Seni Patung sebagai Jalan Batin: Redy Rahadian dan Dialog antara Material, Energi, dan Spiritualitas
Selasa, 09 Desember 2025 - 13:45 WIB
loading...
A
A
A
“Di titik itulah saya merasa mendengar diri sendiri,” ungkapnya, menegaskan bahwa proses bekerja dengan material logam dapat menjadi pengalaman meditasi tersendiri.
Karyanya banyak berbicara tentang hubungan manusia dengan alam, energi bumi, dan waktu. Konsep noticing the unnoticeable, melihat hal-hal yang sering terlewat, menjadi salah satu landasan pemikiran dalam prosesnya.
Redy percaya bahwa seni hadir bukan hanya dari hal besar, melainkan dari kesadaran terhadap detail kecil yang luput dari perhatian orang banyak.
Di atas semua itu, keseimbangan antara teknik dan jiwa menjadi fondasi perjalanan kreatif Redy. Tanpa kejujuran reflektif dan kesadaran diri, teknik hanya menjadi kerja mekanis.
Melalui pendekatan ini, ia memperlihatkan bahwa seni patung dapat menjadi titik temu antara material, spiritual, dan intelektual—membuktikan bahwa logam pun mampu berbicara kepada kesadaran manusia yang lebih dalam.
Karyanya banyak berbicara tentang hubungan manusia dengan alam, energi bumi, dan waktu. Konsep noticing the unnoticeable, melihat hal-hal yang sering terlewat, menjadi salah satu landasan pemikiran dalam prosesnya.
Redy percaya bahwa seni hadir bukan hanya dari hal besar, melainkan dari kesadaran terhadap detail kecil yang luput dari perhatian orang banyak.
Di atas semua itu, keseimbangan antara teknik dan jiwa menjadi fondasi perjalanan kreatif Redy. Tanpa kejujuran reflektif dan kesadaran diri, teknik hanya menjadi kerja mekanis.
Melalui pendekatan ini, ia memperlihatkan bahwa seni patung dapat menjadi titik temu antara material, spiritual, dan intelektual—membuktikan bahwa logam pun mampu berbicara kepada kesadaran manusia yang lebih dalam.
(dra)
Lihat Juga :