Maknai Hari Ibu: Pentingnya Dukungan bagi Perempuan di Setiap Fase Keibuan
Senin, 22 Desember 2025 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
Selain aspek emosional, asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang juga tidak bisa dipisahkan dari kesejahteraan moms secara menyeluruh. Temuan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat bahwa masalah gizi pada ibu hamil masih cukup tinggi, dengan hampir 3 dari 10 ibu hamil mengalami anemia dan 17% berisiko mengalami Kurang Energi Kronik (KEK). Sampel studi yang dimuat dalam Medical Journal of Indonesia (2017) juga mengungkap bahwa sekitar 80% ibu hamil masih memiliki asupan protein yang belum mencukupi, padahal protein berperan penting dalam pembentukan jaringan tubuh ibu dan janin. Berbagai tantangan ini tidak hanya berdampak pada kehamilan dan pertumbuhan bayi, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap tingkat energi, daya tahan tubuh, suasana hati, serta keseharian seorang ibu.
dr. Muhammad Fadli, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, menegaskan bahwa kebutuhan nutrisi lengkap untuk moms wajib terpenuhi sempurna di setiap tahap, mulai dari saat persiapan atau program hamil, 9 bulan masa kehamilan, hingga selama menyusui. “Kehamilan itu dinamis. Kebutuhan nutrisi setiap moms berbeda dan berubah sesuai fase. Jadi jangan samakan kehamilan diri sendiri dengan orang lain,” tuturnya.
Perjalanan luar biasa menjadi Ibu dimulai bahkan sebelum kehidupan baru terbentuk. Di momen persiapan kehamilan, asupan Protein dan Asam Folat bukan sekadar nutrisi, melainkan investasi awal untuk memastikan kualitas sel telur dan kesiapan jaringan calon bayi. Persiapan yang matang di fase ini menjadi fondasi agar janin dapat bertumbuh optimal sejak detik pertama pembuahan.
Memasuki masa kehamilan, tantangan fisik moms juga meningkat. Protein, Asam Folat, DHA, Zat Besi, dan Kalsium yang cukup adalah wajib untuk menjaga stamina ibu sekaligus mendukung tumbuh kembang janin. Memahami dinamika trimester awal yang kerap diiringi morning sickness (mual dan muntah), dukungan kombinasi Protein dan Vitamin B6 menjadi solusi efektif untuk meredakan rasa tidak nyaman, sehingga moms tetap dapat beraktivitas.
“Pemenuhan nutrisi yang lengkap dan seimbang bukan tanpa alasan. Hal ini juga merupakan langkah preventif yang krusial untuk memastikan proses kehamilan berjalan optimal hingga persalinan, sekaligus menekan risiko bayi lahir prematur dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR),” tambah dr. Muhammad Fadli.
dr. Muhammad Fadli, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, menegaskan bahwa kebutuhan nutrisi lengkap untuk moms wajib terpenuhi sempurna di setiap tahap, mulai dari saat persiapan atau program hamil, 9 bulan masa kehamilan, hingga selama menyusui. “Kehamilan itu dinamis. Kebutuhan nutrisi setiap moms berbeda dan berubah sesuai fase. Jadi jangan samakan kehamilan diri sendiri dengan orang lain,” tuturnya.
Perjalanan luar biasa menjadi Ibu dimulai bahkan sebelum kehidupan baru terbentuk. Di momen persiapan kehamilan, asupan Protein dan Asam Folat bukan sekadar nutrisi, melainkan investasi awal untuk memastikan kualitas sel telur dan kesiapan jaringan calon bayi. Persiapan yang matang di fase ini menjadi fondasi agar janin dapat bertumbuh optimal sejak detik pertama pembuahan.
Memasuki masa kehamilan, tantangan fisik moms juga meningkat. Protein, Asam Folat, DHA, Zat Besi, dan Kalsium yang cukup adalah wajib untuk menjaga stamina ibu sekaligus mendukung tumbuh kembang janin. Memahami dinamika trimester awal yang kerap diiringi morning sickness (mual dan muntah), dukungan kombinasi Protein dan Vitamin B6 menjadi solusi efektif untuk meredakan rasa tidak nyaman, sehingga moms tetap dapat beraktivitas.
“Pemenuhan nutrisi yang lengkap dan seimbang bukan tanpa alasan. Hal ini juga merupakan langkah preventif yang krusial untuk memastikan proses kehamilan berjalan optimal hingga persalinan, sekaligus menekan risiko bayi lahir prematur dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR),” tambah dr. Muhammad Fadli.
Lihat Juga :