Deddy Corbuzier Kecam Aparat yang Fitnah Kakek Penjual Es Gabus di Bogor
Kamis, 29 Januari 2026 - 19:30 WIB
loading...
Deddy Corbuzier memberikan komentar terkait viralnya video kakek penjual es gabus di Bogor. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Deddy Corbuzier memberikan komentar terkait viralnya video kakekpenjual es gabus di Bogor yang diduga difitnah menjual es gabus dari spons oleh oknum aparat. Komentar tersebut diunggah di akun Instagram pribadinya.
Dalam video tersebut ia mengungkapkan bahwa dirinya melayangkan komentar tersebut karena terus disinggung oleh netizen. Mengingat selain sebagai Podcaster, YouTuber dan konten kreator, ia juga merupakan bagian dari TNI meski berpangkat Letnan Kolonel Tituler Angkatan Darat.
"Ente berdua kan ngeribetin hidup gua lagi tiap hari kan. Yang ditanya-tanyain orang kan pasti gua. Anda kan di Kemhan, Anda kan tentara juga. Gimana itu urusannya itu tentara mukulin orang, polisi mukulin orang dan sebagainya," ungkap Deddy dengan nada kesal dalam videonya, dikutip Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Prajurit TNI yang Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Spons Diberi Hukuman Disiplin
Dalam video unggahannya, Deddy menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum aparat tersebut hanya karena kecurigaan bahwa es gabus yang dijual sang kakek terbuat dari spons. Menurut dia, tindakan tersebut sangat tidak manusiawi dan mencederai institusi.
"Bro, cek dulu. Ya kan, dicek nih... Nah, baru lu samperin. Dan kalau lu samperin juga lu tangkap. Bukan dipukulin, bukan dipukulin. Itu kakek-kakek, kakek-kakek enggak bisa ngelawan. Aduh, badannya cungkring. Ya Allah, itu badannya udah kayak lidi lidi," kata dia.
Selain itu, ia juga memberikan sindiran pedas kepada oknum aparat dalam video viral yang seolah hanya berani kepada rakyat kecil yang tidak berdaya. Deddy menyoroti perawakan kakek penjual es yang tidak sebanding dengan perawakan oknum tersebut.
Baca juga: Kronologi Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Spons
Ia mencontohkan, jika penjual tersebut memiliki perawakan yang sangar, mungkin nyali oknum tersebut akan berbeda.
"Gini, Bos. Kalau yang jualan tuh es gabus gitu ya... badannya gede banget, tatoan, rambut gondrong, brewokan, mata picek satu... Nah, lu gebukin enggak apa-apa deh. Lu pukulin tuh enggak apa-apa deh," tutur Deddy.
Lebih lanjut, Deddy menerangkan bahwa timnya tengah berupaya mencari keberadaan kakek tersebut untuk memberikan bantuan.
Namun, ia mengonfirmasi bahwa sang kakek saat ini sudah berada dalam perlindungan lembaga hukum dan mungkin akan mendapatkan bantuan lebih lanjut dari pihak lain seperti Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Baca juga: Yusril Buka Suara soal Kasus Pedagang Es Gabus Difitnah Polisi-Tentara di Kemayoran
"Ini ngomong-ngomong tim gua lagi nyari kakek-kakeknya tapi katanya dari lembaga hukum jadi itu udah dilindungi sama lembaga hukum nih... ya udah dilindungi sama lembaga hukum katanya belum bisa ke mana-mana ya kecuali disamperin nanti kayaknya mau ke KDM," terang dia.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak berniat mewawancarai sang kakek untuk konten, melainkan tulus ingin membantu membangun tempat usaha. Di sisi lain Deddy juga memberikan pesan keras kepada siapapun yang berseragam agar tidak menyalahgunakan kekuasaan untuk menyiksa warga.
