Musim Hujan Tetap Harus Pakai Sunscreen, Ternyata Ini Alasannya
Senin, 24 November 2025 - 07:25 WIB
loading...
Sunscreen harus tetap dipakai di musim hujan, karena sinar UV bisa menembus awan. Foto/Voi
A
A
A
JAKARTA - Penggunaan sunscreen sangat penting khususnya saat hendak keluar rumah. Sunscreen atau tabir surya ini dapat membantu mencegah paparan sinar UVA dan UVB dari matahari untuk mencegah berbagai macam masalah kulit seperti flek hitam hingga gejala kanker kulit.
Namun, di musim hujan ini banyak masyarakat mempertanyakan pentingnya penggunaan sunscreen. Hal ini lantaran minimnya sinar matahari sehingga dianggap aman keluar rumah tanpa perlindungan tabir surya.
Namun, apakah boleh tak menggunakan sunscreen ketika keluar rumah di musim hujan?
Melansir Nakin Skincare, sunscreen perlu digunakan saat hujan karena hingga 80% sinar UV dapat menembus awan dan tetap menyebabkan kerusakan kulit. Bahkan tanpa sinar matahari langsung, kulit Anda tetap terpapar sinar UVA dan UVB, yang dapat menyebabkan penuaan kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit.
Baca Juga : 8 Langkah Mudah Memulihkan Skin Barrier Biar Kulit Lebih Sehat dan Terawat
Tak hanya itu, awan tidak menghalangi semua radiasi ultraviolet (UV). Hingga 80% sinar UV masih dapat menembusnya. Sinar UVA ada sepanjang tahun dan dapat menembus awan dan kaca, berkontribusi pada penuaan kulit dan kanker.
Sinar UVB, yang menyebabkan kulit terbakar, juga masih ada, meskipun intensitasnya mungkin lebih rendah daripada saat cerah.
Menurut para ahli dari Consumer Reports dan American Medical Association, hujan dapat meningkatkan paparan sinar UV. Tetesan air justru dapat memantulkan dan mengintensifkan sinar UV, yang dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit, menurut Simply Better Skin.
Beberapa orang memiliki kulit yang sangat sensitif terhadap sinar UV, dan paparan singkat sekalipun dapat menyebabkan kulit terbakar atau reaksi negatif lainnya. Dalam kasus ini, penggunaan tabir surya saat hujan sangat penting karena memberikan lapisan perlindungan ekstra terhadap sinar UV yang mungkin menembus awan.
Baca Juga : 'Pil Zombie' dari China Diklaim Bisa Perpanjang Umur hingga 150 Tahun, Mungkinkah?
Terlepas dari kondisi cuaca, penggunaan sunscreen harus menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas perawatan kulit harian Anda. Sunscreen tidak hanya melindungi dari potensi kerusakan akibat sinar matahari, tetapi juga membantu menjaga kulit tetap sehat dan tampak awet muda.
Saat hujan turun, tetaplah untuk mengoleskan tabir surya sebelum beraktivitas. Sinar UV yang berbahaya tetap dapat mencapai kulit Anda dan menyebabkan kerusakan jangka panjang.
Pentingnya Re-apply Sunscreen
Penting diingat bahwa sunscreen harus dioleskan kembali setiap dua jam, terlepas dari kondisi cuaca. Hal ini penting ketika menghabiskan waktu lama di luar ruangan atau melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan keringat atau paparan air.
Berkeringat juga dapat menghilangkan sunscreen, sehingga mengurangi efektivitasnya dalam melindungi kulit Anda.
Untuk itu, penggunaan sunscreen setiap hari, terutama yang berspektrum luas, disarankan untuk semua kondisi cuaca guna melindungi kulit Anda.
Namun, di musim hujan ini banyak masyarakat mempertanyakan pentingnya penggunaan sunscreen. Hal ini lantaran minimnya sinar matahari sehingga dianggap aman keluar rumah tanpa perlindungan tabir surya.
Namun, apakah boleh tak menggunakan sunscreen ketika keluar rumah di musim hujan?
Melansir Nakin Skincare, sunscreen perlu digunakan saat hujan karena hingga 80% sinar UV dapat menembus awan dan tetap menyebabkan kerusakan kulit. Bahkan tanpa sinar matahari langsung, kulit Anda tetap terpapar sinar UVA dan UVB, yang dapat menyebabkan penuaan kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit.
Baca Juga : 8 Langkah Mudah Memulihkan Skin Barrier Biar Kulit Lebih Sehat dan Terawat
Tak hanya itu, awan tidak menghalangi semua radiasi ultraviolet (UV). Hingga 80% sinar UV masih dapat menembusnya. Sinar UVA ada sepanjang tahun dan dapat menembus awan dan kaca, berkontribusi pada penuaan kulit dan kanker.
Sinar UVB, yang menyebabkan kulit terbakar, juga masih ada, meskipun intensitasnya mungkin lebih rendah daripada saat cerah.
Menurut para ahli dari Consumer Reports dan American Medical Association, hujan dapat meningkatkan paparan sinar UV. Tetesan air justru dapat memantulkan dan mengintensifkan sinar UV, yang dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit, menurut Simply Better Skin.
Beberapa orang memiliki kulit yang sangat sensitif terhadap sinar UV, dan paparan singkat sekalipun dapat menyebabkan kulit terbakar atau reaksi negatif lainnya. Dalam kasus ini, penggunaan tabir surya saat hujan sangat penting karena memberikan lapisan perlindungan ekstra terhadap sinar UV yang mungkin menembus awan.
Baca Juga : 'Pil Zombie' dari China Diklaim Bisa Perpanjang Umur hingga 150 Tahun, Mungkinkah?
Terlepas dari kondisi cuaca, penggunaan sunscreen harus menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas perawatan kulit harian Anda. Sunscreen tidak hanya melindungi dari potensi kerusakan akibat sinar matahari, tetapi juga membantu menjaga kulit tetap sehat dan tampak awet muda.
Saat hujan turun, tetaplah untuk mengoleskan tabir surya sebelum beraktivitas. Sinar UV yang berbahaya tetap dapat mencapai kulit Anda dan menyebabkan kerusakan jangka panjang.
Pentingnya Re-apply Sunscreen
Penting diingat bahwa sunscreen harus dioleskan kembali setiap dua jam, terlepas dari kondisi cuaca. Hal ini penting ketika menghabiskan waktu lama di luar ruangan atau melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan keringat atau paparan air.
Berkeringat juga dapat menghilangkan sunscreen, sehingga mengurangi efektivitasnya dalam melindungi kulit Anda.
Untuk itu, penggunaan sunscreen setiap hari, terutama yang berspektrum luas, disarankan untuk semua kondisi cuaca guna melindungi kulit Anda.
(wur)
Lihat Juga :