Seni Gambar Bambang Asrini tentang Ibu dan Nilai Kebangsaan
Sabtu, 20 Desember 2025 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
“Kegelisahan yang selama ini ditulis dalam bentuk teks, sekarang diekspresikan melalui bahasa visual dalam bentuk drawing. Karyanya melalui berbagai tanda visual mengingatkan akan berbagai masalah di Indonesia. Yang jika dibiarkan, cita-cita luhur pendiri bangsa ini bakal kandas oleh ulah oligarkhi dan elite politik”, ujar Ilham.
Ilham menyatakan juga bahwa pameran Motherland ini, mengajak kita untuk kembali memakmurkan Ibu Pertiwi, membangun negeri yang telah susah payah dimerdekakan oleh para pendiri bangsa dengan mempertaruhkan harta benda, darah, keringat, dan nyawa.
Saat sama penulis lain, dalam katalog pameran, Aendra Medita, seorang seniman, jurnalis senior dan Founder seni.co.id, menyatakan bahwa keseluruhan pameran Motherland, menunjukkan bagaimana drawing sebagai medium dasar seni rupa memiliki kekuatan yang khas. Garis yang spontan, cepat, namun bermakna, memungkinkan perupa menghadirkan suasana batin, gejolak sosial, dan ingatan sejarah secara bersamaan.
“Mixed media yang digunakan Bambang menambah kedalaman tekstur visual, mempertegas bahwa identitas bangsa pun sejatinya adalah kolase dari banyak lapisan pengalaman dan nilai," kata Aendra dalam keterangannya.
“Karya-karya Bambang mengajak kita menundukkan kepala sejenak, membiarkan diri disentuh oleh ingatan, kemudian bangkit dengan kejelasan baru tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana bangsa ini hendak melangkah," pungkas Aendra.
Ilham menyatakan juga bahwa pameran Motherland ini, mengajak kita untuk kembali memakmurkan Ibu Pertiwi, membangun negeri yang telah susah payah dimerdekakan oleh para pendiri bangsa dengan mempertaruhkan harta benda, darah, keringat, dan nyawa.
Saat sama penulis lain, dalam katalog pameran, Aendra Medita, seorang seniman, jurnalis senior dan Founder seni.co.id, menyatakan bahwa keseluruhan pameran Motherland, menunjukkan bagaimana drawing sebagai medium dasar seni rupa memiliki kekuatan yang khas. Garis yang spontan, cepat, namun bermakna, memungkinkan perupa menghadirkan suasana batin, gejolak sosial, dan ingatan sejarah secara bersamaan.
“Mixed media yang digunakan Bambang menambah kedalaman tekstur visual, mempertegas bahwa identitas bangsa pun sejatinya adalah kolase dari banyak lapisan pengalaman dan nilai," kata Aendra dalam keterangannya.
“Karya-karya Bambang mengajak kita menundukkan kepala sejenak, membiarkan diri disentuh oleh ingatan, kemudian bangkit dengan kejelasan baru tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana bangsa ini hendak melangkah," pungkas Aendra.
(nnz)
Lihat Juga :