Tren Anak Kecanduan Gawai, Bounce Street Asia Bintaro Dorong Aktivitas Fisik dan Motorik
Minggu, 25 Januari 2026 - 16:40 WIB
loading...
Arena bermain Bounce Street Asia Bintaro bisa mendukung aktivitas bermain anak secara fisik. Foto/Niko Prayoga.
A
A
A
TANGERANG - Tren gawai yang semakin menjamur di kalangan anak-anak membuat mereka terkadang enggan untuk bermain aktif di luar rumah. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua modern.
Fenomena yang acap kali ditemukan di zaman sekarang itu cukup mengkhawatirkan jika dibiarkan terus menerus. Pasalnya, anak akan kehilangan kemampuan motorik jika tidak merasakan aktivitas fisik seperti bermain di luar rumah atau arena bermain. Apalagi, jika mereka terlalu sering berdiam diri sambil menatap layar gadget.
Baca juga: Riset: Bermain Video Game Punya Pengaruh Tak Terduga pada IQ Anak-Anak
Melansir dari Educational Week, tercatat sebanyak 77 persen siswa atau anak menganggap beberapa aktivitas seperti menggunakan gunting, krayon, pensil, dan pulpen serta mengikat tali sepatu sebagai keterampilan yang lebih menantang.
Hal itu terjadi salah satunya karena banyaknya waktu mereka yang dihabiskan untuk menatap layar dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan layar yang berlebihan dapat memperpendek rentang perhatian, kesulitan fokus.
Baca juga: Bermain Dinilai sebagai Cara Paling Tepat untuk Anak Usia Dini Belajar
Sehingga, aktivitas fisik atau motorik tidak biasa dirasakan oleh anak termasuk bermain di luar ruangan yang seharusnya bisa membuat emosional mereka bertumbuh.
Maka dari itu, perlu adanya aktivitas anak dalam bermain di luar rumah seperti di spot bermain, playground dan lain sebagainya. Salah satunya seperti di Bounce Street Asia yang kini hadir di Bintaro.
Bounce Street Asia Bintaro bisa menjadi rekomendasi bagi para orangtua modern untuk mengajak anak bermain di akhir pekan tanpa perlu khawatir.
Neeraj Khiani, CFO of Bounce Street Asia mengatakan, arena bermain Bounce Street Asia Bintaro bisa mendukung aktivitas bermain anak secara fisik. Hal tersebut bermanfaat untuk menaikan sensor motorik anak, membakar kalori, menjaga keseimbangan dan postur tubuh serta memperkuat tulang-tulang.
Ia mengungkapkan, hadirnya Bounce Street Asia menjawab tantangan zaman modern dimana tren penggunaan gadget pada anak-anak mulai dirasa mengkhawatirkan.
“Dan kita tahu kan orang zaman sekarang terlalu terikat dengan gadget. Makanya Bounce Street Asia hadir untuk nggak usah main gadget, main di kita juga lebih asik dan bahkan interaktifnya kita lebih ada manfaatnya anak-anak jadi lebih happy,” kata Neeraj saat diwawancarai, Sabtu (24/1/2026).
Dengan mengedepankan tema futuristik dan lifestyle, Bounce Street Bintaro menghadirkan 20 arena bermain bagi anak. Seperti air bag, tumbling track, basketball, softplay dan lain sebagainya.
“Kita ada lebih dari 20 permainan arena, ada lava light, kita ada battle shoot, airbag, tumbling track, basketball, wall climbing, air poster, softplay, slide, interactive stack, fellow jump, home kit dan paling ekstrim di air coaster, world timing, slides, dan interactive tech,” jelas dia.
Neeraj menerangkan Bounce Street sendiri bisa menjadi tempat bermain bukan hanya untuk anak-anak, melainkan juga untuk orang dewasa. Sebab, target pasar dari Bounce Street Asia dimulai dari anak-anak usia enam sampai 14 tahun, kemudian remaja di usia 16 sampai 17 tahun dan usia dewasa di usia 23 sampai 24 tahun.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa arena bermain untuk orang dewasa sendiri dibuat secara terpisah dengan arena bermain anak-anak. Berkapasitas caot150 orang dalam satu sesi (2 jam) pengunjung khususnya anak-anak bisa menikmati sensasi bermain baik secara kesenangan maupun adrenalin.
Sementara itu, Suraj Khiani, CFO of Bounce Street Asia menuturkan, alasan pihaknya membangun Bounce Street Asia di Bintaro lokasi yang cukup strategis di wilayah selatan. Apalagi, wilayah Jabodetabek bagian selatan seperti Jakarta Selatan termasuk Kawasan Bintaro memiliki budaya gaya hidup yang lebih kuat.
