Jangan Anggap Sepele, Perut Buncit Bisa Jadi Alarm Bahaya Kesehatan Jantung
Minggu, 21 Desember 2025 - 07:45 WIB
loading...
Perut buncit bisa memicu munculnya berbagai penyakit. Foto/Livemint
A
A
A
JAKARTA - Perut buncit yang dialami pria biasanya dianggap sebagai hal yang wajar. Padahal berdasarkan penelitian, lemak yang menumpuk di bagian perut ini bisa berdampak serius pada Kesehatan.
Dikutip dari Healthline, studi yang dipresentasikan dalam Radiological Society of North America (RSNA) menemukan adanya hubungan antara obesitas perut dengan perubahan struktur jantung, terutama pada pria.
Penelitian ini menyoroti bahwa lemak visceral (lemak yang tersimpan di sekitar organ dalam perut) berkaitan dengan tanda-tanda awal kerusakan jantung. Meski sebelum muncul gejala penyakit jantung yang jelas.
Baca Juga : Perut Buncit Bukan Tanda Kesuksesan, Waspadai Penuaan Otak
Para peneliti menggunakan scan MRI jantung untuk melihat bagaimana lemak perut mempengaruhi struktur dan fungsi jantung. Hasilnya menunjukkan bahwa pria dengan lingkar perut lebih besar cenderung mengalami penebalan otot jantung dan perubahan pada ukuran ruang jantung.
Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan jantung dalam memompa darah secara efisien. Menariknya, perubahan ini bisa terjadi meski seseorang belum terdiagnosis penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.
Artinya, perut buncit dapat menjadi salah satu tanda peringatan dini bahwa jantung sedang berada dalam tekanan. Para peneliti menjelaskan bahwa lemak visceral bersifat lebih aktif secara metabolik dibanding lemak di area tubuh lain.
Baca Juga : Waspada Perut Buncit, Ini 5 Makanan yang Bisa Bantu Cegah Obesitas
Lemak jenis ini dapat memicu peradangan kronis dan memengaruhi kerja hormon, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kesehatan jantung. Inilah yang membuat perut buncit dianggap lebih berbahaya dibanding kelebihan berat badan secara umum.
Penelitian ini juga menegaskan bahwa risiko tersebut lebih berbahaya terjadi pada pria dibanding wanita. Hal itu karena pria lebih cenderung menyimpan lemak di area perut, sementara wanita biasanya menyimpan lemak di pinggul dan paha.
Namun para ahli menjelaskan bahwa kondisi ini masih dapat diubah dengan perubahan gaya hidup sederhana. Misalnya dengan meningkatkan aktivitas fisik, menjaga pola makan seimbang, mengurangi konsumsi alkohol, dan mengelola stres yang dapat membantu mengurangi lemak visceral.
Bahkan penurunan berat badan dalam jumlah kecil juga sudah dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan jantung. Untuk itu, menjaga lingkar perut bukan hanya demi penampilan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan.
Dikutip dari Healthline, studi yang dipresentasikan dalam Radiological Society of North America (RSNA) menemukan adanya hubungan antara obesitas perut dengan perubahan struktur jantung, terutama pada pria.
Penelitian ini menyoroti bahwa lemak visceral (lemak yang tersimpan di sekitar organ dalam perut) berkaitan dengan tanda-tanda awal kerusakan jantung. Meski sebelum muncul gejala penyakit jantung yang jelas.
Baca Juga : Perut Buncit Bukan Tanda Kesuksesan, Waspadai Penuaan Otak
Para peneliti menggunakan scan MRI jantung untuk melihat bagaimana lemak perut mempengaruhi struktur dan fungsi jantung. Hasilnya menunjukkan bahwa pria dengan lingkar perut lebih besar cenderung mengalami penebalan otot jantung dan perubahan pada ukuran ruang jantung.
Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan jantung dalam memompa darah secara efisien. Menariknya, perubahan ini bisa terjadi meski seseorang belum terdiagnosis penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.
Artinya, perut buncit dapat menjadi salah satu tanda peringatan dini bahwa jantung sedang berada dalam tekanan. Para peneliti menjelaskan bahwa lemak visceral bersifat lebih aktif secara metabolik dibanding lemak di area tubuh lain.
Baca Juga : Waspada Perut Buncit, Ini 5 Makanan yang Bisa Bantu Cegah Obesitas
Lemak jenis ini dapat memicu peradangan kronis dan memengaruhi kerja hormon, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kesehatan jantung. Inilah yang membuat perut buncit dianggap lebih berbahaya dibanding kelebihan berat badan secara umum.
Penelitian ini juga menegaskan bahwa risiko tersebut lebih berbahaya terjadi pada pria dibanding wanita. Hal itu karena pria lebih cenderung menyimpan lemak di area perut, sementara wanita biasanya menyimpan lemak di pinggul dan paha.
Namun para ahli menjelaskan bahwa kondisi ini masih dapat diubah dengan perubahan gaya hidup sederhana. Misalnya dengan meningkatkan aktivitas fisik, menjaga pola makan seimbang, mengurangi konsumsi alkohol, dan mengelola stres yang dapat membantu mengurangi lemak visceral.
Bahkan penurunan berat badan dalam jumlah kecil juga sudah dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan jantung. Untuk itu, menjaga lingkar perut bukan hanya demi penampilan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan.
(wur)
Lihat Juga :