Selamat dari Longsor, Taufik LIDA Ungkap Kondisi Mencekam di Aceh
Sabtu, 06 Desember 2025 - 14:07 WIB
loading...
Taufik Lida membagikan momen pasca longsor yang terjadi di kampung halamannya di Aceh melalui Instagramnya. Foto/IG Taufik Lida.
A
A
A
JAKARTA - Pedangdut Taufik LIDA mengungkap kesaksiannya terkait banjir dan longsor di wilayah Sumatra dan sekitarnya. Dia mengaku kondisi terkini di lokasi masih sangat mencekam.
Taufik mengaku berada di kawasan Takengon, Aceh Jaya saat terjadinya longsor.
"Iya, saya ada di Aceh. Aku aslinya Pidie Jaya, cuma lagi liburan ke Aceh Tengah. Di Aceh Tengah bisa dataran tinggi, jadi longsor. Yang di Pidie Jaya banjir," tutur Taufik di kawasan Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Baca juga: Prabowo: 50 Helikopter, Hercules C-130J, hingga Airbus A400 Bergerak Tangani Bencana Sumatera
Alih-alih liburan, Taufik malah menjadi saksi mata sekaligus korban dari bencana dasyat tersebut. Dia mengatakan, saat ini mayoritas korban mengalami kelaparan akibat kejadian tersebut.
"Kondisinya masih sangat mencekam dan bantuannya sangat kurang sekali, belum terjamah ke lokasi-lokasi yang memang terisolir. Jadi bantuannya cuma di kota aja. Ke kampung-kampung yang terisolir mungkin baru sedikit bantuannya," bebernya.
Baca juga: Cerita Mapala USK Bertaruh Nyawa Membawa Bantuan Ke Desa yang Terisolir Bencana di Aceh
"Bisa kita bilang banyak yang selamat dari bencana, tapi kesulitan dalam kelaparan, ya, makanan, ya," tambahnya.
Sebagai warga asli Pidie Jaya, Taufik mengaku banyak anggota keluarganya yang turut menjadi korban.
"Di setiap kabupaten tapi di yang parahnya. Kalau di Aceh Tengah itu yang di Kecamatan Bintang itu terisolir sekali. Kalau yang di Aceh Tamiang, itu juga yang kecamatannya jauh dari kota, gitu," lanjutnya.
Meski sempat terisolir, Taufik LIDA berhasil menyelamatkan diri. Dia bilang, banyak korban yang dievakuasi melalui jalur air menggunakan perahu wisata.
"Jika terjadi longsor, kami sama-sama mencari evakuasi. Kemudian, tidak melalui darat, kami melalui perahu wisata yang ada di Danau Laut Tawar, Aceh Tengah," teranngnya.
Taufik menegaskan bahwa kendala terbesar dari proses evakuasi korban yakni masalah logistik, termasuk bahan bakar. Dia berharap bantuan terus diberikan kepada ratusan korban demi bisa bertahan di tengah situasi ini.
"Karena memang banyak jalanan yang terputus, termasuk jembatan-jembatan penghubung jalan Banda Aceh," kata Taufik.
"Mudah-mudahan dapat menyalurkan bantuannya ke donasi-donasi yang memang jelas dan memang terpercaya, demikian. Karena bisa langsung sampai ke masyarakatnya," pungkasnya.
Taufik mengaku berada di kawasan Takengon, Aceh Jaya saat terjadinya longsor.
"Iya, saya ada di Aceh. Aku aslinya Pidie Jaya, cuma lagi liburan ke Aceh Tengah. Di Aceh Tengah bisa dataran tinggi, jadi longsor. Yang di Pidie Jaya banjir," tutur Taufik di kawasan Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Baca juga: Prabowo: 50 Helikopter, Hercules C-130J, hingga Airbus A400 Bergerak Tangani Bencana Sumatera
Alih-alih liburan, Taufik malah menjadi saksi mata sekaligus korban dari bencana dasyat tersebut. Dia mengatakan, saat ini mayoritas korban mengalami kelaparan akibat kejadian tersebut.
"Kondisinya masih sangat mencekam dan bantuannya sangat kurang sekali, belum terjamah ke lokasi-lokasi yang memang terisolir. Jadi bantuannya cuma di kota aja. Ke kampung-kampung yang terisolir mungkin baru sedikit bantuannya," bebernya.
Baca juga: Cerita Mapala USK Bertaruh Nyawa Membawa Bantuan Ke Desa yang Terisolir Bencana di Aceh
"Bisa kita bilang banyak yang selamat dari bencana, tapi kesulitan dalam kelaparan, ya, makanan, ya," tambahnya.
Sebagai warga asli Pidie Jaya, Taufik mengaku banyak anggota keluarganya yang turut menjadi korban.
"Di setiap kabupaten tapi di yang parahnya. Kalau di Aceh Tengah itu yang di Kecamatan Bintang itu terisolir sekali. Kalau yang di Aceh Tamiang, itu juga yang kecamatannya jauh dari kota, gitu," lanjutnya.
Meski sempat terisolir, Taufik LIDA berhasil menyelamatkan diri. Dia bilang, banyak korban yang dievakuasi melalui jalur air menggunakan perahu wisata.
"Jika terjadi longsor, kami sama-sama mencari evakuasi. Kemudian, tidak melalui darat, kami melalui perahu wisata yang ada di Danau Laut Tawar, Aceh Tengah," teranngnya.
Taufik menegaskan bahwa kendala terbesar dari proses evakuasi korban yakni masalah logistik, termasuk bahan bakar. Dia berharap bantuan terus diberikan kepada ratusan korban demi bisa bertahan di tengah situasi ini.
"Karena memang banyak jalanan yang terputus, termasuk jembatan-jembatan penghubung jalan Banda Aceh," kata Taufik.
"Mudah-mudahan dapat menyalurkan bantuannya ke donasi-donasi yang memang jelas dan memang terpercaya, demikian. Karena bisa langsung sampai ke masyarakatnya," pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :