Patung Lilin Putri Diana dalam 'Gaun Balas Dendam' Diresmikan di Paris, Keanggunananya Tak Pernah Pudar
Minggu, 23 November 2025 - 08:57 WIB
loading...
Patung Diana dalam balutan gaun balas dendam di Museum Grévin Paris. Foto/People
A
A
A
PARIS - Patung lilin Putri Diana dalam balutan "Gaun Balas Dendam" diresmikan di Paris pada 20 November 2025. Patung tersebut ditempatkan di Museum Grévin. Kecantikan dan keanggunan Putri Diana dalam balutan "Gaun Balas Dendam" terpancar jelas. Gaun hitam ramping ini dikenakan Putri Diana pada malam yang sama ketika calon Raja Charles mengaku di televisi nasional bahwa ia telah berselingkuh.
Dikutip dari People, patung lilin tersebut dilengkapi dengan perhiasan mutiara, tas tangan hitam, stoking, dan sepatu hak tinggi, persis seperti yang dikenakan Diana untuk acara amal di Galeri Serpentine London pada Juni 1994.
![Patung Lilin Putri Diana dalam 'Gaun Balas Dendam' Diresmikan di Paris, Keanggunananya Tak Pernah Pudar]()
Patung lilin Putri Diana di Museum Grévin. Foto/People
Yang menarik lagi, patung tersebut menampilkan tatapan penuh arti dari balik bahu dengan senyum lembut, sebuah gerakan yang dilakukan Diana pada momen mengharukan. Saat dimana Pangeran Charles saat itu mengumumkan bahwa dirinya berselingkuh.
Baca Juga : Momen Manis Pangeran William dan Kate Middleton Reuni dengan Paddington di Karpet Merah
Museum Grévin mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa patung tersebut diresmikan pada 20 November bertepatan dengan peringatan 30 tahun penayangan wawancara Panorama Putri Diana.
Pada November 1995, saat berpisah dari Pangeran Charles saat itu, Diana berterus terang kepada Martin Bashir dari BBC dalam sebuah wawancara yang direkam di Istana Kensington, tentang perjuangannya di keluarga kerajaan dan apa yang ia bayangkan akan terjadi di masa depan.
![Patung Lilin Putri Diana dalam 'Gaun Balas Dendam' Diresmikan di Paris, Keanggunananya Tak Pernah Pudar]()
Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery London pada 29 Juni 1994. Foto/People
Sebuah kalimat yang menarik perhatian dalam percakapan itu adalah pernyataannya, "Yah, kami bertiga dalam pernikahan ini, jadi agak ramai." Pernyataan ini merujuk pada perselingkuhan Pangeran Charles dengan Camilla Parker Bowles yang bertepatan dengan pernikahannya sendiri dengan pewaris takhta tersebut.
Baca Juga : Beda Usia 11 Tahun, Kevin Julio Akui Hubungan dengan Imelda Therinne Kian Serius
Pada tahun 2021, penyelidikan resmi menetapkan bahwa Bashir menggunakan "metode curang" untuk mengamankan wawancara Panorama yang kini kontroversial dengan Diana, yang dikecam oleh putra-putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry, serta saudara laki-lakinya, Charles Spencer.
Waktu pengungkapan ini juga bertepatan dengan perilisan buku baru, Dianarama karya Andy Webb, yang diterbitkan di Inggris pada 20 November dan akan dirilis di AS pada 25 November.
Putri Diana dan Pangeran Charles resmi bercerai pada Agustus 1996 dan hidupnya berakhir setahun kemudian.
Pada Agustus 1997, Diana meninggal dunia di usia 36 tahun setelah kecelakaan mobil di terowongan Pont de l'Alma, Paris. Namun, warisan kasih sayang, kedermawanan, dan gayanya yang modis terus bergema hingga kini.
Museum Grévin menyatakan bahwa pembuatan patung lilin Diana dilakukan dengan cermat. Dress dibuat secara identik, ekspresi unik Putri Diana juga dibuat semirip mungkin.
