Joko Anwar Sukses Bawa 'Ghost in the Cell' Menembus Berlinale 2026

Jum'at, 16 Januari 2026 - 18:53 WIB
loading...
Joko Anwar Sukses Bawa...
Salah satu film karya Joko Anwar berjudul Ghost in the Cell tembus Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Kabar membanggakan datang dari sutradara ternama Joko Anwar , dimana ia berhasil membawa salah satu film karyanya berjudul Ghost in the Cell ke panggung ajang bergengsi Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026.

Film tersebut akan berkompetisi di kategori ‘Forum’, sebuah bagian dari festival yang dikenal sangat selektif dalam mengkurasi karya-karya dengan visi sinematik progresif, berani, serta memiliki muatan kritik sosial-politik yang tajam.

Baca juga: Istilah-Istilah dalam Serial Nightmares and Daydreams karya Joko Anwar

Masuknya Ghost in the Cell ke dalam program Forum menegaskan kualitas film ini sebagai karya yang mampu melampaui batasan genre konvensional. Sebab, kategori ini sebelumnya pernah menampilkan film-film besar seperti Exhuma (2024) dan Snowpiercer (2014).

Dengan masuknya film karya sutradara tanah air ke kancah internasional, membuktikan bahwa meski mengusung elemen genre (seperti horor), sebuah film tetap bisa memiliki identitas artistik dan pesan sosial yang mendalam.

Barbara Wurm, selaku pembuat program Berlinale, menyatakan bahwa film-film yang terpilih tahun ini mencerminkan keseriusan kreator dalam menyikapi realitas. Mulai dari sejarah, solidaritas, hingga masa depan politik dan budaya.

“Ini adalah film-film karya orang-orang yang menganggap serius pekerjaan mereka dan dampaknya: bagaimana hal itu mempengaruhi koeksistensi kita, pertempuran kita, rekonsiliasi kita, sejarah dan kisah kita, bagaimana kebersamaan, keindahan, dan solidaritas dialami dan bagaimana kita membentuk masa kini dan masa depan sosial, budaya, ekologis, dan politik kita,” kata Barbara dalam keterangan resminya.

Sementara, Joko Anwar mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurut Joko, kurasi Berlinale Forum sangat mementingkan relevansi sebuah karya terhadap situasi di negara asalnya.

"Section ini dikenal karena kurasinya yang tidak hanya terpaku pada narasi, tetapi juga kekuatan relevansi sosial dan politiknya," ujar Joko.

Senada dengan Joko Anwar, produser Tia Hasibuan juga melihat seleksi ini sebagai pengakuan atas bahasa sinema dan ide besar yang dibawa film karya Joko.

Dengan masuknya film itu ke Berlinale, ia juga menegaskan bahwa film tersebut merupakan karya genre yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga memiliki bobot gagasan dan bahasa sinema yang kuat.

Seleksi Berlinale Forum menempatkan Ghost in the Cell di hadapan komunitas sinema global: programmer festival, kritikus, kurator, dan pelaku industri yang menjadikan Berlinale sebagai salah satu acuan utama klender film dunia.

“Ini sekaligus sinyal yang membuat Ghost in the Cell sebagai film yang menjanjikan kekuatan cerita, Bahasa sinema, dan gagasan yang kuat dan menarik untuk segera dinikmati penonton bioskop Indonesia,” kata produser film Ghost in the Cell, Tia Hasibuan.

Sebagai informasi, Ghost in the Cell mengambil latar di sebuah penjara di Indonesia yang sarat akan ketidakadilan. Film ini menggabungkan unsur horor dengan kritik tajam terhadap sistem kekuasaan.

Film Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berangkat dari Kisah...
Berangkat dari Kisah Viral, Cerita Lila Menjelma Jadi Horor Layar Lebar
Lagu-lagu Sheila On...
Lagu-lagu Sheila On 7 Jadi Jembatan Emosi di Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
6 Film AFAA Diputar...
6 Film AFAA Diputar di Balinale 2026, dari Aksi Brutal hingga Drama Gen Z
IMAC Film Festival Sukses...
IMAC Film Festival Sukses Angkat Ekosistem Industri Kreatif Film Tanah Air
Apresiasi Keterlibatan...
Apresiasi Keterlibatan BI Jakarta, Bang Dul: Ini Role Model Indonesia
Amar Bank–JAFF Market...
Amar Bank–JAFF Market Dorong Film Indonesia Go Global
Rekomendasi
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Berita Terkini
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Makin Ketat, Ini Kriteria yang Dicari Para Juri
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Ruben Onsu Unggah Video...
Ruben Onsu Unggah Video Giorgio Ngopi di Rumah Sarwendah, Captionnya Bikin Heboh
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved