Pesan Menkes BGS untuk Perempuan: Jangan Mau Sama Cowok Perokok
Rabu, 14 Januari 2026 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
“Itu bisa masuk ke tubuhmu tanpa disadari dan bikin kamu jadi perokok pasif,” ucap dia.
Budi mengatakan bahwa, perokok pasif justru lebih beresiko terkena terkena kanker serviks sebesar 40 persen dari biasanya.
“Dua kanker ini bisa cepat menggerogoti tubuh, bikin aktivitas harian jadi susah, bahkan mendekatkanmu dengan kematian,” kata Budi.
Baca juga: Profil Pendidikan Nasim Khan, Anggota DPR yang Minta Gerbong Khusus Merokok di Kereta
Dilansir dari medicalnewstoday.com, para ilmuan memiliki hipotesa bahwa karsinogen dari asap tembakau bisa menyebabkan kerusakan DNA hingga berujung kanker serviks.
Paparan nikotin jangka panjang juga beresiko meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker sebagai efek fisiologis. Diantaranya seperti peningkatan perkalian sel dan penekanan apoptosis atau kematian sel secara normal.
Di sisi lain, asap rokok juga bisa menurunkan imun terhadap HPV. Pasalnya, jumlah sel darah putih yang melawan infeksi pada perokok termasuk perokok pasif lebih sedikit.
Budi mengatakan bahwa, perokok pasif justru lebih beresiko terkena terkena kanker serviks sebesar 40 persen dari biasanya.
“Dua kanker ini bisa cepat menggerogoti tubuh, bikin aktivitas harian jadi susah, bahkan mendekatkanmu dengan kematian,” kata Budi.
Baca juga: Profil Pendidikan Nasim Khan, Anggota DPR yang Minta Gerbong Khusus Merokok di Kereta
Dilansir dari medicalnewstoday.com, para ilmuan memiliki hipotesa bahwa karsinogen dari asap tembakau bisa menyebabkan kerusakan DNA hingga berujung kanker serviks.
Paparan nikotin jangka panjang juga beresiko meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker sebagai efek fisiologis. Diantaranya seperti peningkatan perkalian sel dan penekanan apoptosis atau kematian sel secara normal.
Di sisi lain, asap rokok juga bisa menurunkan imun terhadap HPV. Pasalnya, jumlah sel darah putih yang melawan infeksi pada perokok termasuk perokok pasif lebih sedikit.
Lihat Juga :