Estetika Medis RI Menuju Rp23 Triliun, Dermies Max Perluas Ekspansi
Kamis, 08 Januari 2026 - 20:06 WIB
loading...
Dermies Max Aesthetic Clinic by ERHA resmi membuka flagship clinic pertamanya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan sebagai cabang ke-11. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Di tengah pertumbuhan industri klinik kecantikan Indonesia yang mencapai 60% dalam lima tahun terakhir (DS/X Ventures, 2025) dan diprediksi menembus 5.000 klinik pada akhir 2025 (Central Insight, 2024), Dermies Max Aesthetic Clinic by ERHA resmi membuka flagship clinic pertamanya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan sebagai cabang ke-11.
Langkah strategis ini menjawab tingginya permintaan masyarakat urban terutama area Jakarta Selatan akan layanan estetika medis berkualitas yang didukung keahlian dermatologi, di tengah persaingan ketat dengan lebih dari 15 klinik kecantikan premium yang beroperasi di kawasan Kemang dan sekitarnya.
Menurut data Research and Markets, pasar estetika medis Indonesia diproyeksikan tumbuh dari US$257 juta (Rp4,1 triliun) pada 2023 menjadi US$1,45 miliar (Rp23,49 triliun) pada 2030, dengan CAGR sebesar 10,3%. Pertumbuhan ini didorong oleh Gen Z dan Milenial yang kini menjadi motor utama industri, dimana 37% Gen Z Indonesia berencana meningkatkan pengeluaran untuk perawatan kecantikan dalam waktu dekat (DSG Consumer Partners, 2024).
Secara lebih luas, industri kecantikan dan perawatan pribadi Indonesia mencatatkan revenue sebesar US$9,17 miliar (sekitar Rp142 triliun) pada 2024 dengan pertumbuhan tahunan 4,02% (CAGR 2024-2029) menurut Statista. Sementara itu, Kementerian Perindustrian mencatat jumlah pelaku usaha di sektor kecantikan melonjak 77% dari 726 pelaku usaha pada 2020 menjadi 1.292 pada 2024.
Positioning: "The Heart of Beauty Hype"
Dengan positioning "The Heart of Beauty Hype", Dermies Max Kemang tidak hanya menjadi klinik estetika, tetapi juga destinasi gaya hidup kecantikan yang modern dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
"Posisi Dermies Max Aesthetic Clinic by ERHA cabang Kemang sebagai The Heart of Beauty Hype mendorong kami untuk terus relevan mengikuti perkembangan industri kecantikan. Kami tidak hanya menghadirkan perawatan berbasis dermatologi yang profesional, tetapi juga membangun ekosistem beauty lifestyle melalui kolaborasi dengan brand-brand populer agar klinik ini menjadi titik berkumpul baru yang trendi dan menyenangkan. Pelanggan bisa merawat diri sambil menikmati pengalaman gaya hidup yang lebih modern," ujar dr. Norita Sembada, Managing Director of ERHA Clinic Group.
Diferensiasi: Apa yang Membedakan Dermies Max Kemang dari Klinik Lain?
Berbeda dengan klinik kecantikan umum di kawasan Kemang dan Jakarta Selatan yang sebagian besar menawarkan layanan estetika standar, Dermies Max Kemang hadir dengan empat keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki kompetitor:
1. Dukungan Penuh Ekosistem ERHA Dermatology
Seluruh dokter, tenaga ahli dan staff di Dermies Max telah menjalani pelatihan medis dan training berbasis kompetensi dari ERHA Institute, lembaga pendidikan dermatologi terakreditasi yang memberikan pelatihan secara komprehensif dan reguler. Produk dan treatment dikembangkan melalui riset oleh ERHA Innovation, memastikan setiap perawatan berbasis evidence-based dermatology, bukan sekadar tren.
Langkah strategis ini menjawab tingginya permintaan masyarakat urban terutama area Jakarta Selatan akan layanan estetika medis berkualitas yang didukung keahlian dermatologi, di tengah persaingan ketat dengan lebih dari 15 klinik kecantikan premium yang beroperasi di kawasan Kemang dan sekitarnya.
Menurut data Research and Markets, pasar estetika medis Indonesia diproyeksikan tumbuh dari US$257 juta (Rp4,1 triliun) pada 2023 menjadi US$1,45 miliar (Rp23,49 triliun) pada 2030, dengan CAGR sebesar 10,3%. Pertumbuhan ini didorong oleh Gen Z dan Milenial yang kini menjadi motor utama industri, dimana 37% Gen Z Indonesia berencana meningkatkan pengeluaran untuk perawatan kecantikan dalam waktu dekat (DSG Consumer Partners, 2024).
Secara lebih luas, industri kecantikan dan perawatan pribadi Indonesia mencatatkan revenue sebesar US$9,17 miliar (sekitar Rp142 triliun) pada 2024 dengan pertumbuhan tahunan 4,02% (CAGR 2024-2029) menurut Statista. Sementara itu, Kementerian Perindustrian mencatat jumlah pelaku usaha di sektor kecantikan melonjak 77% dari 726 pelaku usaha pada 2020 menjadi 1.292 pada 2024.
Positioning: "The Heart of Beauty Hype"
Dengan positioning "The Heart of Beauty Hype", Dermies Max Kemang tidak hanya menjadi klinik estetika, tetapi juga destinasi gaya hidup kecantikan yang modern dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
"Posisi Dermies Max Aesthetic Clinic by ERHA cabang Kemang sebagai The Heart of Beauty Hype mendorong kami untuk terus relevan mengikuti perkembangan industri kecantikan. Kami tidak hanya menghadirkan perawatan berbasis dermatologi yang profesional, tetapi juga membangun ekosistem beauty lifestyle melalui kolaborasi dengan brand-brand populer agar klinik ini menjadi titik berkumpul baru yang trendi dan menyenangkan. Pelanggan bisa merawat diri sambil menikmati pengalaman gaya hidup yang lebih modern," ujar dr. Norita Sembada, Managing Director of ERHA Clinic Group.
Diferensiasi: Apa yang Membedakan Dermies Max Kemang dari Klinik Lain?
Berbeda dengan klinik kecantikan umum di kawasan Kemang dan Jakarta Selatan yang sebagian besar menawarkan layanan estetika standar, Dermies Max Kemang hadir dengan empat keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki kompetitor:
1. Dukungan Penuh Ekosistem ERHA Dermatology
Seluruh dokter, tenaga ahli dan staff di Dermies Max telah menjalani pelatihan medis dan training berbasis kompetensi dari ERHA Institute, lembaga pendidikan dermatologi terakreditasi yang memberikan pelatihan secara komprehensif dan reguler. Produk dan treatment dikembangkan melalui riset oleh ERHA Innovation, memastikan setiap perawatan berbasis evidence-based dermatology, bukan sekadar tren.
Lihat Juga :