Tolak Bayar Rp3 Miliar ke Penyidik, Ammar Zoni Terpaksa Mendekam 2 Bulan di Sel Tikus
Kamis, 08 Januari 2026 - 17:50 WIB
loading...
Ammar Zoni saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026). Foto:Ravie Wardhani
A
A
A
JAKARTA - Aktor Ammar Zoni mengaku sempat mendekam di sel tikus atau sel isolasi (pengasingan) selama dua bulan. Dari pengakuannya, hukuman itu dituai setelah ia menolak membayar dana senilai Rp3 miliar kepada oknum penyidik.
Dalam sidang hari ini, Ammar menjelaskan dugaan pemerasan yang dilakukan oknum tersebut.
Ia mengaku diperas oleh oknum polisi senilai Rp300 juta dan menanggung 10 orang lainnya dengan total bayaran Rp3 miliar agar kasus tersebut tidak berlanjut.
Baca Juga : Ammar Zoni Klaim Tolak Tawaran Jadi Penampung Sabu di Rutan Salemba dengan Upah Rp10 Juta
"Namun pada kenyataannya, dari para penyidiknya ini tetap menekan saya untuk bicara, ‘Ya sudahlah, yang jelas lu mau kayak gimana aja ini kasus enggak akan bisa naik. Yang penting lu siapkan dana Rp 300 juta per kepala’. Dan dia suruh saya nanggung semuanya, ada 10 orang, 3 miliar berarti saya harus siapkan dana. Saya bilang, lho, ini pemerasan namanya,” kata Ammar Zoni di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Ammar pun langsung menolak permintaan itu. Dia tak rela memberikan sepeserpun kepada oknum penyidik hanya untuk mengakui perbuatan yang diyakini tidak benar.
"Jangankan Rp300 juta, Rp3 juta juga saya enggak mau bayar. Dia membuat saya seolah-olah saya menjadi induknya, gitu loh. Saya menjadi orang terakhirnya," tutur Ammar.
Baca Juga : Ammar Zoni Ungkap Dugaan Pemerasan Rp3 Miliar di Sidang Lanjutan Kasus Narkoba
Ammar akhirnya mendekam di sel tikus selama dua bulan buntut kasus tersebut. Sel tikus sendiri merupakan sel isolasi (pengasingan) sebagai hukuman disipliner bagi narapidana yang melakukan pelanggaran aturan.
"Penyidik ini bilang kalau ini enggak akan naik, kalau bisa ini segala macam, sudah tenang saja. Dan pada dasarnya, kita setelah itu ditaruh di sel tikus selama dua bulan. Saya ngerasain sel tikus untuk sesuatu hal yang enggak saya lakukan," ungkap Ammar.
Dalam sidang hari ini, Ammar menjelaskan dugaan pemerasan yang dilakukan oknum tersebut.
Ia mengaku diperas oleh oknum polisi senilai Rp300 juta dan menanggung 10 orang lainnya dengan total bayaran Rp3 miliar agar kasus tersebut tidak berlanjut.
Baca Juga : Ammar Zoni Klaim Tolak Tawaran Jadi Penampung Sabu di Rutan Salemba dengan Upah Rp10 Juta
"Namun pada kenyataannya, dari para penyidiknya ini tetap menekan saya untuk bicara, ‘Ya sudahlah, yang jelas lu mau kayak gimana aja ini kasus enggak akan bisa naik. Yang penting lu siapkan dana Rp 300 juta per kepala’. Dan dia suruh saya nanggung semuanya, ada 10 orang, 3 miliar berarti saya harus siapkan dana. Saya bilang, lho, ini pemerasan namanya,” kata Ammar Zoni di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Ammar pun langsung menolak permintaan itu. Dia tak rela memberikan sepeserpun kepada oknum penyidik hanya untuk mengakui perbuatan yang diyakini tidak benar.
"Jangankan Rp300 juta, Rp3 juta juga saya enggak mau bayar. Dia membuat saya seolah-olah saya menjadi induknya, gitu loh. Saya menjadi orang terakhirnya," tutur Ammar.
Baca Juga : Ammar Zoni Ungkap Dugaan Pemerasan Rp3 Miliar di Sidang Lanjutan Kasus Narkoba
Ammar akhirnya mendekam di sel tikus selama dua bulan buntut kasus tersebut. Sel tikus sendiri merupakan sel isolasi (pengasingan) sebagai hukuman disipliner bagi narapidana yang melakukan pelanggaran aturan.
"Penyidik ini bilang kalau ini enggak akan naik, kalau bisa ini segala macam, sudah tenang saja. Dan pada dasarnya, kita setelah itu ditaruh di sel tikus selama dua bulan. Saya ngerasain sel tikus untuk sesuatu hal yang enggak saya lakukan," ungkap Ammar.
(wur)
Lihat Juga :