Deteksi Dini Kanker Prostat Kini Lebih Akurat Berkat Teknologi Biopsi Robotik
Sabtu, 20 Desember 2025 - 17:09 WIB
loading...
Peluncuran Siloam Robotic Center di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2025). Foto/Annastasya.
A
A
A
JAKARTA - Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang pria, terutama usia di atas 50 tahun. Prostat merupakan kelenjar kecil yang terletak di bawah kandung kemih dan berfungsi memproduksi cairan yang menutrisi dan melindungi sperma, serta membantu mengontrol aliran urine.
Deteksi dini kanker prostat sangat penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan memperbaiki kualitas hidup penderita. Akurasi dalam deteksi awal menjadi acuan untuk mengetahui pengobatan lanjutan yang dibutuhkan pasien.
Baca juga: Vidi Aldiano Takut Wariskan Gen Kanker ke Anaknya
dr. Marto Sugiono, SpU (K), FRCS-Urology (UK) Dokter spesialis Urologi menjelaskan era baru biopsi kanker prostat dengan alat robotik, Biobot Monalisa Transperineal MRI-Fusion Prostate System. Alat robotik ini mampu mendeteksi kanker prostat lebih detail dengan akurasi yang tinggi.
“Ini alat untuk biopsi prostat dengan sangat presisi, peningkatan akurasi untuk mendeteksi tumor dengan ukuran 5 mm saja itu sekitar 90 persen ke atas dibandingkan zaman dulu yang (prosedurnya) meningkatkan risiko infeksi,” jelas dr. Marto di Peluncuran Siloam Robotic Center di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2025).
Baca juga: Raja Charles III Kalah Melawan Kanker, Penampilan Fisiknya Ditutupi Makeup
dr. Marto menjelaskan biopsi dengan Biobot Monalisa ini dapat mendeteksi kanker agresif lebih tinggi dibandingkan biopsi konvensional. Alat robotik ini juga dapat menjangkau area prostat yang sulit dicapai dengan teknik standar.
Selain itu, alat robotik ini juga meminimalisir rasa nyeri pada pasien dan mengurangi risiko infeksi.
“Nyeri minimal, lebih nyaman, dan sangat efektif sebagai bagian dari surveillance. Biopsi ini juga lebih aman dibanding transrektal karena menurunkan risiko infeksi,” tambahnya.
Berbagai studi global menyatakan teknologi operasi dan biopsi robotik memberikan sejumlah keuntungan, yaitu tingkat akurasi yang lebih tinggi, pengendalian instrumen yang lebih stabil, penglihatan tiga dimensi berkualitas tinggi, serta kemampuan menjangkau area yang sulit dicapai oleh tangan manusia.
Kombinasi semua keunggulan itu membuat prosedur robotik mampu meningkatkan kenyamanan pasien melalui minimalisasi rasa nyeri, percepatan proses pemulihan, serta peningkatkan hasil klinis jangka panjang.
Deteksi dini kanker prostat sangat penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan memperbaiki kualitas hidup penderita. Akurasi dalam deteksi awal menjadi acuan untuk mengetahui pengobatan lanjutan yang dibutuhkan pasien.
Baca juga: Vidi Aldiano Takut Wariskan Gen Kanker ke Anaknya
dr. Marto Sugiono, SpU (K), FRCS-Urology (UK) Dokter spesialis Urologi menjelaskan era baru biopsi kanker prostat dengan alat robotik, Biobot Monalisa Transperineal MRI-Fusion Prostate System. Alat robotik ini mampu mendeteksi kanker prostat lebih detail dengan akurasi yang tinggi.
“Ini alat untuk biopsi prostat dengan sangat presisi, peningkatan akurasi untuk mendeteksi tumor dengan ukuran 5 mm saja itu sekitar 90 persen ke atas dibandingkan zaman dulu yang (prosedurnya) meningkatkan risiko infeksi,” jelas dr. Marto di Peluncuran Siloam Robotic Center di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2025).
Baca juga: Raja Charles III Kalah Melawan Kanker, Penampilan Fisiknya Ditutupi Makeup
dr. Marto menjelaskan biopsi dengan Biobot Monalisa ini dapat mendeteksi kanker agresif lebih tinggi dibandingkan biopsi konvensional. Alat robotik ini juga dapat menjangkau area prostat yang sulit dicapai dengan teknik standar.
Selain itu, alat robotik ini juga meminimalisir rasa nyeri pada pasien dan mengurangi risiko infeksi.
“Nyeri minimal, lebih nyaman, dan sangat efektif sebagai bagian dari surveillance. Biopsi ini juga lebih aman dibanding transrektal karena menurunkan risiko infeksi,” tambahnya.
Berbagai studi global menyatakan teknologi operasi dan biopsi robotik memberikan sejumlah keuntungan, yaitu tingkat akurasi yang lebih tinggi, pengendalian instrumen yang lebih stabil, penglihatan tiga dimensi berkualitas tinggi, serta kemampuan menjangkau area yang sulit dicapai oleh tangan manusia.
Kombinasi semua keunggulan itu membuat prosedur robotik mampu meningkatkan kenyamanan pasien melalui minimalisasi rasa nyeri, percepatan proses pemulihan, serta peningkatkan hasil klinis jangka panjang.
(nnz)
Lihat Juga :