Marco dari Blora Tembus 3 Publikasi Scopus Tanpa Bayar

Sabtu, 22 November 2025 - 12:00 WIB
loading...
Marco dari Blora Tembus...
Marco Antonio Jose Yohanes, mahasiswa S1 Manajemen Universitas Surabaya (UBAYA) asal Kabupaten Blora, kembali mencuri perhatian dunia akademik. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Marco Antonio Jose Yohanes, mahasiswa S1 Manajemen Universitas Surabaya (UBAYA) asal Kabupaten Blora, kembali mencuri perhatian dunia akademik. Berkat dukungan keluarga serta tekad kuat menembus dunia penelitian internasional, Marco kini telah mengoleksi tiga publikasi terindeks Scopus—semuanya tanpa biaya publikasi.

Prestasi terbarunya diumumkan oleh pembimbingnya, Bobby Ardiansyahmiraja, M.MT., melalui Instagram. Marco berhasil menembus jurnal Tourism and Hospitality Research (THR), jurnal bereputasi Scopus Q1 dengan persentil 93% dan CiteScore 9,1 (pembaruan 5 November). Dalam artikel berjudul “The ‘Three Cs’ of Food Influencers: An Examination of Characteristics, Closeness, and Content Attributes in Tourism”, Marco didapuk sebagai first author. Editor utamanya ialah Dr. Viachaslau Filimonau dari University of Surrey, Inggris.

Dalam penjelasannya, Marco menggambarkan fenomena sosial yang menjadi dasar penelitiannya. “Jurnal ini ditulis dari pengamatan fenomena sosial bahwa banyak sekali orang yang bepergian untuk makan-makan. Menariknya, banyak orang semakin tertarik untuk mendasari pilihan destinasi wisata kuliner mereka dari social media influencer.”

Ia mengisahkan bahwa ide tersebut terinspirasi dari kebiasaan orang tuanya yang kerap mengandalkan rekomendasi influencer kuliner di Instagram, TikTok, dan YouTube. Marco juga menilai bahwa potensi kuliner daerah, termasuk sate Blora, perlu diperluas jangkauannya melalui pengaruh kreator digital.

Artikel THR ini melengkapi portofolio publikasinya. Pada akhir 2024, Marco telah menerbitkan penelitian terkait hobinya—sepak bola—di jurnal Managing Sport and Leisure (Scopus Q2), membahas faktor pendorong penggemar Indonesia yang setia pada klub-klub Eropa meski berada jauh dari tanah air. Ia juga memiliki publikasi di jurnal Finance: Theory and Practice (Scopus Q3) yang mengulas tentang tumbuhnya adopsi jasa keuangan digital dan online stockbroker di Indonesia.

Di balik keberhasilannya, peran pembimbingnya, Bobby Ardiansyahmiraja, M.MT., sangat besar. Sang dosen menanamkan etika publikasi yang tegas, terutama di tengah maraknya jurnal predator. Bobby menekankan pentingnya memilih jurnal bereputasi dan menjaga integritas akademik.

Prinsip itu sejalan dengan keyakinan Marco. “Publikasi di Scopus itu tidak pernah mahal. Saya jawab, gratis. Kampus saya pun tidak mengeluarkan sepeser pun untuk publikasi saya,” tegasnya, sembari menekankan bahwa publikasi Scopus tidak harus berbayar. Ia juga menjelaskan bahwa tidak semua jurnal berbayar adalah predator, sebab banyak jurnal bereputasi yang transparan dalam menetapkan Article Processing Charge (APC), meski tiga jurnal yang ia pilih tidak memungut APC sama sekali.

Di usianya yang baru 20 tahun, Marco memiliki ambisi besar. Ia ingin mendalami bidang Leisure Studies & Football Management dan suatu hari menjadi profesor pertama Indonesia di bidang tersebut. “Sampai sekarang masih belum ada profesor di bidang ini sehingga saya sangat tertarik menjadi yang pertama di Indonesia,” tuturnya.

Ia menilai pertumbuhan industri sepak bola Asia—termasuk Indonesia—semakin bergeser ke arah manajemen berbasis sains. Bagi Marco, perjalanannya membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah mana pun, termasuk kota kecil seperti Blora, bisa menembus panggung internasional jika berani bermimpi, konsisten berkarya, dan memegang etika akademik.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komika Soleh Solihun...
Komika Soleh Solihun Ajak Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tak Gampang Termakan Hoaks
Pembully Timothy Dituding...
Pembully Timothy Dituding Tak Tulus Minta Maaf, Kenali 5 Ciri Permintaan Maaf Palsu
Viral Mahasiswa China...
Viral Mahasiswa China Makan Makanan Kucing Demi Hidup Irit, Ini Bahayanya bagi Tubuh
Dijamin Banyak yang...
Dijamin Banyak yang Relate! GTV Tayangkan Cerita Lucu, Manis dan Sedih Jadi Mahasiswa Akhir, Mulai 13 Januari!
Kolaborasi Cetak SDM...
Kolaborasi Cetak SDM Unggul di Bidang Digital Marketing
Sabrina Chairunnisa...
Sabrina Chairunnisa Santai Deddy Corbuzier Disukai Mahasiswi UI saat Antar Azka: Dilarang Nikung
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
Tiyo Ardianto Tolak...
Tiyo Ardianto Tolak Tawaran Bertemu Petinggi Lembaga Berbintang yang akan Berikan Apa pun yang Dia Mau
Rekomendasi
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Berita Terkini
Solusi Cerdas Berlibur:...
Solusi Cerdas Berlibur: Perjalanan Nyaman dengan Layanan Paylater
PRJ 2026 Jadi Ruang...
PRJ 2026 Jadi Ruang Kebersamaan Keluarga di Ibu Kota
Liburan Sekolah, Hotel...
Liburan Sekolah, Hotel Ini Tawarkan Misi Seru Petualangan Staycation Keluarga
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved