MURI Catat Pembangunan Gereja Katolik Tercepat oleh Himpunan Bersatu Teguh
Rabu, 17 Desember 2025 - 12:41 WIB
loading...
Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) mencatat pembangunan gereja Katolik tercepat di Indonesia yang dilakukan melalui dukungan Himpunan Bersatu Teguh (HBT). Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) mencatat pembangunan gereja Katolik tercepat di Indonesia yang dilakukan melalui dukungan Himpunan Bersatu Teguh (HBT). Gereja St. Maria Goreti yang berada di bawah Paroki Santo Petrus dan Paulus ini dibangun dalam kurun waktu empat bulan bersama partisipasi aktif umat setempat.
Gereja yang berlokasi di Lurasik, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut resmi ditahbiskan pada 15 Desember 2025. Pentabisan dipimpin Kardinal Indonesia Mgr. Dr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, PR, didampingi Uskup Keuskupan Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, PR.
Peresmian gereja turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Gubernur NTT Melki Laka Lena, Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, Ketua Umum HBT Andreas Sofiandi, Bupati TTU Yosep Falentinus Kebo, Bupati Belu Willybrodus Lay, Wakil Bupati Malaka Henri Simu, unsur Forkopimda, para imam, para donatur, serta ribuan umat dari berbagai wilayah.
Rangkaian acara diawali dengan peresmian Taman Doa Santo Lambertus dan Bukit Andreas, serta Lopo yang didonasikan oleh klinik kecantikan Erha. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberkatan Gereja St. Maria Goreti. Prosesi simbolis penyerahan kunci gereja dilakukan oleh Ketua Umum HBT kepada Kardinal Ignatius Suharyo, yang selanjutnya diserahkan kepada Uskup Keuskupan Atambua, disusul pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.
Dalam sambutannya, Ketua Umum HBT Andreas Sofiandi menyampaikan bahwa selain pembangunan gereja, HBT bersama para donatur juga menyalurkan bantuan sosial berupa operasi katarak gratis bagi ratusan warga setempat. Hingga kini, organisasi tersebut tercatat telah membantu pembangunan maupun renovasi sembilan gereja di berbagai daerah di Indonesia.
Andreas Sofiandi menjelaskan, pembangunan Gereja St. Maria Goreti dimulai dengan peletakan batu pertama pada 15 Agustus 2025 dan diselesaikan sesuai target pada 15 Desember 2025, agar dapat digunakan umat pada perayaan Natal. Ia menambahkan, sebagian besar material pembangunan menggunakan bahan lokal, sementara sejumlah kebutuhan lainnya didatangkan dari Jakarta dan dikirim sebagai donasi oleh PT TEMAS Tbk. Seluruh proses pembangunan dilakukan dengan semangat gotong royong dan pelayanan.
Gereja yang berlokasi di Lurasik, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut resmi ditahbiskan pada 15 Desember 2025. Pentabisan dipimpin Kardinal Indonesia Mgr. Dr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, PR, didampingi Uskup Keuskupan Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, PR.
Peresmian gereja turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Gubernur NTT Melki Laka Lena, Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, Ketua Umum HBT Andreas Sofiandi, Bupati TTU Yosep Falentinus Kebo, Bupati Belu Willybrodus Lay, Wakil Bupati Malaka Henri Simu, unsur Forkopimda, para imam, para donatur, serta ribuan umat dari berbagai wilayah.
Rangkaian acara diawali dengan peresmian Taman Doa Santo Lambertus dan Bukit Andreas, serta Lopo yang didonasikan oleh klinik kecantikan Erha. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberkatan Gereja St. Maria Goreti. Prosesi simbolis penyerahan kunci gereja dilakukan oleh Ketua Umum HBT kepada Kardinal Ignatius Suharyo, yang selanjutnya diserahkan kepada Uskup Keuskupan Atambua, disusul pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.
Dalam sambutannya, Ketua Umum HBT Andreas Sofiandi menyampaikan bahwa selain pembangunan gereja, HBT bersama para donatur juga menyalurkan bantuan sosial berupa operasi katarak gratis bagi ratusan warga setempat. Hingga kini, organisasi tersebut tercatat telah membantu pembangunan maupun renovasi sembilan gereja di berbagai daerah di Indonesia.
Andreas Sofiandi menjelaskan, pembangunan Gereja St. Maria Goreti dimulai dengan peletakan batu pertama pada 15 Agustus 2025 dan diselesaikan sesuai target pada 15 Desember 2025, agar dapat digunakan umat pada perayaan Natal. Ia menambahkan, sebagian besar material pembangunan menggunakan bahan lokal, sementara sejumlah kebutuhan lainnya didatangkan dari Jakarta dan dikirim sebagai donasi oleh PT TEMAS Tbk. Seluruh proses pembangunan dilakukan dengan semangat gotong royong dan pelayanan.
(dra)
Lihat Juga :