MRCCC Siloam Perkenalkan CT-LINAC Pertama di Asia Tenggara
Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:52 WIB
loading...
A
A
A
"Melalui kemitraan kami dengan MRCCC Siloam Semanggi, kami berupaya menghadirkan inovasi medis mutakhir dalam dampak klinis nyata, sekaligus menunjukkan bagaimana kolaborasi Indonesia–China yang didukung oleh inovasi dan keunggulan klinis dapat memperluas akses layanan kanker berkualitas, memperkuat sistem kesehatan, dan berkontribusi pada kemajuan global berbasis onkologi yang presisi," ujarnya.
Sementara itu, dr. Edy Gunawan, MARS, Executive Director MRCCC Siloam Semanggi, menyampaikan, visi MRCCC Siloam Semanggi, adalah meningkatkan layanan kanker di Indonesia serta menjangkau level Asia Tenggara melalui perawatan onkologi yang berbasiskan presisi, empati, dan inovasi.
Kolaborasi dengan United Imaging merupakan langkah strategis menuju visi tersebut, yaitu dengan mengintegrasikan teknologi radioterapi mutakhir.
"Kemitraan ini memungkinkan kami menghadirkan perawatan kanker yang lebih personal, efisien, dan berpusat pada pasien, sekaligus memperkuat peran MRCCC Siloam Semanggi sebagai pusat unggulan serta memastikan pasien Indonesia memperoleh layanan berstandar global," tambahnya.
dr. Denny Handoyo Kirana, SpOnkRad (K), Dokter Spesialis Onkologi Radiasi MRCCC Siloam Semanggi, menambahkan, teknologi Integrated CT-LINAC berfokus pada pasien sebagai pusat dari perawatan kanker. Melalui pencitraan CT harian dan radioterapi adaptif, setiap sesi terapi dapat disesuaikan dengan anatomi dan kondisi pasien, sehingga meningkatkan presisi sekaligus mengurangi paparan radiasi yang tidak perlu pada jaringan sehat.
"Bagi para pasien kanker khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara, teknologi ini memberikan terapi yang lebih aman, waktu tunggu yang lebih singkat, serta pengalaman perawatan yang lebih nyaman tanpa mengorbankan hasil klinis," ujarnya.
Radioterapi konvensional umumnya memiliki alur kerja yang berlapis dan berlangsung selama beberapa hari, sehingga dapat menunda dimulainya terapi hingga berminggu-minggu. Integrated CT-LINAC menyederhanakan seluruh proses terapi dalam satu sesi tanpa perlu memindahkan posisi pasien, dengan waktu persiapan hingga penyinaran sekitar 15–25 menit. Sistem ini menggabungkan pencitraan CT diagnostik fan-beam dan radioterapi presisi tinggi dalam satu perangkat dan satu ruang perawatan.
Penerapan CT-based Adaptive Radiotherapy (ART) memungkinkan rencana terapi disesuaikan pada setiap sesi sesuai perubahan anatomi pasien. Pendekatan ini meningkatkan presisi terapi sekaligus meminimalkan paparan radiasi pada jaringan sehat di sekitarnya.
Sementara itu, dr. Edy Gunawan, MARS, Executive Director MRCCC Siloam Semanggi, menyampaikan, visi MRCCC Siloam Semanggi, adalah meningkatkan layanan kanker di Indonesia serta menjangkau level Asia Tenggara melalui perawatan onkologi yang berbasiskan presisi, empati, dan inovasi.
Kolaborasi dengan United Imaging merupakan langkah strategis menuju visi tersebut, yaitu dengan mengintegrasikan teknologi radioterapi mutakhir.
"Kemitraan ini memungkinkan kami menghadirkan perawatan kanker yang lebih personal, efisien, dan berpusat pada pasien, sekaligus memperkuat peran MRCCC Siloam Semanggi sebagai pusat unggulan serta memastikan pasien Indonesia memperoleh layanan berstandar global," tambahnya.
dr. Denny Handoyo Kirana, SpOnkRad (K), Dokter Spesialis Onkologi Radiasi MRCCC Siloam Semanggi, menambahkan, teknologi Integrated CT-LINAC berfokus pada pasien sebagai pusat dari perawatan kanker. Melalui pencitraan CT harian dan radioterapi adaptif, setiap sesi terapi dapat disesuaikan dengan anatomi dan kondisi pasien, sehingga meningkatkan presisi sekaligus mengurangi paparan radiasi yang tidak perlu pada jaringan sehat.
"Bagi para pasien kanker khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara, teknologi ini memberikan terapi yang lebih aman, waktu tunggu yang lebih singkat, serta pengalaman perawatan yang lebih nyaman tanpa mengorbankan hasil klinis," ujarnya.
Radioterapi konvensional umumnya memiliki alur kerja yang berlapis dan berlangsung selama beberapa hari, sehingga dapat menunda dimulainya terapi hingga berminggu-minggu. Integrated CT-LINAC menyederhanakan seluruh proses terapi dalam satu sesi tanpa perlu memindahkan posisi pasien, dengan waktu persiapan hingga penyinaran sekitar 15–25 menit. Sistem ini menggabungkan pencitraan CT diagnostik fan-beam dan radioterapi presisi tinggi dalam satu perangkat dan satu ruang perawatan.
Penerapan CT-based Adaptive Radiotherapy (ART) memungkinkan rencana terapi disesuaikan pada setiap sesi sesuai perubahan anatomi pasien. Pendekatan ini meningkatkan presisi terapi sekaligus meminimalkan paparan radiasi pada jaringan sehat di sekitarnya.
(nnz)
Lihat Juga :