, sementara para orang tua menikmati suasana pesisir yang tenang sambil sesekali mendongak melihat aksi-aksi di udara.
“Festival ini bukan hanya ajang hiburan. Tapi juga untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap dunia dirgantara, melalui kegiatan edukatif, rekreatif dan produktif,” kata Kepala Pusat Teritorial TNI Angkatan Udara (Kapusterau) Marsma TNI Tjahja Elang Migdiawan, S.T., M.M ditemani para pejabat Pusterau: Wakapusterau, Sespusterau, para Direktur Pusterau di hanggar, Bandara Salakanagara, Sabtu, 15 November 2025.
Ia menambahkan, alasan pihaknya memilih Tanjung Lesung karena kawasan ini mampu menggabungkan kegiatan dirgantara dengan pariwisata dan kegiatan lain. Selain itu, antusiasme masyarakat di sekitar kawasan juga tinggi.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Tanjung Lesung yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik, aman, dan lancar," kata Tjahja Elang Migdiawan.
Meluas ke generasi muda
Tjahja Elang Migdiawan, juga melihat olahraga dirgantara kini semakin diminati generasi muda. Hal ini bisa dilihat kegiatan atraksi dirgantara sudah diisi wajah-wajah anak muda. Ditambah, dirinya sempat berdiskusi dengan manajemen Tanjung Lesung mengenai kemungkinan memasukkan kegiatan aerosport sebagai kegiatan ekstrakurikuler di SMA 2 President (Boarding School), seperti paralayang, paramotor dan lain-lain.
“(Mengapa begitu) Kami ingin kegiatan ini menjadi wadah pembinaan potensi kedirgantaraan yang aman dan menyenangkan," urai Tjahja Elang Migdiawan.
Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan resmi bagi pilot olahraga. Kehadiran Captain Meggy, Direktur PPI Curug, bersama Captain Win Winarso dari DKPPU Kemhub, dinilainya penting untuk mendorong proses pemberian SPL (Sport License) yang lebih sah dan terarah bagi para pilot sport.
Rangkaian aktivitas untuk semua usia
Tak hanya atraksi udara, festival juga menyediakan aktivitas yang ramah keluarga. Ada lomba mewarnai untuk TK, lomba menggambar untuk SD, hingga lomba fotografi untuk umum. Seluruh pemenang diumumkan langsung pada siang itu, membuat suasana festival terasa semakin meriah.
Komunitas campervan juga ikut memeriahkan acara dengan menghadirkan berbagai tipe kendaraan, mulai dari overland, camper van, motor home hingga caravan.
“Ini kombinasi yang menarik, memadukan wisata, dirgantara, dan komunitas,” kata Jaka, Ketua Komunitas Campervan Indonesia.
Komunitas penerbangan terus bertambah
Sementara itu, Poernomo Siswoprasetijo Direktur Utama Tanjung Lesung, mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik Aero Sport Fest 2025. Ia menegaskan bahwa Tanjung Lesung akan terus berperan aktif di dalam dunia kedirgantaraan Indonesia.
Contohnya, pihaknya sudah mempunyai Bandara Khusus Salakanagara dengan runway yang diaspal. Saat ini panjangnya telah mencapai 600 meter dan Tanjung Lesung ada rencana untuk memperpanjangnya lagi, sekitar 200 sampai 400 meter.
"Dan saat ini komunitas Bandara Salakanagara (yang berlatih) terus bertambah, diantaranya Indonesian Flying Club, kemudian Bandung Flying Club, kemudian sekolah-sekolah Flying Club yang lain," urai Poernomo Siswoprasetijo.
Sementara itu, Kunto Wijoyo Direktur Operasional Tanjung Lesung menambahkan, Bandara Salakanagara semakin hidup. Di mana saat ini sudah menjadi rumah bagi beragam aktivitas dirgantara, apakah pesawat tipe Cessna, drone, terbang layang, atau para trike.
"Seminggu sekali pasti ada yang landing di sini dari berbagai pihak," kata Kunto Wijoyo.