"Saya mau bikinin bapak tempat usaha itu doang aja gitu ya Pak ya dan ini jadi pelajaran lah buat semuanya lah ya... jangan gara-gara seragam mau polisi, mau TNI, mau satpam, mau apa kek gitu. Jangan mukul-mukulin orang. Kurang vitamin loh," pungkas Deddy.
Dalam video tersebut ia mengungkapkan bahwa dirinya melayangkan komentar tersebut karena terus disinggung oleh netizen. Mengingat selain sebagai Podcaster, YouTuber dan konten kreator, ia juga merupakan bagian dari TNI meski berpangkat Letnan Kolonel Tituler Angkatan Darat.
"Ente berdua kan ngeribetin hidup gua lagi tiap hari kan. Yang ditanya-tanyain orang kan pasti gua. Anda kan di Kemhan, Anda kan tentara juga. Gimana itu urusannya itu tentara mukulin orang, polisi mukulin orang dan sebagainya," ungkap Deddy dengan nada kesal dalam videonya, dikutip Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Prajurit TNI yang Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Spons Diberi Hukuman Disiplin
Dalam video unggahannya, Deddy menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum aparat tersebut hanya karena kecurigaan bahwa es gabus yang dijual sang kakek terbuat dari spons. Menurut dia, tindakan tersebut sangat tidak manusiawi dan mencederai institusi.
"Bro, cek dulu. Ya kan, dicek nih... Nah, baru lu samperin. Dan kalau lu samperin juga lu tangkap. Bukan dipukulin, bukan dipukulin. Itu kakek-kakek, kakek-kakek enggak bisa ngelawan. Aduh, badannya cungkring. Ya Allah, itu badannya udah kayak lidi lidi," kata dia.
Selain itu, ia juga memberikan sindiran pedas kepada oknum aparat dalam video viral yang seolah hanya berani kepada rakyat kecil yang tidak berdaya. Deddy menyoroti perawakan kakek penjual es yang tidak sebanding dengan perawakan oknum tersebut.
Baca juga: Kronologi Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Spons
Ia mencontohkan, jika penjual tersebut memiliki perawakan yang sangar, mungkin nyali oknum tersebut akan berbeda.
"Gini, Bos. Kalau yang jualan tuh es gabus gitu ya... badannya gede banget, tatoan, rambut gondrong, brewokan, mata picek satu... Nah, lu gebukin enggak apa-apa deh. Lu pukulin tuh enggak apa-apa deh," tutur Deddy.
Lebih lanjut, Deddy menerangkan bahwa timnya tengah berupaya mencari keberadaan kakek tersebut untuk memberikan bantuan.
Namun, ia mengonfirmasi bahwa sang kakek saat ini sudah berada dalam perlindungan lembaga hukum dan mungkin akan mendapatkan bantuan lebih lanjut dari pihak lain seperti Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Baca juga: Yusril Buka Suara soal Kasus Pedagang Es Gabus Difitnah Polisi-Tentara di Kemayoran
"Ini ngomong-ngomong tim gua lagi nyari kakek-kakeknya tapi katanya dari lembaga hukum jadi itu udah dilindungi sama lembaga hukum nih... ya udah dilindungi sama lembaga hukum katanya belum bisa ke mana-mana ya kecuali disamperin nanti kayaknya mau ke KDM," terang dia.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak berniat mewawancarai sang kakek untuk konten, melainkan tulus ingin membantu membangun tempat usaha. Di sisi lain Deddy juga memberikan pesan keras kepada siapapun yang berseragam agar tidak menyalahgunakan kekuasaan untuk menyiksa warga.
"Saya mau bikinin bapak tempat usaha itu doang aja gitu ya Pak ya dan ini jadi pelajaran lah buat semuanya lah ya... jangan gara-gara seragam mau polisi, mau TNI, mau satpam, mau apa kek gitu. Jangan mukul-mukulin orang. Kurang vitamin loh," pungkas Deddy.
(nnz)
Lihat Juga :