“Nah sekarang kita udah tadi seperti yang dibilang bahwa kita pengen masuk ke daerah Selatan. Karena market selatan lebih sports, market selatan lebih menghargai lifestyle dan lain-lain,” tutur Suraj.
Fenomena yang acap kali ditemukan di zaman sekarang itu cukup mengkhawatirkan jika dibiarkan terus menerus. Pasalnya, anak akan kehilangan kemampuan motorik jika tidak merasakan aktivitas fisik seperti bermain di luar rumah atau arena bermain. Apalagi, jika mereka terlalu sering berdiam diri sambil menatap layar gadget.
Baca juga: Riset: Bermain Video Game Punya Pengaruh Tak Terduga pada IQ Anak-Anak
Melansir dari Educational Week, tercatat sebanyak 77 persen siswa atau anak menganggap beberapa aktivitas seperti menggunakan gunting, krayon, pensil, dan pulpen serta mengikat tali sepatu sebagai keterampilan yang lebih menantang.
Hal itu terjadi salah satunya karena banyaknya waktu mereka yang dihabiskan untuk menatap layar dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan layar yang berlebihan dapat memperpendek rentang perhatian, kesulitan fokus.
Baca juga: Bermain Dinilai sebagai Cara Paling Tepat untuk Anak Usia Dini Belajar
Sehingga, aktivitas fisik atau motorik tidak biasa dirasakan oleh anak termasuk bermain di luar ruangan yang seharusnya bisa membuat emosional mereka bertumbuh.
Maka dari itu, perlu adanya aktivitas anak dalam bermain di luar rumah seperti di spot bermain, playground dan lain sebagainya. Salah satunya seperti di Bounce Street Asia yang kini hadir di Bintaro.
Bounce Street Asia Bintaro bisa menjadi rekomendasi bagi para orangtua modern untuk mengajak anak bermain di akhir pekan tanpa perlu khawatir.
Neeraj Khiani, CFO of Bounce Street Asia mengatakan, arena bermain Bounce Street Asia Bintaro bisa mendukung aktivitas bermain anak secara fisik. Hal tersebut bermanfaat untuk menaikan sensor motorik anak, membakar kalori, menjaga keseimbangan dan postur tubuh serta memperkuat tulang-tulang.
Ia mengungkapkan, hadirnya Bounce Street Asia menjawab tantangan zaman modern dimana tren penggunaan gadget pada anak-anak mulai dirasa mengkhawatirkan.
“Dan kita tahu kan orang zaman sekarang terlalu terikat dengan gadget. Makanya Bounce Street Asia hadir untuk nggak usah main gadget, main di kita juga lebih asik dan bahkan interaktifnya kita lebih ada manfaatnya anak-anak jadi lebih happy,” kata Neeraj saat diwawancarai, Sabtu (24/1/2026).
Dengan mengedepankan tema futuristik dan lifestyle, Bounce Street Bintaro menghadirkan 20 arena bermain bagi anak. Seperti air bag, tumbling track, basketball, softplay dan lain sebagainya.
“Kita ada lebih dari 20 permainan arena, ada lava light, kita ada battle shoot, airbag, tumbling track, basketball, wall climbing, air poster, softplay, slide, interactive stack, fellow jump, home kit dan paling ekstrim di air coaster, world timing, slides, dan interactive tech,” jelas dia.
Neeraj menerangkan Bounce Street sendiri bisa menjadi tempat bermain bukan hanya untuk anak-anak, melainkan juga untuk orang dewasa. Sebab, target pasar dari Bounce Street Asia dimulai dari anak-anak usia enam sampai 14 tahun, kemudian remaja di usia 16 sampai 17 tahun dan usia dewasa di usia 23 sampai 24 tahun.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa arena bermain untuk orang dewasa sendiri dibuat secara terpisah dengan arena bermain anak-anak. Berkapasitas caot150 orang dalam satu sesi (2 jam) pengunjung khususnya anak-anak bisa menikmati sensasi bermain baik secara kesenangan maupun adrenalin.
Sementara itu, Suraj Khiani, CFO of Bounce Street Asia menuturkan, alasan pihaknya membangun Bounce Street Asia di Bintaro lokasi yang cukup strategis di wilayah selatan. Apalagi, wilayah Jabodetabek bagian selatan seperti Jakarta Selatan termasuk Kawasan Bintaro memiliki budaya gaya hidup yang lebih kuat.
“Nah sekarang kita udah tadi seperti yang dibilang bahwa kita pengen masuk ke daerah Selatan. Karena market selatan lebih sports, market selatan lebih menghargai lifestyle dan lain-lain,” tutur Suraj.
(nnz)
Lihat Juga :