Optimis Bandara Salakanagara makin dikenal
Kunto Wijoyo juga mengaku optimis dengan perkembangan Bandara Salakanagara akan menjadi pusat olahraga yang bisa mendapat tempat di hati pecinta dirgantara Indonesia. Menurutnya, fase pertama dari hadirnya Bandara Salakanagara sudah selesai, yakni membangun hanggar, airstrip dan mengenalkan Bandara Salakanagara ini ke para komunitas dirgantara. Saat ini, Bandara Salakanagara sudah memasuki fase selanjutnya, yakni fokusnya bukan hanya Bandara Salakanagara semakin dikenal, tapi benar-benar mengembangkan olahraga-olahraga dirgantara di Bandara Salakanagara.
“Ada kemungkinan tahun depan akan dibangun satu hanggar lagi sebagai bagian dari pengembangan menuju pusat kegiatan dirgantara,” katanya.
Terbuka kerja sama berbagai pihak
Sebagai kawasan wisata berstatus KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), Tanjung Lesung terus membuka diri terhadap kolaborasi. Mulai dari flying school, komunitas dirgantara, penyelenggara event outdoor, hingga kegiatan wisata keluarga.
“Tadi saya sudah berbicara dengan Kapusterau, dan mereka siap mendorong pengembangan kedirgantaraan di Tanjung Lesung. Ini sangat menjanjikan, sekaligus bentuk komitmen kami bahwa kami ingin Tanjung Lesung menjadi tempat yang nyaman bagi siapapun yang ingin berkegiatan (olahraga) di laut, darat, maupun udara,” tutup Kunto Wijoyo.
Inilah suasana Aero Sport Fest 2025, event tahunan Pusat Teritorial TNI Angkatan Udara (Pusterau) yang berkolaborasi dengan Tanjung Lesung. Tahun ini, festival tidak hanya menghadirkan olahraga dirgantara saja. Tapi juga menggandeng komunitas kreatif yang memeriahkan akhir pekan, seperti Basecamp XAuto, Komunitas Campervan Indonesia, hingga pelaku UMKM.
Bukan hanya ajang hiburan
Dengan latar pepohonan hijau dan area resort yang tertata, pengalaman menonton atraksi udara di Tanjung Lesung terasa berbeda. Banyak keluarga memanfaatkan momen ini sebagai liburan singkat: anak-anak berlarian di area festival, sementara para orang tua menikmati suasana pesisir yang tenang sambil sesekali mendongak melihat aksi-aksi di udara.
“Festival ini bukan hanya ajang hiburan. Tapi juga untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap dunia dirgantara, melalui kegiatan edukatif, rekreatif dan produktif,” kata Kepala Pusat Teritorial TNI Angkatan Udara (Kapusterau) Marsma TNI Tjahja Elang Migdiawan, S.T., M.M ditemani para pejabat Pusterau: Wakapusterau, Sespusterau, para Direktur Pusterau di hanggar, Bandara Salakanagara, Sabtu, 15 November 2025.
Ia menambahkan, alasan pihaknya memilih Tanjung Lesung karena kawasan ini mampu menggabungkan kegiatan dirgantara dengan pariwisata dan kegiatan lain. Selain itu, antusiasme masyarakat di sekitar kawasan juga tinggi.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Tanjung Lesung yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik, aman, dan lancar," kata Tjahja Elang Migdiawan.
Meluas ke generasi muda
Tjahja Elang Migdiawan, juga melihat olahraga dirgantara kini semakin diminati generasi muda. Hal ini bisa dilihat kegiatan atraksi dirgantara sudah diisi wajah-wajah anak muda. Ditambah, dirinya sempat berdiskusi dengan manajemen Tanjung Lesung mengenai kemungkinan memasukkan kegiatan aerosport sebagai kegiatan ekstrakurikuler di SMA 2 President (Boarding School), seperti paralayang, paramotor dan lain-lain.
“(Mengapa begitu) Kami ingin kegiatan ini menjadi wadah pembinaan potensi kedirgantaraan yang aman dan menyenangkan," urai Tjahja Elang Migdiawan.
Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan resmi bagi pilot olahraga. Kehadiran Captain Meggy, Direktur PPI Curug, bersama Captain Win Winarso dari DKPPU Kemhub, dinilainya penting untuk mendorong proses pemberian SPL (Sport License) yang lebih sah dan terarah bagi para pilot sport.
Rangkaian aktivitas untuk semua usia
Tak hanya atraksi udara, festival juga menyediakan aktivitas yang ramah keluarga. Ada lomba mewarnai untuk TK, lomba menggambar untuk SD, hingga lomba fotografi untuk umum. Seluruh pemenang diumumkan langsung pada siang itu, membuat suasana festival terasa semakin meriah.
Komunitas campervan juga ikut memeriahkan acara dengan menghadirkan berbagai tipe kendaraan, mulai dari overland, camper van, motor home hingga caravan.
“Ini kombinasi yang menarik, memadukan wisata, dirgantara, dan komunitas,” kata Jaka, Ketua Komunitas Campervan Indonesia.
Komunitas penerbangan terus bertambah
Sementara itu, Poernomo Siswoprasetijo Direktur Utama Tanjung Lesung, mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik Aero Sport Fest 2025. Ia menegaskan bahwa Tanjung Lesung akan terus berperan aktif di dalam dunia kedirgantaraan Indonesia.
Contohnya, pihaknya sudah mempunyai Bandara Khusus Salakanagara dengan runway yang diaspal. Saat ini panjangnya telah mencapai 600 meter dan Tanjung Lesung ada rencana untuk memperpanjangnya lagi, sekitar 200 sampai 400 meter.
"Dan saat ini komunitas Bandara Salakanagara (yang berlatih) terus bertambah, diantaranya Indonesian Flying Club, kemudian Bandung Flying Club, kemudian sekolah-sekolah Flying Club yang lain," urai Poernomo Siswoprasetijo.
Sementara itu, Kunto Wijoyo Direktur Operasional Tanjung Lesung menambahkan, Bandara Salakanagara semakin hidup. Di mana saat ini sudah menjadi rumah bagi beragam aktivitas dirgantara, apakah pesawat tipe Cessna, drone, terbang layang, atau para trike.
"Seminggu sekali pasti ada yang landing di sini dari berbagai pihak," kata Kunto Wijoyo.
Optimis Bandara Salakanagara makin dikenal
Kunto Wijoyo juga mengaku optimis dengan perkembangan Bandara Salakanagara akan menjadi pusat olahraga yang bisa mendapat tempat di hati pecinta dirgantara Indonesia. Menurutnya, fase pertama dari hadirnya Bandara Salakanagara sudah selesai, yakni membangun hanggar, airstrip dan mengenalkan Bandara Salakanagara ini ke para komunitas dirgantara. Saat ini, Bandara Salakanagara sudah memasuki fase selanjutnya, yakni fokusnya bukan hanya Bandara Salakanagara semakin dikenal, tapi benar-benar mengembangkan olahraga-olahraga dirgantara di Bandara Salakanagara.
“Ada kemungkinan tahun depan akan dibangun satu hanggar lagi sebagai bagian dari pengembangan menuju pusat kegiatan dirgantara,” katanya.
Terbuka kerja sama berbagai pihak
Sebagai kawasan wisata berstatus KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), Tanjung Lesung terus membuka diri terhadap kolaborasi. Mulai dari flying school, komunitas dirgantara, penyelenggara event outdoor, hingga kegiatan wisata keluarga.
“Tadi saya sudah berbicara dengan Kapusterau, dan mereka siap mendorong pengembangan kedirgantaraan di Tanjung Lesung. Ini sangat menjanjikan, sekaligus bentuk komitmen kami bahwa kami ingin Tanjung Lesung menjadi tempat yang nyaman bagi siapapun yang ingin berkegiatan (olahraga) di laut, darat, maupun udara,” tutup Kunto Wijoyo.
(dra)
Lihat Juga :