Mengungkap Sosok Mengerikan Film Penunggu Rumah: Buto Ijo, Begini Penampakannya
Selasa, 13 Januari 2026 - 18:54 WIB
loading...
A
A
A
“Kami benar-benar harus ekstra hati-hati. Keselamatan aktor jadi prioritas. Kalau dipaksakan, apalagi di lokasi outdoor atau ruangan tanpa AC, risikonya terlalu besar,” kata Gandhi Fernando selaku aktor, produser, dan penulis film horor ini
Tantangan lain dari film yqng akan tayang di bioskop mulai 15 Januari 2026 ini datang dari sisi desain. Buto Ijo dikenal luas sebagai sosok folklor yang sering divisualisasikan secara kartunis. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menghadirkan sosok ini ke layar lebar tanpa jatuh ke kesan lucu atau ‘ngebadut’, namun juga tidak terlalu monster hingga kehilangan identitas dongengnya.
“Kita cari titik tengah. Harus tetap seram, tapi penonton masih merasa: ini Buto Ijo yang mereka kenal,” ujar Gandhi.
Seluruh tampilan Buto Ijo dalam film ini didominasi oleh practical effect, bukan CGI. Efek digital hanya digunakan pada bagian mata—yang justru menjadi salah satu aspek tersulit. Warna merah pada mata harus terlihat hidup dan mengintimidasi, tanpa berlebihan hingga terasa seperti karakter tokusatsu.
Dengan pendekatan praktikal yang serius dan desain kostum yang ekstrem, Penunggu Rumah: Buto Ijo berusaha menghadirkan horor yang lebih nyata, lebih dekat, dan lebih membumi—sekaligus membuka kemungkinan lahirnya sosok-sosok horor Indonesia yang lebih beragam di masa depan.
Tantangan lain dari film yqng akan tayang di bioskop mulai 15 Januari 2026 ini datang dari sisi desain. Buto Ijo dikenal luas sebagai sosok folklor yang sering divisualisasikan secara kartunis. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menghadirkan sosok ini ke layar lebar tanpa jatuh ke kesan lucu atau ‘ngebadut’, namun juga tidak terlalu monster hingga kehilangan identitas dongengnya.
“Kita cari titik tengah. Harus tetap seram, tapi penonton masih merasa: ini Buto Ijo yang mereka kenal,” ujar Gandhi.
Seluruh tampilan Buto Ijo dalam film ini didominasi oleh practical effect, bukan CGI. Efek digital hanya digunakan pada bagian mata—yang justru menjadi salah satu aspek tersulit. Warna merah pada mata harus terlihat hidup dan mengintimidasi, tanpa berlebihan hingga terasa seperti karakter tokusatsu.
Dengan pendekatan praktikal yang serius dan desain kostum yang ekstrem, Penunggu Rumah: Buto Ijo berusaha menghadirkan horor yang lebih nyata, lebih dekat, dan lebih membumi—sekaligus membuka kemungkinan lahirnya sosok-sosok horor Indonesia yang lebih beragam di masa depan.
(dra)
Lihat Juga :