Koleksi Asmara Puspa, Kolaborasi Clemence Ellery dan Didiet Maulana Angkat Batik ke Fine Jewelry
Jum'at, 28 November 2025 - 10:30 WIB
loading...
Clemence Ellery meluncurkan koleksi kolaborasi terbaru bersama desainer ternama Didiet Maulana bertajuk Asmara Puspa. Foto/Annastasya.
A
A
A
JAKARTA - Clemence Ellery meluncurkan koleksi kolaborasi terbaru bersama desainer ternama Didiet Maulana bertajuk Asmara Puspa. Koleksi ini mengartikulasikan perjalanan kreatif dalam mengangkat warisan budaya Indonesia, yakni batik, ke dalam sebuah karya fine jewelry.
Jenifer Patricia, salah satu founder sekaligus CEO Clemence Ellery, mengatakan bahwa koleksi Asmara Puspa tidak hanya menjadi perhiasan semata, tetapi juga memiliki makna simbolis dan menyentuh lewat filosofi yang mengangkat wastra Indonesia.
Baca juga: 20 Tahun Passion Jewelry: Selebrasi Cinta dan Keanggunan
“Kita bicara tentang perhiasan; sebenarnya itu sebuah luxury. Sekarang it's not about access tapi lebih ke understated. Ada sebuah emotional attachment, again to the brand, karena pemakai itu merasa identitasnya pun terekspresikan oleh sesuatu yang kita mau tekankan di sini,” ujar Jenifer dalam jumpa pers Clemence Ellery di Park Hyatt, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).
Asmara Puspa berawal dari gagasan Didiet Maulana tentang eksplorasi cinta dan keberagaman manusia melalui simbolisme bunga. Bagi Didiet, bunga merupakan metafora kehidupan yang tumbuh dari akar sederhana, melalui musim hujan dan panas, hingga akhirnya mekar pada waktunya sendiri.
Baca juga: Daftar 6 Negara Penghasil Emas Paling Murni di Dunia, Indonesia Termasuk?
Di setiap kelopak bunga, ia melihat perjalanan perubahan, ketangguhan, dan keindahan yang lahir dari proses—makna yang kemudian diwujudkan dalam koleksi Asmara Puspa.
Inspirasi tersebut bersumber dari komposisi bunga pada Batik Buketan. Ide itu diterjemahkan ke dalam bahasa artistik baru, yakni dari kelembutan tekstil menjadi struktur logam dan gemstone.
“Menurut saya sangat indah ya, karena warnanya beraneka ragam. Aku langsung berpikir, wah ini bisa nih ketika kita masukkan ide-ide dari gemstone, kemudian diamond,” jelas Didiet Maulana.
Batik Buketan merupakan gaya batik historis yang menonjolkan rangkaian bunga indah layaknya buket. Dalam interpretasi perhiasan, detail bunga seperti mawar, teratai, melati, dan anggrek dimanifestasikan melalui pengerjaan presisi serta pemilihan batu berwarna seperti sapphire, chalcedony, mother of pearl, dan diamond.
Ciri khas Clemence Ellery, yaitu versatility, juga hadir kuat dalam koleksi ini. Perhiasan Asmara Puspa menghadirkan mekanisme teknik yang rumit, hasil dari proses trial-and-error panjang untuk mencapai transformasi bentuk yang sempurna.
Beberapa koleksi Asmara Puspa di antaranya shoulder brooch yang dapat dilepas menjadi pendant kalung; kalung yang dapat diubah menjadi gelang atau ornamen ikat pinggang; serta untuk pertama kalinya, Clemence Ellery menghadirkan cuff links yang dirancang dapat dikenakan oleh semua gender.
Bersama Clemence Ellery, visi tersebut berkembang menjadi koleksi yang merayakan warisan budaya melalui craftsmanship, inovasi, dan keanggunan modern.
Jenifer Patricia, salah satu founder sekaligus CEO Clemence Ellery, mengatakan bahwa koleksi Asmara Puspa tidak hanya menjadi perhiasan semata, tetapi juga memiliki makna simbolis dan menyentuh lewat filosofi yang mengangkat wastra Indonesia.
Baca juga: 20 Tahun Passion Jewelry: Selebrasi Cinta dan Keanggunan
“Kita bicara tentang perhiasan; sebenarnya itu sebuah luxury. Sekarang it's not about access tapi lebih ke understated. Ada sebuah emotional attachment, again to the brand, karena pemakai itu merasa identitasnya pun terekspresikan oleh sesuatu yang kita mau tekankan di sini,” ujar Jenifer dalam jumpa pers Clemence Ellery di Park Hyatt, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).
Asmara Puspa berawal dari gagasan Didiet Maulana tentang eksplorasi cinta dan keberagaman manusia melalui simbolisme bunga. Bagi Didiet, bunga merupakan metafora kehidupan yang tumbuh dari akar sederhana, melalui musim hujan dan panas, hingga akhirnya mekar pada waktunya sendiri.
Baca juga: Daftar 6 Negara Penghasil Emas Paling Murni di Dunia, Indonesia Termasuk?
Di setiap kelopak bunga, ia melihat perjalanan perubahan, ketangguhan, dan keindahan yang lahir dari proses—makna yang kemudian diwujudkan dalam koleksi Asmara Puspa.
Inspirasi tersebut bersumber dari komposisi bunga pada Batik Buketan. Ide itu diterjemahkan ke dalam bahasa artistik baru, yakni dari kelembutan tekstil menjadi struktur logam dan gemstone.
“Menurut saya sangat indah ya, karena warnanya beraneka ragam. Aku langsung berpikir, wah ini bisa nih ketika kita masukkan ide-ide dari gemstone, kemudian diamond,” jelas Didiet Maulana.
Batik Buketan merupakan gaya batik historis yang menonjolkan rangkaian bunga indah layaknya buket. Dalam interpretasi perhiasan, detail bunga seperti mawar, teratai, melati, dan anggrek dimanifestasikan melalui pengerjaan presisi serta pemilihan batu berwarna seperti sapphire, chalcedony, mother of pearl, dan diamond.
Ciri khas Clemence Ellery, yaitu versatility, juga hadir kuat dalam koleksi ini. Perhiasan Asmara Puspa menghadirkan mekanisme teknik yang rumit, hasil dari proses trial-and-error panjang untuk mencapai transformasi bentuk yang sempurna.
Beberapa koleksi Asmara Puspa di antaranya shoulder brooch yang dapat dilepas menjadi pendant kalung; kalung yang dapat diubah menjadi gelang atau ornamen ikat pinggang; serta untuk pertama kalinya, Clemence Ellery menghadirkan cuff links yang dirancang dapat dikenakan oleh semua gender.
Bersama Clemence Ellery, visi tersebut berkembang menjadi koleksi yang merayakan warisan budaya melalui craftsmanship, inovasi, dan keanggunan modern.
(nnz)
Lihat Juga :