Tren 2026: Juvelook, HILO WAVE & Dermashine Hadirkan Standar Baru Perawatan Natural
Selasa, 09 Desember 2025 - 09:40 WIB
loading...
Dunia estetika medis Indonesia sedang bergerak menuju arah baru. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dunia estetika medis Indonesia sedang bergerak menuju arah baru. Bukan sekadar mengedepankan teknologi, melainkan mengedepankan kualitas kulit sebagai fondasi utama tampilan yang sehat dan natural.
Sejalan dengan perubahan tren tersebut, sejumlah klinik mulai mengadopsi kombinasi perawatan yang kini menjadi perhatian para dokter di antaranya: Juvelook, HILO WAVE, dan Dermashine. Pendekatan ini mendapatkan perhatian lebih luas setelah dibahas dalam beberapa sesi edukasi di acara Haju Aesthetic Congress 4.0, sebuah acara yang fokus pada pembaruan pengetahuan klinis, keamanan prosedur, dan standarisasi praktik estetika.
Para dokter menyebut kombinasi ini sebagai pendekatan terintegrasi yang membantu mendukung struktur kulit, hidrasi dan distribusi bahan aktif secara lebih terukur. Berbeda dari treatment yang mengejar hasil instan, kombinasi ketiganya justru menghadirkan pendekatan bertahap dan lebih fokus pada perbaikan kualitas kulit yang alami.
Pendekatan ini membantu menjawab kebutuhan pasien masa kini yang menginginkan hasil natural, proses bertahap, dan tetap mempertahankan karakter wajah.
Salah seorang praktisi estetika dr. Tan Yuanita menjelaskan, Juvelook bekerja dari dasar kulit dan memberi hasil yang bertahap. hal ini membuat tampilan kulit lebih terawat tanpa terlihat berlebihan.
Juvelook mengandung PDLLA (Poly-D,L-Lactic Acid) dan Hyaluronic acid, dua bahan yang bekerja saling mendukung dimana PDLLA dapat membantu proses biologis kulit dalam mendukung pembentukan kolagen secara bertahap. Sementara Hyaluronic acid berperan sebagai humektan yang membantu menjaga kelembapan permukaan kulit.
“Keduanya membantu tampilan kulit menjadi lebih halus, kenyal, dan terawat tanpa perubahan bentuk drastis,” ungkapnya.
Sementara itu, HILO WAVE mengombinasikan molekul Hyaluronic Acid High dan Low, atau yang dikenal sebagai Hybrid HA. Teknologi ini digunakan untuk mendukung kelembapan dan elastisitas kulit sehingga tampilan wajah tampak lebih segar dan sehat.
Kemudian Dermashine sendiri merupakan perangkat injeksi otomatis yang membantu tenaga medis menyuntikkan bahan aktif dengan kedalaman dan volume yang konsisten, sehingga penyebarannya lebih merata dan prosedur lebih nyaman bagi pasien.
“Teknologi injeksi yang presisi mempermudah dokter dan membuat hasil lebih merata. Ini sangat membantu ketika kita ingin mendukung kualitas kulit secara keseluruhan,” imbuh dr. Tan Yuanita.
Dalam acara Haju Aesthetic Congress 4.0, kombinasi ini menjadi salah satu materi yang banyak dibahas. Para dokter sepakat bahwa industri estetika saat ini sedang bertransisi dari fokus pembentukan kontur menuju peningkatan kualitas kulit yang menyeluruh.
“Kongres ini menekankan bahwa kombinasi Juvelook, HILO WAVE dan Dermashine tidak hanya menawarkan prosedur yang efektif, tetapi juga mempromosikan nilai yang penting dalam estetika modern yakni keamanan, ketepatan teknik, evidence-based practice serta hasil yang natural sesuai karakter pasien,” ungkap Jay Won, CEO PT. Haju Medical Indonesia.
Ia menambahkan, pendekatan ini dinilai relevan bagi dokter yang ingin mengembangkan layanan berbasis skin quality tanpa menggunakan treatment yang bersifat agresif.
Menurutnya, sejak diperkenalkan, banyak tenaga medis menilai kombinasi ini sebagai pendekatan yang lebih komprehensif. Pasien pun merasakan perubahan tampilan kulit yang lebih halus, lebih lembap, dan lebih terawat meskipun tingkat perubahan tetap dapat berbeda pada setiap individu.
Dengan perkembangan diskusi dan edukasi di berbagai forum termasuk Haju Aesthetic Congress, kombinasi Juvelook, HILO WAVE, dan Dermashine semakin dianggap sebagai pendekatan yang relevan untuk era estetika yang mengutamakan skin quality.
“Kombinasi tersebut bukanlah tren sementara, tetapi langkah menuju praktik estetika yang lebih ilmiah, lebih aman, dan lebih memahami kebutuhan pasien. Kombinasi perawatan ini diharapkan membantu menjadi referensi bagi dokter dalam memberikan pilihan prosedur yang bertahap, terukur dan sesuai standar klinis, sekaligus memberikan hasil tampilan kulit yang natural dan sehat,” tutup Jay Won.
