Makeup Artist Elvin Tembus Kolaborasi Internasional di Malaysia
Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:20 WIB
loading...
Eka Wanidia Utami atau yang akrab disapa Elvin (kiri) sukses menorehkan prestasi di dunia makeup artist (MUA) hingga mendapat kesempatan kolaborasi internasional di Malaysia. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
SURABAYA - Nama Elvin Eka Wanidia Utami atau yang akrab disapa Elvin menjadi bukti latar belakang pendidikan tidak membatasi seseorang untuk berkarya lintas bidang. Lulusan Sarjana Kimia ini sukses menorehkan prestasi di dunia makeup artist (MUA) hingga mendapat kesempatan kolaborasi internasional di Malaysia.
Elvin lahir dan besar di Banyuwangi, daerah yang berada di ujung timur Jawa. Setelah menikah, ia menetap di Surabaya. Kepindahan tersebut menjadi titik awal berkembangnya karier Elvin di dunia rias profesional. Baca juga: Profesi MUA Kian Menjanjikan, Kemendikbudristek Dorong Generasi Muda Ikut Kursus
“Sejak di Surabaya, suami saya memberi dukungan penuh agar saya bisa menekuni dunia makeup. Merias orang memang sudah menjadi hobi saya sejak lama,” kata Elvin, Sabtu (17/1/2026).
Berbekal ketekunan dan konsistensi, Elvin perlahan membangun portofolio hingga namanya dikenal di kalangan profesional. Tak disangka, jalur karier yang ia pilih membawanya pada kesempatan international collaboration bersama desainer busana pengantin ternama di Malaysia, yakni Halim Asmuni dan Ocho Bridal Stylish.
Dalam kolaborasi tersebut, Elvin dipercaya untuk merias pengantin wanita berwajah Melayu dengan look wedding ala Indonesia. Kepercayaan ini menjadi tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri baginya.
“Biasanya pengantin Melayu identik dengan adatnya sendiri. Tapi kali ini, saya diminta menghadirkan sentuhan Indonesia tanpa menghilangkan kecantikan alami wajah Melayu,” jelasnya.
Untuk menciptakan ciri khas tersebut, Elvin menggunakan ronce melati berukuran kecil dan pendek. Berbeda dengan ronce melati panjang yang lazim digunakan pada prosesi akad nikah di Indonesia, pilihan melati pendek dinilai lebih fleksibel dan tetap harmonis dengan karakter wajah pengantin Melayu.
Sentuhan tersebut dilengkapi dengan hiasan bunga sebagai headpiece, sehingga menghasilkan tampilan elegan namun tetap sarat makna budaya. Menurut Elvin, kolaborasi singkat ini memberinya wawasan baru bahwa rias pengantin tidak harus terikat pada satu pakem budaya. Baca juga: 22 Tahun Tak Bersihkan Makeup, Perempuan Ini Derita Ruam Parah di Wajah
“Pengalaman ini membuka pikiran saya. Ternyata pengantin Melayu pun bisa tampil memukau dengan look wedding ala Indonesia di hari sakralnya,” tuturnya.
Ke depan, Elvin berharap karya-karyanya dapat terus memperkenalkan kekayaan estetika rias Indonesia ke kancah internasional. Sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berani mengeksplorasi potensi diri tanpa takut berpindah jalur karier.
Elvin lahir dan besar di Banyuwangi, daerah yang berada di ujung timur Jawa. Setelah menikah, ia menetap di Surabaya. Kepindahan tersebut menjadi titik awal berkembangnya karier Elvin di dunia rias profesional. Baca juga: Profesi MUA Kian Menjanjikan, Kemendikbudristek Dorong Generasi Muda Ikut Kursus
“Sejak di Surabaya, suami saya memberi dukungan penuh agar saya bisa menekuni dunia makeup. Merias orang memang sudah menjadi hobi saya sejak lama,” kata Elvin, Sabtu (17/1/2026).
Berbekal ketekunan dan konsistensi, Elvin perlahan membangun portofolio hingga namanya dikenal di kalangan profesional. Tak disangka, jalur karier yang ia pilih membawanya pada kesempatan international collaboration bersama desainer busana pengantin ternama di Malaysia, yakni Halim Asmuni dan Ocho Bridal Stylish.
Dalam kolaborasi tersebut, Elvin dipercaya untuk merias pengantin wanita berwajah Melayu dengan look wedding ala Indonesia. Kepercayaan ini menjadi tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri baginya.
“Biasanya pengantin Melayu identik dengan adatnya sendiri. Tapi kali ini, saya diminta menghadirkan sentuhan Indonesia tanpa menghilangkan kecantikan alami wajah Melayu,” jelasnya.
Untuk menciptakan ciri khas tersebut, Elvin menggunakan ronce melati berukuran kecil dan pendek. Berbeda dengan ronce melati panjang yang lazim digunakan pada prosesi akad nikah di Indonesia, pilihan melati pendek dinilai lebih fleksibel dan tetap harmonis dengan karakter wajah pengantin Melayu.
Sentuhan tersebut dilengkapi dengan hiasan bunga sebagai headpiece, sehingga menghasilkan tampilan elegan namun tetap sarat makna budaya. Menurut Elvin, kolaborasi singkat ini memberinya wawasan baru bahwa rias pengantin tidak harus terikat pada satu pakem budaya. Baca juga: 22 Tahun Tak Bersihkan Makeup, Perempuan Ini Derita Ruam Parah di Wajah
“Pengalaman ini membuka pikiran saya. Ternyata pengantin Melayu pun bisa tampil memukau dengan look wedding ala Indonesia di hari sakralnya,” tuturnya.
Ke depan, Elvin berharap karya-karyanya dapat terus memperkenalkan kekayaan estetika rias Indonesia ke kancah internasional. Sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berani mengeksplorasi potensi diri tanpa takut berpindah jalur karier.
(poe)
Lihat Juga :