Judika Nyanyikan Puisi Melinda Lewat Lagu Terpikat Pada Cinta, Diproduseri Rian DMasiv
Rabu, 28 Januari 2026 - 17:34 WIB
loading...
Judika baru saja menelurkan single baru berjudul Terpikat Pada Cinta. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Judika baru saja menelurkan single baru berjudul Terpikat Pada Cinta, sebuah tembang yang menawarkan musikaltas yang berbeda, di mana lagu ini lahir dari sebuah karya yang mempertemukan musik populer dengan kekuatan sastra, menghadirkan pengalaman mendengar yang tidak hanya emosional, juga reflektif bagi pendengarnya.
Ya, lagu Terpikat Pada Cinta ternyata diangkat dari puisi karya Melinda E, penulis muda yang karyanya lahir dari perenungan personal, pengalaman batin, serta pencarian makna cinta dan kehidupan. Ia adalah penulis buku kumpulan puisi Jelmaan Merpati, sebuah karya sastra yang memotret cinta bukan sekadar sebagai romansa, melainkan sebagai ruang refleksi, luka, harapan dan keteguhan hati.
Dalam prosesnya, lirik “Terpikat Pada Cinta” diambil dan dikembangkan dari salah satu puisi yang termuat dalam buku Jelmaan Merpati. Puisi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk lagu tanpa menghilangkan ruh sastra yang menjadi napas utamanya. Kata-kata yang awalnya hadir dalam sunyi halaman buku, kini menjelma menjadi nyanyian yang dapat dirasakan oleh jutaan pendengar.
“Aku menulis tentang cinta apa adanya, tidak selalu indah, tapi jujur. Saat puisiku dibaca Kak Rian dan kemudian dipertemukan dengan suara Bang Judika, rasanya seperti puisinya menemukan rumah baru,” kata Melinda di Padel 5ive, Gedung Eks. Goro, BeLoft BULOG Business District, Jl. Kirana Avenue, Kelapa Gading, Jakarta pada Rabu (28/1).
Bagi Melinda E., Terpikat Pada Cinta menjadi momen penting dalam perjalanannya sebagai penulis, karena untuk pertama kalinya karyanya dinyanyikan oleh penyanyi dengan jangkauan pendengar yang sangat luas.
“Sejak lama aku mengagumi suara Bang Judika. Ini seperti mimpi yang pelan-pelan menjadi nyata,” ujar dia.
Judika sendiri merasakan lagu barunya yang diproduksi Semesta Records bersama PT Dua Anak Deo dan diproduseri Rian Ekky Pradipta dan Dawairama ini sebagai penanda eksplorasi artistik baru dalam perjalanan kariernya.
Berbeda dari karya-karya Judika sebelumnya yang identik dengan pop ballad megah, Terpikat Pada Cinta hadir dengan nuansa folk yang lebih intim dan hangat.
"Aku harus menyampaikan dua rasa dalam satu lagu: jatuh cinta dan patah hati. Semua itu ada di liriknya. Ini bukan lagu yang sulit secara teknis, tapi sangat menantang secara rasa,” tutur penyanyi jebolan Indonesian Idol ini.
Sementara, Rian Ekky Pradipta mengatakan pemilihan genre ini memang disengaja untuk memberi ruang bagi kekuatan lirik dan emosi cerita.
“Puisi Melinda sangat jujur dan reflektif. Kami merasa pendekatan folk adalah medium yang paling tepat agar pesan lagunya sampai tanpa berlebihan,” ujar Rian.
Vokalis band D’Masiv ini merinci proses di balik layar yang cukup matang, di mana ada workshop, penyesuaian nada dasar, hingga aransemen dilakukan secara detail untuk menjaga karakter vokal Judika sekaligus menghadirkan rasa baru.
"Musik Judika itu pop rock, tapi kita buat yang berbeda, lebih ke folk. Jadi ada warna baru. Lagu ini tidak banyak nada tinggi, tapi bagaimana caranya ada bagian yang suaranya tinggi dan menjadi ciri Judika. Makanya di akhir dibuat suara tinggi," tuturnya.