Sejalan dengan perubahan tren tersebut, sejumlah klinik mulai mengadopsi kombinasi perawatan yang kini menjadi perhatian para dokter di antaranya: Juvelook, HILO WAVE, dan Dermashine. Pendekatan ini mendapatkan perhatian lebih luas setelah dibahas dalam beberapa sesi edukasi di acara Haju Aesthetic Congress 4.0, sebuah acara yang fokus pada pembaruan pengetahuan klinis, keamanan prosedur, dan standarisasi praktik estetika.
Para dokter menyebut kombinasi ini sebagai pendekatan terintegrasi yang membantu mendukung struktur kulit, hidrasi dan distribusi bahan aktif secara lebih terukur. Berbeda dari treatment yang mengejar hasil instan, kombinasi ketiganya justru menghadirkan pendekatan bertahap dan lebih fokus pada perbaikan kualitas kulit yang alami.
Pendekatan ini membantu menjawab kebutuhan pasien masa kini yang menginginkan hasil natural, proses bertahap, dan tetap mempertahankan karakter wajah.
Salah seorang praktisi estetika dr. Tan Yuanita menjelaskan, Juvelook bekerja dari dasar kulit dan memberi hasil yang bertahap. hal ini membuat tampilan kulit lebih terawat tanpa terlihat berlebihan.
Juvelook mengandung PDLLA (Poly-D,L-Lactic Acid) dan Hyaluronic acid, dua bahan yang bekerja saling mendukung dimana PDLLA dapat membantu proses biologis kulit dalam mendukung pembentukan kolagen secara bertahap. Sementara Hyaluronic acid berperan sebagai humektan yang membantu menjaga kelembapan permukaan kulit.
“Keduanya membantu tampilan kulit menjadi lebih halus, kenyal, dan terawat tanpa perubahan bentuk drastis,” ungkapnya.
Sementara itu, HILO WAVE mengombinasikan molekul Hyaluronic Acid High dan Low, atau yang dikenal sebagai Hybrid HA. Teknologi ini digunakan untuk mendukung kelembapan dan elastisitas kulit sehingga tampilan wajah tampak lebih segar dan sehat.
Kemudian Dermashine sendiri merupakan perangkat injeksi otomatis yang membantu tenaga medis menyuntikkan bahan aktif dengan kedalaman dan volume yang konsisten, sehingga penyebarannya lebih merata dan prosedur lebih nyaman bagi pasien.
“Teknologi injeksi yang presisi mempermudah dokter dan membuat hasil lebih merata. Ini sangat membantu ketika kita ingin mendukung kualitas kulit secara keseluruhan,” imbuh dr. Tan Yuanita.
Dalam acara Haju Aesthetic Congress 4.0, kombinasi ini menjadi salah satu materi yang banyak dibahas. Para dokter sepakat bahwa industri estetika saat ini sedang bertransisi dari fokus pembentukan kontur menuju peningkatan kualitas kulit yang menyeluruh.
“Kongres ini menekankan bahwa kombinasi Juvelook, HILO WAVE dan Dermashine tidak hanya menawarkan prosedur yang efektif, tetapi juga mempromosikan nilai yang penting dalam estetika modern yakni keamanan, ketepatan teknik, evidence-based practice serta hasil yang natural sesuai karakter pasien,” ungkap Jay Won, CEO PT. Haju Medical Indonesia.
Ia menambahkan, pendekatan ini dinilai relevan bagi dokter yang ingin mengembangkan layanan berbasis skin quality tanpa menggunakan treatment yang bersifat agresif.
Menurutnya, sejak diperkenalkan, banyak tenaga medis menilai kombinasi ini sebagai pendekatan yang lebih komprehensif. Pasien pun merasakan perubahan tampilan kulit yang lebih halus, lebih lembap, dan lebih terawat meskipun tingkat perubahan tetap dapat berbeda pada setiap individu.
Dengan perkembangan diskusi dan edukasi di berbagai forum termasuk Haju Aesthetic Congress, kombinasi Juvelook, HILO WAVE, dan Dermashine semakin dianggap sebagai pendekatan yang relevan untuk era estetika yang mengutamakan skin quality.
“Kombinasi tersebut bukanlah tren sementara, tetapi langkah menuju praktik estetika yang lebih ilmiah, lebih aman, dan lebih memahami kebutuhan pasien. Kombinasi perawatan ini diharapkan membantu menjadi referensi bagi dokter dalam memberikan pilihan prosedur yang bertahap, terukur dan sesuai standar klinis, sekaligus memberikan hasil tampilan kulit yang natural dan sehat,” tutup Jay Won.
(dra)
Lihat Juga :