Dokter Jelaskan Manfaat Pilates untuk Wanita yang Memasuki Perimenopause
Senin, 15 Desember 2025 - 07:35 WIB
loading...
Pilates sangat bermanfaat untuk wanita yang memasuki perimenopause. Foto/stocksy
A
A
A
JAKARTA - Pilates kini jadi salah satu olahraga populer dan digandrungi banyak masyarakat dari berbagai kalangan usia. Olahraga ini merupakan salah satu jenis latihan yang berfokus pada kekuatan inti (core), fleksibilitas, keseimbangan, dan otot-otot tubuh.
Pilates pun sering dilakukan banyak kalangan anak muda. Padahal, pilates ini juga memiliki segudang manfaat khususnya untuk para wanita yang memasuki perimenopause hingga usia lanjut.
dr. Nahum, Dipl, CIBTAC, Sp.K.O menjelaskan kondisi masa otot pada lansia perlu menjadi perhatian. Ia mengungkap fungsi otot bisa berkurang saat memasuki usia lanjut yang tentu bisa berdampak pada penampilan dan bentuk tubuh.
Baca Juga : Heboh Tren Padel Pilates, Dokter: Kalau Mau Pilates, Pilates Aja
“Ketika masuk perimenopause ditambah dengan aging, lama-kelamaan pasti masa otot akan berkurang. Dan bukan masanya saja yang berkurang, tapi fungsi ototnya pun jadi berkurang, sedangkan lemak (tubuhnya) jadi bertambah,” ungkap dr. Nahum di Seraphim Medical Center, Gading Serpong, Banten, Sabtu (13/12/205).
dr. Nahum menjelaskan otot akan semakin memendek seiring berjalannya waktu khususnya saat memasuki usia lanjut. Adapun masalah nyeri yang kerap dirasakan wanita lansia khususnya di bagian leher akibat seringnya melakukan aktivitas di dapur.
Untuk itu, pilates memiliki manfaat untuk wanita perimenopause untuk menjaga fleksibilitas sendi dan membantu mengatasi rasa nyeri di bagian tertentu.
“Karena memang pilates itu prinsipnya ada controlling, breathing, centering. Posisi yang dari core nya. Misalnya ibu rumah tangga biasanya kan sering kerja di dapur, menyapu. Biasanya sih kendalanya banyak di neck pain-nya. Jadi makanya kita latih,” paparnya.
Baca Juga : Studi: Vitamin C dan Karotenoid Bisa Menunda Menopause hingga Satu Tahun
Meski begitu, melakukan pilates juga tak bisa asal-asalan. Dokter mengungkap pilates idealnya dilakukan 2-3 kali seminggu dengan durasi 60 menit dan porsi latihan yang sesuai.
dr. Nahum mengungkap pentingnya melakukan pilates secara private bersama instruktur yang tepat. Hal ini membuat wanita lansia mendapatkan latihan yang efektif dan sesuai kebutuhan tubuh.
“Biasanya cek postur dulu. Jadi program latihannya itu disesuaikan dengan kondisi si pasien. Kita tidak bisa samaratakan dengan general ya,” jelasnya.
Pilates pun sering dilakukan banyak kalangan anak muda. Padahal, pilates ini juga memiliki segudang manfaat khususnya untuk para wanita yang memasuki perimenopause hingga usia lanjut.
dr. Nahum, Dipl, CIBTAC, Sp.K.O menjelaskan kondisi masa otot pada lansia perlu menjadi perhatian. Ia mengungkap fungsi otot bisa berkurang saat memasuki usia lanjut yang tentu bisa berdampak pada penampilan dan bentuk tubuh.
Baca Juga : Heboh Tren Padel Pilates, Dokter: Kalau Mau Pilates, Pilates Aja
“Ketika masuk perimenopause ditambah dengan aging, lama-kelamaan pasti masa otot akan berkurang. Dan bukan masanya saja yang berkurang, tapi fungsi ototnya pun jadi berkurang, sedangkan lemak (tubuhnya) jadi bertambah,” ungkap dr. Nahum di Seraphim Medical Center, Gading Serpong, Banten, Sabtu (13/12/205).
dr. Nahum menjelaskan otot akan semakin memendek seiring berjalannya waktu khususnya saat memasuki usia lanjut. Adapun masalah nyeri yang kerap dirasakan wanita lansia khususnya di bagian leher akibat seringnya melakukan aktivitas di dapur.
Untuk itu, pilates memiliki manfaat untuk wanita perimenopause untuk menjaga fleksibilitas sendi dan membantu mengatasi rasa nyeri di bagian tertentu.
“Karena memang pilates itu prinsipnya ada controlling, breathing, centering. Posisi yang dari core nya. Misalnya ibu rumah tangga biasanya kan sering kerja di dapur, menyapu. Biasanya sih kendalanya banyak di neck pain-nya. Jadi makanya kita latih,” paparnya.
Baca Juga : Studi: Vitamin C dan Karotenoid Bisa Menunda Menopause hingga Satu Tahun
Meski begitu, melakukan pilates juga tak bisa asal-asalan. Dokter mengungkap pilates idealnya dilakukan 2-3 kali seminggu dengan durasi 60 menit dan porsi latihan yang sesuai.
dr. Nahum mengungkap pentingnya melakukan pilates secara private bersama instruktur yang tepat. Hal ini membuat wanita lansia mendapatkan latihan yang efektif dan sesuai kebutuhan tubuh.
“Biasanya cek postur dulu. Jadi program latihannya itu disesuaikan dengan kondisi si pasien. Kita tidak bisa samaratakan dengan general ya,” jelasnya.
(wur)
Lihat Juga :