Judika berharap lagu ini dapat menemani berbagai fase cinta para penikmat musik Indonesia, baik dalam momen bahagia, rindu, maupun saat belajar menerima dan menguatkan diri.
Ya, lagu Terpikat Pada Cinta ternyata diangkat dari puisi karya Melinda E, penulis muda yang karyanya lahir dari perenungan personal, pengalaman batin, serta pencarian makna cinta dan kehidupan. Ia adalah penulis buku kumpulan puisi Jelmaan Merpati, sebuah karya sastra yang memotret cinta bukan sekadar sebagai romansa, melainkan sebagai ruang refleksi, luka, harapan dan keteguhan hati.
Dalam prosesnya, lirik “Terpikat Pada Cinta” diambil dan dikembangkan dari salah satu puisi yang termuat dalam buku Jelmaan Merpati. Puisi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk lagu tanpa menghilangkan ruh sastra yang menjadi napas utamanya. Kata-kata yang awalnya hadir dalam sunyi halaman buku, kini menjelma menjadi nyanyian yang dapat dirasakan oleh jutaan pendengar.
“Aku menulis tentang cinta apa adanya, tidak selalu indah, tapi jujur. Saat puisiku dibaca Kak Rian dan kemudian dipertemukan dengan suara Bang Judika, rasanya seperti puisinya menemukan rumah baru,” kata Melinda di Padel 5ive, Gedung Eks. Goro, BeLoft BULOG Business District, Jl. Kirana Avenue, Kelapa Gading, Jakarta pada Rabu (28/1).
Bagi Melinda E., Terpikat Pada Cinta menjadi momen penting dalam perjalanannya sebagai penulis, karena untuk pertama kalinya karyanya dinyanyikan oleh penyanyi dengan jangkauan pendengar yang sangat luas.
“Sejak lama aku mengagumi suara Bang Judika. Ini seperti mimpi yang pelan-pelan menjadi nyata,” ujar dia.
Judika sendiri merasakan lagu barunya yang diproduksi Semesta Records bersama PT Dua Anak Deo dan diproduseri Rian Ekky Pradipta dan Dawairama ini sebagai penanda eksplorasi artistik baru dalam perjalanan kariernya.
Berbeda dari karya-karya Judika sebelumnya yang identik dengan pop ballad megah, Terpikat Pada Cinta hadir dengan nuansa folk yang lebih intim dan hangat.
"Aku harus menyampaikan dua rasa dalam satu lagu: jatuh cinta dan patah hati. Semua itu ada di liriknya. Ini bukan lagu yang sulit secara teknis, tapi sangat menantang secara rasa,” tutur penyanyi jebolan Indonesian Idol ini.
Sementara, Rian Ekky Pradipta mengatakan pemilihan genre ini memang disengaja untuk memberi ruang bagi kekuatan lirik dan emosi cerita.
“Puisi Melinda sangat jujur dan reflektif. Kami merasa pendekatan folk adalah medium yang paling tepat agar pesan lagunya sampai tanpa berlebihan,” ujar Rian.
Vokalis band D’Masiv ini merinci proses di balik layar yang cukup matang, di mana ada workshop, penyesuaian nada dasar, hingga aransemen dilakukan secara detail untuk menjaga karakter vokal Judika sekaligus menghadirkan rasa baru.
"Musik Judika itu pop rock, tapi kita buat yang berbeda, lebih ke folk. Jadi ada warna baru. Lagu ini tidak banyak nada tinggi, tapi bagaimana caranya ada bagian yang suaranya tinggi dan menjadi ciri Judika. Makanya di akhir dibuat suara tinggi," tuturnya.
Judika berharap lagu ini dapat menemani berbagai fase cinta para penikmat musik Indonesia, baik dalam momen bahagia, rindu, maupun saat belajar menerima dan menguatkan diri.
(dra)
Lihat Juga :