Telur Dicap Jadi Pemicu Kolesterol, Ternyata Ini Faktanya
Rabu, 03 Desember 2025 - 22:36 WIB
loading...
Telur seringkali dikaitkan menjadi penyebab naiknya kolesterol. Namun ternyata hal tersebut tidak sepenuhnya tepat. Foto/Freepik.
A
A
A
JAKARTA - Telur seringkali dikaitkan menjadi penyebab naiknya kolesterol . Namun ternyata hal tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Dalam pola makan yang seimbang, konsumsi telur justru dinilai tidak memberikan dampak signifikan pada kenaikan kolesterol darah bagi sebagian besar orang sehat. Dilansir dari Verywell Health, ahli nutrisi menjelaskan bahwa kolesterol dalam darah jauh lebih dipengaruhi oleh lemak jenuh dan lemak trans.
Sehingga naiknya kolesterol bukan semata-mata karena mengonsumsi telur. Telur tetap merupakan salah satu bahan pangan dengan kandungan gizi terbaik.
Baca juga: Menkes Ajak Sarapan dengan Telur Rebus, Ini 3 Manfaat Pentingnya untuk Kesehatan
Telur mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin A, D, B kompleks, kolin, lutein, dan zeaxanthin yang merupakan nutrisi penting untuk menjaga kesehatan mata, otak, dan daya tahan tubuh. Mengonsumsi telur dalam jumlah wajar juga bisa memiliki efek positif pada kadar kolesterol tertentu, terutama bila dijadikan bagian dari pola makan rendah lemak jenuh.
Telur rendah karbohidrat, kalori, dan lemak jenuh. Telur juga tidak mengandung lemak trans dan merupakan sumber protein dan nutrisi yang kaya, termasuk Vitamin D yang berperan dalam kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh.
Baca juga: Cegah Asam Lambung, Ini 5 Makanan Paling Ideal Dibawa saat Perjalanan Jauh
Ada juga Kolin yang berperan dalam fungsi dan kesehatan otak, otot, dan hati. Serta Lutein dan zeaxanthin yang berperan dalam kesehatan mata.
Bagi orang sehat, satu butir telur per hari dinilai aman dan masih berada dalam batas rekomendasi pola makan sehat. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti:
1. Jangan memasak telur dengan mentega atau minyak berlebih.
2. Kurangi pendamping tinggi lemak jenuh seperti sosis, bacon, atau daging olahan lainnya.
3. Imbangi dengan sayur, biji-bijian, dan makanan rendah lemak.
Namun bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung, tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikan telur sebagai menu harian. Karena respons tubuh terhadap kolesterol dapat berbeda-beda pada setiap orang.
Dalam pola makan yang seimbang, konsumsi telur justru dinilai tidak memberikan dampak signifikan pada kenaikan kolesterol darah bagi sebagian besar orang sehat. Dilansir dari Verywell Health, ahli nutrisi menjelaskan bahwa kolesterol dalam darah jauh lebih dipengaruhi oleh lemak jenuh dan lemak trans.
Sehingga naiknya kolesterol bukan semata-mata karena mengonsumsi telur. Telur tetap merupakan salah satu bahan pangan dengan kandungan gizi terbaik.
Baca juga: Menkes Ajak Sarapan dengan Telur Rebus, Ini 3 Manfaat Pentingnya untuk Kesehatan
Telur mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin A, D, B kompleks, kolin, lutein, dan zeaxanthin yang merupakan nutrisi penting untuk menjaga kesehatan mata, otak, dan daya tahan tubuh. Mengonsumsi telur dalam jumlah wajar juga bisa memiliki efek positif pada kadar kolesterol tertentu, terutama bila dijadikan bagian dari pola makan rendah lemak jenuh.
Telur rendah karbohidrat, kalori, dan lemak jenuh. Telur juga tidak mengandung lemak trans dan merupakan sumber protein dan nutrisi yang kaya, termasuk Vitamin D yang berperan dalam kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh.
Baca juga: Cegah Asam Lambung, Ini 5 Makanan Paling Ideal Dibawa saat Perjalanan Jauh
Ada juga Kolin yang berperan dalam fungsi dan kesehatan otak, otot, dan hati. Serta Lutein dan zeaxanthin yang berperan dalam kesehatan mata.
Bagi orang sehat, satu butir telur per hari dinilai aman dan masih berada dalam batas rekomendasi pola makan sehat. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti:
1. Jangan memasak telur dengan mentega atau minyak berlebih.
2. Kurangi pendamping tinggi lemak jenuh seperti sosis, bacon, atau daging olahan lainnya.
3. Imbangi dengan sayur, biji-bijian, dan makanan rendah lemak.
Namun bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung, tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikan telur sebagai menu harian. Karena respons tubuh terhadap kolesterol dapat berbeda-beda pada setiap orang.
(nnz)
Lihat Juga :