Clemence Ellery dan Didiet Maulana Luncurkan Koleksi Perhiasan Asmara Puspa
Jum'at, 28 November 2025 - 09:59 WIB
loading...
Desainer Indonesia Didiet Maulana bersama Clemence Ellery menghadirkan koleksi perhiasan terbaru bertajuk Asmara Puspa. Foto/Annastasya.
A
A
A
JAKARTA - Desainer Indonesia Didiet Maulana bersama Clemence Ellery menghadirkan koleksi perhiasan terbaru bertajuk Asmara Puspa. Koleksi ini memadukan keindahan fine jewelry yang elegan dengan sentuhan wastra Indonesia yang memikat.
Koleksi Asmara Puspa mengangkat kekayaan warisan budaya Indonesia yang dipadukan dengan desain perhiasan modern dan memukau. Didiet, yang juga Founder Svarna by IKAT Indonesia, mengeksplorasi keindahan rangkaian bunga sebagai inspirasi utama dalam koleksi ini.
Baca juga: Tampil Elegan di TikTok Awards, Dian Sastro Pakai Perhiasan Seharga Rp2 Miliar
“Mereka yang memakai koleksi ini merasa bahwa banyak sekali yang harus dirayakan dalam hidup. Dan maknanya pun sangat personal,” jelas Didiet dalam jumpa pers Clemence Ellery di Park Hyatt, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).
Didiet menuturkan bahwa koleksi terbaru Clemence Ellery ini mengusung makna dan filosofi mendalam. Inspirasi bunga dipilih sebagai simbol apresiasi terhadap diri sendiri, karena keindahan bunga selalu memiliki nilai spesial dalam berbagai momen kehidupan.
Baca juga: 20 Tahun Passion Jewelry: Selebrasi Cinta dan Keanggunan
“Ini adalah bunga-bunga, buket bunga-bunga yang dirangkai. Kita selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain. Hari ini aku mau mengingatkan untuk mengembalikan prioritas ke diri sendiri dengan merayakan diri lewat bunga-bunga itu,” ujarnya.
Sentuhan wastra Indonesia dalam koleksi ini turut hadir melalui inspirasi Batik Buketan. Komposisi bunga pada Batik Buketan diterjemahkan menjadi bahasa artistik baru, dari kelembutan tekstil menjadi struktur logam dan gemstone yang anggun.
Bersama Clemence Ellery, visi tersebut berkembang menjadi koleksi yang merayakan warisan budaya melalui craftsmanship, inovasi, dan keanggunan modern.
Jenifer Patricia, salah satu founder sekaligus CEO Clemence Ellery, mengungkapkan bahwa Asmara Puspa menjadi koleksi perhiasan yang tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga identitas penggunanya melalui sentuhan budaya Indonesia.
“It’s more about heritage yang lebih intens, bukan hanya jewelry saja, tapi sebuah perhiasan yang punya cerita di baliknya. Jadi, pemakainya bisa mengekspresikan dirinya,” ujar Jenifer.
Koleksi Asmara Puspa mengangkat kekayaan warisan budaya Indonesia yang dipadukan dengan desain perhiasan modern dan memukau. Didiet, yang juga Founder Svarna by IKAT Indonesia, mengeksplorasi keindahan rangkaian bunga sebagai inspirasi utama dalam koleksi ini.
Baca juga: Tampil Elegan di TikTok Awards, Dian Sastro Pakai Perhiasan Seharga Rp2 Miliar
“Mereka yang memakai koleksi ini merasa bahwa banyak sekali yang harus dirayakan dalam hidup. Dan maknanya pun sangat personal,” jelas Didiet dalam jumpa pers Clemence Ellery di Park Hyatt, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).
Didiet menuturkan bahwa koleksi terbaru Clemence Ellery ini mengusung makna dan filosofi mendalam. Inspirasi bunga dipilih sebagai simbol apresiasi terhadap diri sendiri, karena keindahan bunga selalu memiliki nilai spesial dalam berbagai momen kehidupan.
Baca juga: 20 Tahun Passion Jewelry: Selebrasi Cinta dan Keanggunan
“Ini adalah bunga-bunga, buket bunga-bunga yang dirangkai. Kita selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain. Hari ini aku mau mengingatkan untuk mengembalikan prioritas ke diri sendiri dengan merayakan diri lewat bunga-bunga itu,” ujarnya.
Sentuhan wastra Indonesia dalam koleksi ini turut hadir melalui inspirasi Batik Buketan. Komposisi bunga pada Batik Buketan diterjemahkan menjadi bahasa artistik baru, dari kelembutan tekstil menjadi struktur logam dan gemstone yang anggun.
Bersama Clemence Ellery, visi tersebut berkembang menjadi koleksi yang merayakan warisan budaya melalui craftsmanship, inovasi, dan keanggunan modern.
Jenifer Patricia, salah satu founder sekaligus CEO Clemence Ellery, mengungkapkan bahwa Asmara Puspa menjadi koleksi perhiasan yang tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga identitas penggunanya melalui sentuhan budaya Indonesia.
“It’s more about heritage yang lebih intens, bukan hanya jewelry saja, tapi sebuah perhiasan yang punya cerita di baliknya. Jadi, pemakainya bisa mengekspresikan dirinya,” ujar Jenifer.
(nnz)
Lihat Juga :