Komika Soleh Solihun Ajak Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tak Gampang Termakan Hoaks
Kamis, 27 November 2025 - 20:40 WIB
loading...
Soleh Solihun ajak mahasiswa tak mudah termakan hoaks. Foto: IMG/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Komika sekaligus pembawa acara, Soleh Solihun turut hadir dalam program Rakyat Bersuara dalam rangkaian Inews Campus Connect yang digelar di Universitas Tarumanagara. Soleh memberi respons positif soal inisiatif membawa dialog kebijakan langsung ke lingkungan kampus agar mahasiswa bisa menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Soleh menilai kehadiran mahasiswa dalam forum seperti ini sangat penting karena kampus merupakan ruang lahirnya pemikiran kritis. Terlebih dalam kesempatan ini, ada Wamendikti Prof. Stella Christie yang juga turut hadir dan dinilai bisa menjawab langsung keresahan para mahasiswa.
"Di kampus tuh banyak mahasiswa yang punya pikiran-pikiran kritis dan ingin bertanya langsung kepada pembuat kebijakan. Dan di sini konteksnya ada Ibu Wamen. Jadi bagus acara ini, membawa aspirasi-aspirasi ke para akademisi," ujar Soleh saat ditemui iNews Media Group seusai acara pada Kamis (27/11/2025).
Baca Juga : Dukung Komdigi Tangkal Hoaks, SindoNews Gaungkan Kedaulatan Digital
Menurut Soleh, program seperti Rakyat Bersuara membuka ruang dialog yang jarang terjadi di ruang publik, terutama antara mahasiswa dan pejabat negara. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di berbagai kampus di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Soleh juga menyampaikan pesan khusus untuk para mahasiswa, terutama terkait literasi digital di era banjirnya informasi terutama penyebaran hoaks.
Soleh menilai kemampuan memilih informasi adalah hal dasar yang harus dimiliki generasi muda. Harapannya, agar mereka tidak mudah tersesat oleh berita palsu dan opini yang tidak berdasar.
Baca Juga : SindoNews Sharing Session, Enda Nasution: Hoaks Kini Beragam dari Lucu hingga Berbahaya
"Harapannya buat generasi muda ya, berpikir kritis. Jangan mau dikasih informasi oleh orang yang tidak jelas siapa narasumbernya. Minimal kalau membaca sesuatu di internet, jangan langsung percaya," tegas Soleh.
Sebagai informasi, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie juga turut hadir dalam acara tersebut. Dalam kesempatan itu, ia memberikan dorongan kuat kepada generasi muda agar mempersiapkan diri menghadapi era digital.
Menurutnya kesiapan itu bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi dari sisi kemampuan berpikir kritis dan evaluasi informasi. Prof. Stella menyampaikan bahwa talenta digital bukan hanya soal kecanggihan teknologi, namun lebih kepada kualitas manusia yang menggunakan teknologi itu.
“Talenta digital itu bukan soal digitalnya, tapi talentanya manusianya. Kalau manusianya tidak bisa mengevaluasi apakah informasi yang digasih tahu digital itu bagus atau palsu, ini tidak akan berhasil," ujar Stella Christie.
Mahasiswa saat ini disebut memerlukan dua modal penting yaitu rasa ingin tahu dan keinginan untuk terus belajar dari berbagai pengalaman dan sumber.
Di mana dua hal tersebut yang bisa menjadi dasar untuk membangun pola pikir kritis yang sangat dibutuhkan saat ini.
Soleh menilai kehadiran mahasiswa dalam forum seperti ini sangat penting karena kampus merupakan ruang lahirnya pemikiran kritis. Terlebih dalam kesempatan ini, ada Wamendikti Prof. Stella Christie yang juga turut hadir dan dinilai bisa menjawab langsung keresahan para mahasiswa.
"Di kampus tuh banyak mahasiswa yang punya pikiran-pikiran kritis dan ingin bertanya langsung kepada pembuat kebijakan. Dan di sini konteksnya ada Ibu Wamen. Jadi bagus acara ini, membawa aspirasi-aspirasi ke para akademisi," ujar Soleh saat ditemui iNews Media Group seusai acara pada Kamis (27/11/2025).
Baca Juga : Dukung Komdigi Tangkal Hoaks, SindoNews Gaungkan Kedaulatan Digital
Menurut Soleh, program seperti Rakyat Bersuara membuka ruang dialog yang jarang terjadi di ruang publik, terutama antara mahasiswa dan pejabat negara. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di berbagai kampus di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Soleh juga menyampaikan pesan khusus untuk para mahasiswa, terutama terkait literasi digital di era banjirnya informasi terutama penyebaran hoaks.
Soleh menilai kemampuan memilih informasi adalah hal dasar yang harus dimiliki generasi muda. Harapannya, agar mereka tidak mudah tersesat oleh berita palsu dan opini yang tidak berdasar.
Baca Juga : SindoNews Sharing Session, Enda Nasution: Hoaks Kini Beragam dari Lucu hingga Berbahaya
"Harapannya buat generasi muda ya, berpikir kritis. Jangan mau dikasih informasi oleh orang yang tidak jelas siapa narasumbernya. Minimal kalau membaca sesuatu di internet, jangan langsung percaya," tegas Soleh.
Sebagai informasi, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie juga turut hadir dalam acara tersebut. Dalam kesempatan itu, ia memberikan dorongan kuat kepada generasi muda agar mempersiapkan diri menghadapi era digital.
Menurutnya kesiapan itu bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi dari sisi kemampuan berpikir kritis dan evaluasi informasi. Prof. Stella menyampaikan bahwa talenta digital bukan hanya soal kecanggihan teknologi, namun lebih kepada kualitas manusia yang menggunakan teknologi itu.
“Talenta digital itu bukan soal digitalnya, tapi talentanya manusianya. Kalau manusianya tidak bisa mengevaluasi apakah informasi yang digasih tahu digital itu bagus atau palsu, ini tidak akan berhasil," ujar Stella Christie.
Mahasiswa saat ini disebut memerlukan dua modal penting yaitu rasa ingin tahu dan keinginan untuk terus belajar dari berbagai pengalaman dan sumber.
Di mana dua hal tersebut yang bisa menjadi dasar untuk membangun pola pikir kritis yang sangat dibutuhkan saat ini.
(wur)
Lihat Juga :