Cha Eun Woo Kehilangan Sejumlah Endorsement Buntut Kasus Penggelapan Pajak
Rabu, 28 Januari 2026 - 09:40 WIB
loading...
Cha Eun Woo. Foto: Soompi
A
A
A
JAKARTA - Dampak dugaan penggelapan pajak yang menyeret nama Cha Eun Woo juga berdampak pada dunia endorsement. Di mana sejumlah brand fashion mulai menjaga jarak dengan Cha Eun Woo setelah tersandung kasus besar senilai Rp230 miliar tersebut.
Salah satu brand yang menunjukkan langkah nyata adalah Marithe Francois Girbaud. Brand fashion tersebut mengubah seluruh konten promosi yang menampilkan Cha Eun Woo menjadi private di kanal YouTube dan media resmi mereka.
Kini publik tak bisa lagi mengakses video dan materi visual yang menampilkan Chan Eun Woo. Gerak cepat ini dilakukan brand Marithe hanya beberapa jam setelah Cha Eun Woo memposting pernyataan permintaan maafnya pada Senin (26/1/2026).
Baca Juga : Dugaan Penggelapan Pajak Rp230 Miliar, Cha Eun Woo Akhirnya Buka Suara
Meski pihak brand tidak memberikan penjelasan resmi, waktu penghapusan konten yang berdekatan dengan keluarnya pernyataan Cha Eun Woo memicu spekulasi bahwa kerja sama keduanya akan berakhir. Padahal Marithe Francois Girbaud sebelumnya menunjuk Cha Eun Woo sebagai model pada Maret tahun lalu.
Bahkan, kala itu pihak brand sempat menyatakan tidak berencana menghapus konten yang menampilkan sang aktor. Namun mereka menunjukkan perubahan sikap akibat sentimen publik yang berkembang.
Diduga tak hanya Marithe yang melakukan aksi tesebut. Sejumlah merek lain juga mulai menarik atau menyesuaikan materi promosi yang melibatkan Cha Eun Woo di dalamnya. Apalagi sorotan publik terhadap kasus pajak ini semakin meningkat.
Baca Juga : Cha Eun Woo Diduga Memindahkan Alamat Perusahaan Ibunya ke Restoran Belut untuk Hindari pajak
Sebagai informasi, awal mula kasus ini terletak pada struktur kontrak yang tidak transparan antara agensi Fantagio dan sebuah perusahaan yang didirikan oleh ibu Cha Eun Woo. Otoritas pajak Korea Selatan menilai perusahaan tersebut tidak memberikan layanan nyata, namun tetap menerima pembagian keuntungan.
Berdasarkan temuan tersebut, kantor pajak menetapkan perusahaan ibu Cha Eun Woo sebagai perusahaan cangkang (paper company) dan menjatuhkan tagihan pajak tambahan senilai lebih dari 20 miliar won. Kasus ini pun disebut sebagai kasus dugaan penggelapan pajak terbesar yang pernah melibatkan satu individu di industri hiburan Korea.
Hal ini membuat publik kecewa, mengingat citra Cha Eun Woo selama ini dikenal sebagai figur muda yang bersih, sopan, dan bertanggung jawab. Meski pihak Cha Eun Woo telah mengajukan prosedur keberatan pajak pra-penetapan sebagai langkah hukum, namun kritik dan kecaman dari publik masih terus bergulir.
Salah satu brand yang menunjukkan langkah nyata adalah Marithe Francois Girbaud. Brand fashion tersebut mengubah seluruh konten promosi yang menampilkan Cha Eun Woo menjadi private di kanal YouTube dan media resmi mereka.
Kini publik tak bisa lagi mengakses video dan materi visual yang menampilkan Chan Eun Woo. Gerak cepat ini dilakukan brand Marithe hanya beberapa jam setelah Cha Eun Woo memposting pernyataan permintaan maafnya pada Senin (26/1/2026).
Baca Juga : Dugaan Penggelapan Pajak Rp230 Miliar, Cha Eun Woo Akhirnya Buka Suara
Meski pihak brand tidak memberikan penjelasan resmi, waktu penghapusan konten yang berdekatan dengan keluarnya pernyataan Cha Eun Woo memicu spekulasi bahwa kerja sama keduanya akan berakhir. Padahal Marithe Francois Girbaud sebelumnya menunjuk Cha Eun Woo sebagai model pada Maret tahun lalu.
Bahkan, kala itu pihak brand sempat menyatakan tidak berencana menghapus konten yang menampilkan sang aktor. Namun mereka menunjukkan perubahan sikap akibat sentimen publik yang berkembang.
Diduga tak hanya Marithe yang melakukan aksi tesebut. Sejumlah merek lain juga mulai menarik atau menyesuaikan materi promosi yang melibatkan Cha Eun Woo di dalamnya. Apalagi sorotan publik terhadap kasus pajak ini semakin meningkat.
Baca Juga : Cha Eun Woo Diduga Memindahkan Alamat Perusahaan Ibunya ke Restoran Belut untuk Hindari pajak
Sebagai informasi, awal mula kasus ini terletak pada struktur kontrak yang tidak transparan antara agensi Fantagio dan sebuah perusahaan yang didirikan oleh ibu Cha Eun Woo. Otoritas pajak Korea Selatan menilai perusahaan tersebut tidak memberikan layanan nyata, namun tetap menerima pembagian keuntungan.
Berdasarkan temuan tersebut, kantor pajak menetapkan perusahaan ibu Cha Eun Woo sebagai perusahaan cangkang (paper company) dan menjatuhkan tagihan pajak tambahan senilai lebih dari 20 miliar won. Kasus ini pun disebut sebagai kasus dugaan penggelapan pajak terbesar yang pernah melibatkan satu individu di industri hiburan Korea.
Hal ini membuat publik kecewa, mengingat citra Cha Eun Woo selama ini dikenal sebagai figur muda yang bersih, sopan, dan bertanggung jawab. Meski pihak Cha Eun Woo telah mengajukan prosedur keberatan pajak pra-penetapan sebagai langkah hukum, namun kritik dan kecaman dari publik masih terus bergulir.
(wur)
Lihat Juga :