Libur Akhir Tahun Aman dan Nyaman di Tengah Cuaca Ekstrem, Ini Tipsnya
Jum'at, 19 Desember 2025 - 12:01 WIB
loading...
Foto Ilustrasi/Fearless Travel
A
A
A
JAKARTA - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), antusiasme masyarakat untuk bepergian dan berwisata biasanya meningkat. Namun, kondisi cuaca ekstrem yang belakangan sering terjadi menjadi tantangan tersendiri bagi para wisatawan.
Untuk itu, Dosen Pariwisata Universitas Airlangga (UNAIR), Novianto Edi Suharno membagikan sejumlah tips penting agar liburan tetap aman dan nyaman. Ia menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam merencanakan perjalanan wisata, terutama di tengah cuaca tak menentu.
Wisatawan dinilai perlu memiliki fleksibilitas dalam menyusun rencana perjalanan. Jika cuaca tidak memungkinkan, lebih baik menunda atau mengubah tujuan wisata agar tidak menimbulkan risiko. Salah satu langkah penting yang disarankan adalah memantau informasi cuaca secara berkala, khususnya di daerah tujuan.
Baca Juga : Pariwisata Indonesia Bertumbuh Pesat Sepanjang 2025, Raup Devisa USD18,5 Miliar
Perubahan cuaca yang cepat dapat memengaruhi keamanan perjalanan, baik di jalur darat, laut, maupun udara. Bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi, Novianto mengingatkan agar memilih kendaraan yang sesuai dengan medan perjalanan.
Misalnya, menghindari kendaraan yang tidak cocok untuk wilayah pegunungan atau jalur licin. Sementara itu, pemilihan akomodasi juga sebaiknya mempertimbangkan fleksibilitas, seperti adanya kebijakan pembatalan atau penjadwalan ulang jika terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem.
"Prinsip utamanya ya kita harus mengutamakan keselamatan terlebih dahulu, bukan lagi rencana perjalanan wisatanya. Kemungkinan kita masih juga punya waktu untuk mengunjungi di lain waktu atau lain bulan,” tegasnya.
Baca Juga : Kemenpar Sediakan Paket Wisata dan Dorong Diskon Tiket untuk Hadapi Libur Nataru
Novianto juga menyarankan agar wisatawan lebih selektif menentukan destinasi wisata. Misalnya dengan memilih destinasi wisata dalam ruangan jika cuaca tak bersahabat.
Jika ingin berwisata alam, wisatawan perlu memastikan bahwa destinasi tersebut memiliki pengelolaan yang baik, termasuk jalur evakuasi dan sistem peringatan dini bencana. Ia juga menekankan pentingnya memahami prosedur keselamatan di lokasi wisata, terutama bagi pengunjung yang melakukan aktivitas luar ruang seperti pendakian atau wisata alam terbuka.
Jika kondisi cuaca memburuk, aktivitas sebaiknya segera dihentikan demi keselamatan bersama. Menurut Novianto, dengan perencanaan yang matang, sikap waspada, serta kesiapan menghadapi perubahan kondisi, libur Nataru tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan keselamatan.
Ia berharap masyarakat semakin sadar bahwa liburan yang aman dan nyaman tidak hanya ditentukan oleh destinasi yang menarik, tetapi juga oleh kesiapan wisatawan dalam menghadapi situasi yang tidak terduga, termasuk cuaca ekstrem yang kini semakin sering terjadi.
Untuk itu, Dosen Pariwisata Universitas Airlangga (UNAIR), Novianto Edi Suharno membagikan sejumlah tips penting agar liburan tetap aman dan nyaman. Ia menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam merencanakan perjalanan wisata, terutama di tengah cuaca tak menentu.
Wisatawan dinilai perlu memiliki fleksibilitas dalam menyusun rencana perjalanan. Jika cuaca tidak memungkinkan, lebih baik menunda atau mengubah tujuan wisata agar tidak menimbulkan risiko. Salah satu langkah penting yang disarankan adalah memantau informasi cuaca secara berkala, khususnya di daerah tujuan.
Baca Juga : Pariwisata Indonesia Bertumbuh Pesat Sepanjang 2025, Raup Devisa USD18,5 Miliar
Perubahan cuaca yang cepat dapat memengaruhi keamanan perjalanan, baik di jalur darat, laut, maupun udara. Bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi, Novianto mengingatkan agar memilih kendaraan yang sesuai dengan medan perjalanan.
Misalnya, menghindari kendaraan yang tidak cocok untuk wilayah pegunungan atau jalur licin. Sementara itu, pemilihan akomodasi juga sebaiknya mempertimbangkan fleksibilitas, seperti adanya kebijakan pembatalan atau penjadwalan ulang jika terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem.
"Prinsip utamanya ya kita harus mengutamakan keselamatan terlebih dahulu, bukan lagi rencana perjalanan wisatanya. Kemungkinan kita masih juga punya waktu untuk mengunjungi di lain waktu atau lain bulan,” tegasnya.
Baca Juga : Kemenpar Sediakan Paket Wisata dan Dorong Diskon Tiket untuk Hadapi Libur Nataru
Novianto juga menyarankan agar wisatawan lebih selektif menentukan destinasi wisata. Misalnya dengan memilih destinasi wisata dalam ruangan jika cuaca tak bersahabat.
Jika ingin berwisata alam, wisatawan perlu memastikan bahwa destinasi tersebut memiliki pengelolaan yang baik, termasuk jalur evakuasi dan sistem peringatan dini bencana. Ia juga menekankan pentingnya memahami prosedur keselamatan di lokasi wisata, terutama bagi pengunjung yang melakukan aktivitas luar ruang seperti pendakian atau wisata alam terbuka.
Jika kondisi cuaca memburuk, aktivitas sebaiknya segera dihentikan demi keselamatan bersama. Menurut Novianto, dengan perencanaan yang matang, sikap waspada, serta kesiapan menghadapi perubahan kondisi, libur Nataru tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan keselamatan.
Ia berharap masyarakat semakin sadar bahwa liburan yang aman dan nyaman tidak hanya ditentukan oleh destinasi yang menarik, tetapi juga oleh kesiapan wisatawan dalam menghadapi situasi yang tidak terduga, termasuk cuaca ekstrem yang kini semakin sering terjadi.
(wur)
Lihat Juga :