Hati-hati! Orang yang Hobi Sarkasme Rentan Kena Penyakit Serius
Rabu, 16 September 2020 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Orang-orang yang hobi mengeluarkan kalimat sarkasme disebut punya otak yang lebih sehat . Katherine Rankin, peneliti dari University of California San Fransisco and Neouropsychologist, menjelaskan bahwa otak yang kurang punya kemampuan dalam menangkap sarkasme bisa jadi tanda peringatan awal dari kerusakan otak.
Walau begitu, mengutip UNILAD, sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 2.321 penyintas serangan jantung oleh University of Tennessee, Amerika Serikat, menemukan sifat-sifat negatif seperti sarkasme berisiko tinggi yang ternyata jadi penyebab kematian akibat serangan jantung.
Melansir dari The Sun, peneliti utama University of Tennessee, Dr Tracey Vitori mengatakan bahwa bermusuhan merupakan ciri kepribadian yang mencakup sarkastik, sinis, kesal, gak sabaran, atau mudah tersinggung. (Baca Juga: Gangguan Psikologi yang Sering Dialami Idola K-Pop dan Rentan Buat Anak Muda )
![Hati-hati! Orang yang Hobi Sarkasme Rentan Kena Penyakit Serius]()
Foto: Unsplash
Sejumlah sifat yang merujuk pada permusuhan di atas bisa memicu serangan jantung sampai bisa menyebabkan kematian kalau terjadi berulang kali. Para peneliti menyimpulkan bahwa keadaan negatif yang konstan bisa membebani kesehatan seseorang.
Walau begitu, mengutip UNILAD, sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 2.321 penyintas serangan jantung oleh University of Tennessee, Amerika Serikat, menemukan sifat-sifat negatif seperti sarkasme berisiko tinggi yang ternyata jadi penyebab kematian akibat serangan jantung.
Melansir dari The Sun, peneliti utama University of Tennessee, Dr Tracey Vitori mengatakan bahwa bermusuhan merupakan ciri kepribadian yang mencakup sarkastik, sinis, kesal, gak sabaran, atau mudah tersinggung. (Baca Juga: Gangguan Psikologi yang Sering Dialami Idola K-Pop dan Rentan Buat Anak Muda )

Foto: Unsplash
Sejumlah sifat yang merujuk pada permusuhan di atas bisa memicu serangan jantung sampai bisa menyebabkan kematian kalau terjadi berulang kali. Para peneliti menyimpulkan bahwa keadaan negatif yang konstan bisa membebani kesehatan seseorang.
Lihat Juga :