Patung tersebut dipahat oleh Laurent Mallamaci dan diproduksi oleh bengkel kreatif Grévin. Patung tersebut kini akan berdiri di bawah kubah museum di sebuah ruang yang didedikasikan untuk mode, bergabung dengan patung-patung karya Beyoncé, Marie Antoinette, dan Jean Paul Gaultier.
Berita tentang patung tersebut sudah menggemparkan Paris bahkan sebelum peresmiannya."Patung itu mengingatkan saya pada malam di terowongan itu, meskipun saya masih kecil saat itu," ujar Julien Martin, 38, kepada media tersebut. Paris tidak pernah sepenuhnya melupakan Putri Diana.
Dikutip dari People, patung lilin tersebut dilengkapi dengan perhiasan mutiara, tas tangan hitam, stoking, dan sepatu hak tinggi, persis seperti yang dikenakan Diana untuk acara amal di Galeri Serpentine London pada Juni 1994.

Patung lilin Putri Diana di Museum Grévin. Foto/People
Yang menarik lagi, patung tersebut menampilkan tatapan penuh arti dari balik bahu dengan senyum lembut, sebuah gerakan yang dilakukan Diana pada momen mengharukan. Saat dimana Pangeran Charles saat itu mengumumkan bahwa dirinya berselingkuh.
Baca Juga : Momen Manis Pangeran William dan Kate Middleton Reuni dengan Paddington di Karpet Merah
Museum Grévin mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa patung tersebut diresmikan pada 20 November bertepatan dengan peringatan 30 tahun penayangan wawancara Panorama Putri Diana.
Pada November 1995, saat berpisah dari Pangeran Charles saat itu, Diana berterus terang kepada Martin Bashir dari BBC dalam sebuah wawancara yang direkam di Istana Kensington, tentang perjuangannya di keluarga kerajaan dan apa yang ia bayangkan akan terjadi di masa depan.

Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery London pada 29 Juni 1994. Foto/People
Sebuah kalimat yang menarik perhatian dalam percakapan itu adalah pernyataannya, "Yah, kami bertiga dalam pernikahan ini, jadi agak ramai." Pernyataan ini merujuk pada perselingkuhan Pangeran Charles dengan Camilla Parker Bowles yang bertepatan dengan pernikahannya sendiri dengan pewaris takhta tersebut.
Baca Juga : Beda Usia 11 Tahun, Kevin Julio Akui Hubungan dengan Imelda Therinne Kian Serius
Pada tahun 2021, penyelidikan resmi menetapkan bahwa Bashir menggunakan "metode curang" untuk mengamankan wawancara Panorama yang kini kontroversial dengan Diana, yang dikecam oleh putra-putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry, serta saudara laki-lakinya, Charles Spencer.
Waktu pengungkapan ini juga bertepatan dengan perilisan buku baru, Dianarama karya Andy Webb, yang diterbitkan di Inggris pada 20 November dan akan dirilis di AS pada 25 November.
Putri Diana dan Pangeran Charles resmi bercerai pada Agustus 1996 dan hidupnya berakhir setahun kemudian.
Pada Agustus 1997, Diana meninggal dunia di usia 36 tahun setelah kecelakaan mobil di terowongan Pont de l'Alma, Paris. Namun, warisan kasih sayang, kedermawanan, dan gayanya yang modis terus bergema hingga kini.
Museum Grévin menyatakan bahwa pembuatan patung lilin Diana dilakukan dengan cermat. Dress dibuat secara identik, ekspresi unik Putri Diana juga dibuat semirip mungkin.
Patung tersebut dipahat oleh Laurent Mallamaci dan diproduksi oleh bengkel kreatif Grévin. Patung tersebut kini akan berdiri di bawah kubah museum di sebuah ruang yang didedikasikan untuk mode, bergabung dengan patung-patung karya Beyoncé, Marie Antoinette, dan Jean Paul Gaultier.
Berita tentang patung tersebut sudah menggemparkan Paris bahkan sebelum peresmiannya."Patung itu mengingatkan saya pada malam di terowongan itu, meskipun saya masih kecil saat itu," ujar Julien Martin, 38, kepada media tersebut. Paris tidak pernah sepenuhnya melupakan Putri Diana.
(wur)
Lihat Juga :