WFA Bikin Libur Nataru Tetap Produktif, Karyawan Ramai Ngantor di Kafe dan Mal Jakarta
Senin, 29 Desember 2025 - 16:20 WIB
loading...
Para karyawan asyik bekerja dari sebuah kafe. Foto: IMG/Mei Sada Sirait
A
A
A
JAKARTA - Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah tampak mendorong pergerakan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru. Seperti yang tampak di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, beberapa cafe tampak dimanfaatkan para pekerja untuk bekerja dari mana saja.
Pantauan iNews Media Group di Grand Indonesia pada Senin (29/12/2025) sejumlah pengunjung tampak membawa perangkat kerja seperti laptop dan ponsel. Mereka terlihat bekerja dari ruang publik yang menyediakan akses internet seperti di kafe.
![WFA Bikin Libur Nataru Tetap Produktif, Karyawan Ramai “Ngantor” di Kafe dan Mal Jakarta]()
Rafi mengaku memilih melakukan WFA selama libur Nataru agar tetap produktif.
Foto/Mei Sada Sirait
Salah satu pengunjung yang merupakan pekerja di sebuah perusahaan logistik di Jakarta bernama Rafi mengaku memilih melakukan WFA selama libur Nataru agar tetap produktif tanpa harus menunda rencana liburan. Ia menilai kebijakan ini sangat cocok diterapkan di Jakarta, apalagi dengan lalu lintasnya yang terkenal macet.
Baca Juga : Pengusaha Dukung Work From Anywhere Akhir Tahun 2025, Tapi dengan Catatan
"Kebijakan itu bagus untuk karyawan atau pekerja di Jakarta karena kita tau sendiri Jakarta itu kan macet. Untuk kebijakan ini kita harus sambut baik terutama perusahaan seharusnya mengikuti aturan ini," ujar Rafi.
Ia berharap kebijakan ini nantinya tidak hanya berlaku saat musim liburan. Karena menurutnya, bekerja tidak hanya dinilai dari kehadiran secara fisik saja, namun juga hasil kerjanya.
"Harapannya kantor atau perusahaan bisa ikuti aturan ini memberikan kelonggaran untuk karyawannya bisa WFA, kan yang dilihat bukan kedatangan diri kita aja tapi hasil kerjanya," pungkas Rafi.
Baca Juga : Arus Balik Nataru Diprediksi Geser ke 4 Januari 2026, Kakorlantas: Ada Kebijakan WFA
Diketahui, kebijakan WFA ini sebelumnya disampaikan Menteri Pariwisata sebagai salah satu upaya untuk memperkuat pergerakan wisatawan domestik, khususnya pada momentum libur panjang akhir tahun. Dengan WFA, masyarakat memiliki waktu yang lebih fleksibel untuk bepergian tanpa harus mengambil cuti penuh.
Pemerintah berharap kebijakan WFA dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga pergerakan wisatawan tetap merata dan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata, selama periode libur panjang.
Menpar menjelaskan, kampanye ini juga sejalan dengan program “BINA Indonesia Great Sale 2025: Wisata Belanja di Indonesia” yang menawarkan beragam diskon menarik untuk meningkatkan minat wisata belanja masyarakat. Program yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 ini melibatkan 80 ribu gerai, 800 merek, dan lebih dari 400 pusat perbelanjaan di 24 provinsi dengan penawaran diskon 20–80 persen.
Khusus bagi wisatawan mancanegara, disediakan pula fasilitas pengembalian pajak (tax refund) sebesar 11 persen. "Sinergi antara produktivitas kerja dan momentum belanja nasional ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi pariwisata dan perdagangan,” ujar Menpar Widiyanti.
Pantauan iNews Media Group di Grand Indonesia pada Senin (29/12/2025) sejumlah pengunjung tampak membawa perangkat kerja seperti laptop dan ponsel. Mereka terlihat bekerja dari ruang publik yang menyediakan akses internet seperti di kafe.

Rafi mengaku memilih melakukan WFA selama libur Nataru agar tetap produktif.
Foto/Mei Sada Sirait
Salah satu pengunjung yang merupakan pekerja di sebuah perusahaan logistik di Jakarta bernama Rafi mengaku memilih melakukan WFA selama libur Nataru agar tetap produktif tanpa harus menunda rencana liburan. Ia menilai kebijakan ini sangat cocok diterapkan di Jakarta, apalagi dengan lalu lintasnya yang terkenal macet.
Baca Juga : Pengusaha Dukung Work From Anywhere Akhir Tahun 2025, Tapi dengan Catatan
"Kebijakan itu bagus untuk karyawan atau pekerja di Jakarta karena kita tau sendiri Jakarta itu kan macet. Untuk kebijakan ini kita harus sambut baik terutama perusahaan seharusnya mengikuti aturan ini," ujar Rafi.
Ia berharap kebijakan ini nantinya tidak hanya berlaku saat musim liburan. Karena menurutnya, bekerja tidak hanya dinilai dari kehadiran secara fisik saja, namun juga hasil kerjanya.
"Harapannya kantor atau perusahaan bisa ikuti aturan ini memberikan kelonggaran untuk karyawannya bisa WFA, kan yang dilihat bukan kedatangan diri kita aja tapi hasil kerjanya," pungkas Rafi.
Baca Juga : Arus Balik Nataru Diprediksi Geser ke 4 Januari 2026, Kakorlantas: Ada Kebijakan WFA
Diketahui, kebijakan WFA ini sebelumnya disampaikan Menteri Pariwisata sebagai salah satu upaya untuk memperkuat pergerakan wisatawan domestik, khususnya pada momentum libur panjang akhir tahun. Dengan WFA, masyarakat memiliki waktu yang lebih fleksibel untuk bepergian tanpa harus mengambil cuti penuh.
Pemerintah berharap kebijakan WFA dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga pergerakan wisatawan tetap merata dan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata, selama periode libur panjang.
Menpar menjelaskan, kampanye ini juga sejalan dengan program “BINA Indonesia Great Sale 2025: Wisata Belanja di Indonesia” yang menawarkan beragam diskon menarik untuk meningkatkan minat wisata belanja masyarakat. Program yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 ini melibatkan 80 ribu gerai, 800 merek, dan lebih dari 400 pusat perbelanjaan di 24 provinsi dengan penawaran diskon 20–80 persen.
Khusus bagi wisatawan mancanegara, disediakan pula fasilitas pengembalian pajak (tax refund) sebesar 11 persen. "Sinergi antara produktivitas kerja dan momentum belanja nasional ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi pariwisata dan perdagangan,” ujar Menpar Widiyanti.
(wur)
Lihat Juga :