Langkah Membumi Bikin Aksi Nyata untuk Bumi yang Lebih Lestari
Jum'at, 02 Januari 2026 - 09:57 WIB
loading...
Blibli Tiket Action kembali menghadirkan Langkah Membumi Ecoground 2025, yaitu program keberlanjutan tahunan yang kini memasuki tahun keempat. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Blibli Tiket Action kembali menghadirkan Langkah Membumi Ecoground 2025, yaitu program keberlanjutan tahunan yang kini memasuki tahun keempat. Langkah Membumi Ecoground 2025 tampil dengan wajah baru yang lebih segar, aplikatif, dan relevan dengan tren gaya hidup masa kini.
Setelah berlangsung pada awal November lalu, Impact Report Langkah Membumi Ecoground 2025 hadir sebagai sebuah refleksi. Laporan ini merangkum upaya dan pembelajaran dari penyelenggaraan acara selama dua hari yang mempertemukan olahraga, komunitas, dan gaya hidup berkelanjutan. Juga merekam peran ruang publik dalam membuka percakapan dan mendorong partisipasi kolektif untuk bumi yang lebih tangguh.
Langkah Membumi Ecoground dikemas sebagai sebuah acara keberlanjutan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui empat zona utama di Langkah Membumi Ecoground, Eco Motion, Eco Market, Eco Labs, dan Eco Stage, para pengunjung diajak untuk mengalami langsung bagaimana aktivitas sehari-hari dapat menjadi langkah kecil menuju perubahan besar bagi bumi. Baca juga: Indonesia Perjuangkan 7 Agenda Kunci Kebijakan Iklim Dunia di COP30 Brasil
Impact Report menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. ”Ketika ruang publik dirancang dengan lebih bertanggung jawab, maka bisa membantu membangun kebiasaan baru dimulai dari pilihan-pilihan sederhana dalam keseharian,” kata COO & Co-Founder Blibli, Lisa Widpdo, Jumat (2/1/2026).
Pernyataan tersebut tercermin dalam cara Langkah Membumi merancang keseluruhan pengalaman acara dengan mengusung Langkah Membumi Ecoground: CollaborAction for the Earth. Keberlanjutan tidak ditempatkan sebagai pesan tambahan, melainkan sebagai bagian dari keputusan operasional sehari-hari mulai dari pemilihan material, pengelolaan limbah, hingga penyediaan fasilitas publik.
Bekerja sama dengan Life Cycle Indonesia (LCI) sebagai mitra dampak keberlanjutan, dilakukan evaluasi dampak secara menyeluruh berbasis ISO 14040/44 LCA dan ISO 14075 untuk aspek sosial. Kolaborasi ini memperkuat komitmen Blibli terhadap tanggung jawab lingkungan dan sosial, meningkatkan transparansi, serta membuka peluang peningkatan kinerja menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Selama dua hari pelaksanaan, seluruh limbah acara berhasil dikelola dan dipilah, dengan total 187 kg sampah yang tidak berakhir sebagai limbah tak terkelola. Kehadiran 12 water refill station menyediakan 741 liter air minum dan mencegah penggunaan 1.235 botol plastik sekali pakai.
Pada gelaran Langkah Membumi Ecoground, mangrove tersebut terkumpul dari 6.000 pohon konversi pembelian tiket oleh pengunjung, 1.000 pohon dari community run bersama Brodo Active, dan 1.000 pohon dari community cycling WCC Seli, yang merupakan hasil dukungan dari Jejakin. Selain itu 2.500 pohon dari pelari Fresh Track dalam rangka Ranch Market anniversary.
Namun, dampak Langkah Membumi tidak hanya tercermin dari angka. Dari survei internal, mayoritas merupakan generasi muda, dan lebih dari separuh menyatakan niat untuk mengubah perilaku keberlanjutan mereka setelah menghadiri Langkah Membumi Ecoground.
Hal ini menegaskan peran pengalaman langsung di ruang publik sebagai pemicu perubahan dari kesadaran menuju tindakan. “Saya mengapresiasi Langkah Membumi Ecoground sebagai ruang edukatif yang tidak hanya mengajak masyarakat memahami isu lingkungan, tetapi juga menunjukkan praktik nyata, termasuk pengelolaan acara yang bertanggung jawab,” ujar Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui rangkaian Langkah Membumi Goes to University, hasil kolaborasi Blibli Tiket Action bersama komunitas Act of Love dan inisiatif keberlanjutan yang diinisiasi oleh Cinta Laura Kiehl. Program ini hadir di tiga universitas yakni Universitas Multimedia Nusantara, President University, dan Universitas Indonesia. Mereka berhasil merangkul lebih dari 800 mahasiswa sebagai bagian dari upaya menanamkan semangat keberlanjutan sejak dini, sekaligus mendorong generasi muda untuk terlibat aktif sebagai agen perubahan. Baca juga: Gelombang Panas Ekstrem Picu Darurat Iklim Global
“Sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi dan berkontribusi. Walaupun kita tidak bisa mengedukasi satu Indonesia, kalau kita bisa berdampak terhadap satu, dua, sepuluh, seratus orang, it will still make a difference,” ujar Changemaker Partner Langkah Membumi Cinta Laura Kiehl.
Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno mengatakan, kondisi yang dihadapi hari ini menunjukkan bahwa isu lingkungan perlu ditanggapi dengan aksi nyata dan kolaborasi. Inisiatif seperti Langkah Membumi memperlihatkan bagaimana partisipasi bersama dapat memperkuat upaya keberlanjutan jangka panjang.
Setelah berlangsung pada awal November lalu, Impact Report Langkah Membumi Ecoground 2025 hadir sebagai sebuah refleksi. Laporan ini merangkum upaya dan pembelajaran dari penyelenggaraan acara selama dua hari yang mempertemukan olahraga, komunitas, dan gaya hidup berkelanjutan. Juga merekam peran ruang publik dalam membuka percakapan dan mendorong partisipasi kolektif untuk bumi yang lebih tangguh.
Langkah Membumi Ecoground dikemas sebagai sebuah acara keberlanjutan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui empat zona utama di Langkah Membumi Ecoground, Eco Motion, Eco Market, Eco Labs, dan Eco Stage, para pengunjung diajak untuk mengalami langsung bagaimana aktivitas sehari-hari dapat menjadi langkah kecil menuju perubahan besar bagi bumi. Baca juga: Indonesia Perjuangkan 7 Agenda Kunci Kebijakan Iklim Dunia di COP30 Brasil
Impact Report menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. ”Ketika ruang publik dirancang dengan lebih bertanggung jawab, maka bisa membantu membangun kebiasaan baru dimulai dari pilihan-pilihan sederhana dalam keseharian,” kata COO & Co-Founder Blibli, Lisa Widpdo, Jumat (2/1/2026).
Pernyataan tersebut tercermin dalam cara Langkah Membumi merancang keseluruhan pengalaman acara dengan mengusung Langkah Membumi Ecoground: CollaborAction for the Earth. Keberlanjutan tidak ditempatkan sebagai pesan tambahan, melainkan sebagai bagian dari keputusan operasional sehari-hari mulai dari pemilihan material, pengelolaan limbah, hingga penyediaan fasilitas publik.
Bekerja sama dengan Life Cycle Indonesia (LCI) sebagai mitra dampak keberlanjutan, dilakukan evaluasi dampak secara menyeluruh berbasis ISO 14040/44 LCA dan ISO 14075 untuk aspek sosial. Kolaborasi ini memperkuat komitmen Blibli terhadap tanggung jawab lingkungan dan sosial, meningkatkan transparansi, serta membuka peluang peningkatan kinerja menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Selama dua hari pelaksanaan, seluruh limbah acara berhasil dikelola dan dipilah, dengan total 187 kg sampah yang tidak berakhir sebagai limbah tak terkelola. Kehadiran 12 water refill station menyediakan 741 liter air minum dan mencegah penggunaan 1.235 botol plastik sekali pakai.
Pada gelaran Langkah Membumi Ecoground, mangrove tersebut terkumpul dari 6.000 pohon konversi pembelian tiket oleh pengunjung, 1.000 pohon dari community run bersama Brodo Active, dan 1.000 pohon dari community cycling WCC Seli, yang merupakan hasil dukungan dari Jejakin. Selain itu 2.500 pohon dari pelari Fresh Track dalam rangka Ranch Market anniversary.
Namun, dampak Langkah Membumi tidak hanya tercermin dari angka. Dari survei internal, mayoritas merupakan generasi muda, dan lebih dari separuh menyatakan niat untuk mengubah perilaku keberlanjutan mereka setelah menghadiri Langkah Membumi Ecoground.
Hal ini menegaskan peran pengalaman langsung di ruang publik sebagai pemicu perubahan dari kesadaran menuju tindakan. “Saya mengapresiasi Langkah Membumi Ecoground sebagai ruang edukatif yang tidak hanya mengajak masyarakat memahami isu lingkungan, tetapi juga menunjukkan praktik nyata, termasuk pengelolaan acara yang bertanggung jawab,” ujar Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui rangkaian Langkah Membumi Goes to University, hasil kolaborasi Blibli Tiket Action bersama komunitas Act of Love dan inisiatif keberlanjutan yang diinisiasi oleh Cinta Laura Kiehl. Program ini hadir di tiga universitas yakni Universitas Multimedia Nusantara, President University, dan Universitas Indonesia. Mereka berhasil merangkul lebih dari 800 mahasiswa sebagai bagian dari upaya menanamkan semangat keberlanjutan sejak dini, sekaligus mendorong generasi muda untuk terlibat aktif sebagai agen perubahan. Baca juga: Gelombang Panas Ekstrem Picu Darurat Iklim Global
“Sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi dan berkontribusi. Walaupun kita tidak bisa mengedukasi satu Indonesia, kalau kita bisa berdampak terhadap satu, dua, sepuluh, seratus orang, it will still make a difference,” ujar Changemaker Partner Langkah Membumi Cinta Laura Kiehl.
Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno mengatakan, kondisi yang dihadapi hari ini menunjukkan bahwa isu lingkungan perlu ditanggapi dengan aksi nyata dan kolaborasi. Inisiatif seperti Langkah Membumi memperlihatkan bagaimana partisipasi bersama dapat memperkuat upaya keberlanjutan jangka panjang.
(poe)
Lihat Juga :