10 Hari sebelum Meninggal, Putri Diana Ungkap Penyesalan Terdalam untuk William dan Harry
Selasa, 25 November 2025 - 17:31 WIB
loading...
Putri Diana bersama William dan Harry. Foto/Vanity Fair
A
A
A
JAKARTA - Sepuluh hari sebelum meninggal dunia, Putri Diana menceritakan sesuatu yang memilukan kepada salah satu sahabat terdekatnya. Ini adalah sebuah pengakuan pribadi tentang Pangeran William dan Pangeran Harry yang tak pernah sempat ia ungkapkan.
Saat liburan musim panas di Yunani pada Agustus 1997, Diana bepergian bersama sahabatnya, Rosa Monckton untuk liburan terakhir mereka bersama. Pada satu titik, percakapan mereka beralih ke wawancara Panorama tahun 1995 dengan BBC. Di wawancara televisi yang menggemparkan dunia tersebut, Putri Diana mengungkapkan pernikahannya yang gagal dengan Pangeran Charles.
![10 Hari sebelum Meninggal, Putri Diana Ungkap Penyesalan Terdalam untuk William dan Harry]()
Putri Diana bersama William dan Harry. Foto/ABC News
"Dia bilang dia menyesal melakukannya karena dia pikir itu membahayakan anak-anaknya," ujar Monckton kepada PEOPLE.
Wajar saja Putri Diana khawatir karena wawancara itu isinya sangat pribadi dan ditonton sekitar 200 juta pemirsa di seluruh dunia. Dan itu mengungkapkan sesuatu yang penting tentang Diana di hari-hari terakhirnya.
Baca Juga : Terungkap! Pangeran Philip Ternyata Tak Setuju Harry Menikahi Meghan Markle
Diana merasa menyesal atas wawancara tersebut, terutama dampaknya terhadap emosional William, yang saat itu berusia 15 tahun, dan Harry yang berusia 12 tahun. Penyesalannya bukan tentang apa yang dia akui di depan kamera, tetapi tentang bagaimana hal itu mungkin memengaruhi dua orang yang paling dicintainya.
![10 Hari sebelum Meninggal, Putri Diana Ungkap Penyesalan Terdalam untuk William dan Harry]()
Putri Diana bersama William dan Harry. Foto/The New Yorker
Wawancara Panorama tahun 1995 menjadi salah satu siaran yang paling banyak diteliti dalam sejarah modern. Pengakuan Diana tentang perselingkuhan dalam pernikahannya, perjuangannya melawan bulimia, dan kehidupannya di dalam monarki memberikan dampak yang sangat besar bagi keluarga kerajaan.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, asal-usul wawancara tersebut telah diperiksa ulang. Hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa jurnalis Martin Bashir menggunakan dokumen palsu dan penipuan untuk mendapatkan akses kepada sang putri. Sebuah skema yang kemudian coba ditutup-tutupi oleh para eksekutif BBC.
Baca Juga : Patung Lilin Putri Diana dalam 'Gaun Balas Dendam' Diresmikan di Paris, Keanggunananya Tak Pernah Pudar
Bashir meyakinkannya bahwa berbicara di Panorama adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kembali suaranya, menyulut ketakutannya dengan klaim-klaim palsu, termasuk bahwa Pangeran Charles ingin dia dibunuh dan bahwa jam tangan putranya, Pangeran William, telah diubah menjadi alat mata-mata.
"Dia lemah dan itu membuatnya terperdaya Bashir," kata Monckton, menambahkan bahwa yang tidak membantu adalah Diana "terus-menerus terlibat".
"Dia bilang dia tidak boleh membicarakannya. Karena itu, Diana menjauhi orang-orang," tambahnya.
Jurnalis investigasi Andy Webb telah menghabiskan hampir 20 tahun untuk mengungkap kebenaran itu. Pengungkapan ini telah membuat putra-putra Diana sangat marah.
Pangeran William kemudian mengatakan bahwa wawancara tersebut memicu "ketakutan, paranoia, dan isolasi" ibunya. Ia dikecewakan bukan hanya oleh seorang reporter nakal, tetapi juga oleh para pemimpin di BBC yang menutup mata alih-alih mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit.
Pangeran Harry bahkan lebih blak-blakan. "Ibu kami kehilangan nyawanya karena ini," katanya pada tahun 2021.
Namun Diana sendiri tidak pernah mengetahui kebenaran sepenuhnya di balik penipuan yang membentuk keputusannya untuk duduk bersama Bashir. Yang ia rasakan adalah beban berat dari dampak wawancara tersebut terhadap putra-putranya. Putri Diana meninggal pada 31 Agustus 1997 dalam sebuah kecelakaan mobil di Paris, Prancis. Kematiannya terjadi saat pengemudi mobil berusaha menghindari kejaran fotografer.
Kedua saudara itu telah menempuh jalan yang berbeda saat dewasa, tetapi dalam hal ini, mereka tetap bersatu. Ibu mereka ditipu, dan penderitaannya diperparah oleh kekuatan yang berada di luar kendalinya.
Saat liburan musim panas di Yunani pada Agustus 1997, Diana bepergian bersama sahabatnya, Rosa Monckton untuk liburan terakhir mereka bersama. Pada satu titik, percakapan mereka beralih ke wawancara Panorama tahun 1995 dengan BBC. Di wawancara televisi yang menggemparkan dunia tersebut, Putri Diana mengungkapkan pernikahannya yang gagal dengan Pangeran Charles.

Putri Diana bersama William dan Harry. Foto/ABC News
"Dia bilang dia menyesal melakukannya karena dia pikir itu membahayakan anak-anaknya," ujar Monckton kepada PEOPLE.
Wajar saja Putri Diana khawatir karena wawancara itu isinya sangat pribadi dan ditonton sekitar 200 juta pemirsa di seluruh dunia. Dan itu mengungkapkan sesuatu yang penting tentang Diana di hari-hari terakhirnya.
Baca Juga : Terungkap! Pangeran Philip Ternyata Tak Setuju Harry Menikahi Meghan Markle
Diana merasa menyesal atas wawancara tersebut, terutama dampaknya terhadap emosional William, yang saat itu berusia 15 tahun, dan Harry yang berusia 12 tahun. Penyesalannya bukan tentang apa yang dia akui di depan kamera, tetapi tentang bagaimana hal itu mungkin memengaruhi dua orang yang paling dicintainya.

Putri Diana bersama William dan Harry. Foto/The New Yorker
Wawancara Panorama tahun 1995 menjadi salah satu siaran yang paling banyak diteliti dalam sejarah modern. Pengakuan Diana tentang perselingkuhan dalam pernikahannya, perjuangannya melawan bulimia, dan kehidupannya di dalam monarki memberikan dampak yang sangat besar bagi keluarga kerajaan.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, asal-usul wawancara tersebut telah diperiksa ulang. Hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa jurnalis Martin Bashir menggunakan dokumen palsu dan penipuan untuk mendapatkan akses kepada sang putri. Sebuah skema yang kemudian coba ditutup-tutupi oleh para eksekutif BBC.
Baca Juga : Patung Lilin Putri Diana dalam 'Gaun Balas Dendam' Diresmikan di Paris, Keanggunananya Tak Pernah Pudar
Bashir meyakinkannya bahwa berbicara di Panorama adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kembali suaranya, menyulut ketakutannya dengan klaim-klaim palsu, termasuk bahwa Pangeran Charles ingin dia dibunuh dan bahwa jam tangan putranya, Pangeran William, telah diubah menjadi alat mata-mata.
"Dia lemah dan itu membuatnya terperdaya Bashir," kata Monckton, menambahkan bahwa yang tidak membantu adalah Diana "terus-menerus terlibat".
"Dia bilang dia tidak boleh membicarakannya. Karena itu, Diana menjauhi orang-orang," tambahnya.
Jurnalis investigasi Andy Webb telah menghabiskan hampir 20 tahun untuk mengungkap kebenaran itu. Pengungkapan ini telah membuat putra-putra Diana sangat marah.
Pangeran William kemudian mengatakan bahwa wawancara tersebut memicu "ketakutan, paranoia, dan isolasi" ibunya. Ia dikecewakan bukan hanya oleh seorang reporter nakal, tetapi juga oleh para pemimpin di BBC yang menutup mata alih-alih mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit.
Pangeran Harry bahkan lebih blak-blakan. "Ibu kami kehilangan nyawanya karena ini," katanya pada tahun 2021.
Namun Diana sendiri tidak pernah mengetahui kebenaran sepenuhnya di balik penipuan yang membentuk keputusannya untuk duduk bersama Bashir. Yang ia rasakan adalah beban berat dari dampak wawancara tersebut terhadap putra-putranya. Putri Diana meninggal pada 31 Agustus 1997 dalam sebuah kecelakaan mobil di Paris, Prancis. Kematiannya terjadi saat pengemudi mobil berusaha menghindari kejaran fotografer.
Kedua saudara itu telah menempuh jalan yang berbeda saat dewasa, tetapi dalam hal ini, mereka tetap bersatu. Ibu mereka ditipu, dan penderitaannya diperparah oleh kekuatan yang berada di luar kendalinya.
(wur)
Lihat Juga :