Vision+ Rayakan HUT ke-6 Bertema Goes Global, Siap Ekspansi ke Pasar Internasional
Kamis, 29 Januari 2026 - 20:21 WIB
loading...
Deputy CEO Vision+ Clarissa Tanoesoedibjo pada perayaan HUT ke-6 Vision+ dengan mengusung tema Goes Global. Foto/Aziz Indra.
A
A
A
JAKARTA - Platform over-the-top (OTT) Vision+ merayakan hari ulang tahunnya yang ke-6 dengan mengusung tema “Goes Global”. Menginjak tahun ke-6 sekaligus menjadi momentum bagi Vision+ untuk menegaskan arah bisnis ke depan menuju pasar internasional di tengah ketatnya persaingan industri media digital.
Deputy CEO Vision+ Clarissa Tanoesoedibjo menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan Vision+ hingga memasuki usia enam tahun. Clarissa mengatakan, enam tahun bukan sekedar angka melainkan bukti kemampuan Vision+ terus berkembang.
Baca juga: Persaingan Bintang Padel Dunia di Generali Hexagon Cup 2026, Live di VISION+
“Enam tahun ini mungkin terdengar singkat, tapi di dunia teknologi dan media, ini sudah cukup lama untuk membuktikan bahwa perjalanan Vision+ bukan sebuah kebetulan,” ujar Clarissa pada Kamis (29/1/2026).
Vision+ dinilai mampu menunjukkan konsistensi pertumbuhan, termasuk bersaing dengan berbagai platform OTT lain, baik lokal maupun global selama enam tahun terakhir. Bahkan Vision+ juga mulai memasuki peluang yang lebih luas di pasar global.
Tema Goes Global yang diusung di ulang tahun ke-6 Vision+ ini juga disebut selaras dengan arahan Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, agar Vision+ berani keluar dari zona nyaman dan melihat potensi pasar di luar Indonesia. Selama ini, Vision+ sebenarnya telah menjangkau penonton di sejumlah negara terutama melalui promosi kepada diaspora Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai belahan dunia.
Baca juga: ASEAN Club Championship Shopee Cup 2025/26 Kembali Bergulir, Saksikan Live di VISION+
Namun Vision+ mengakui belum merancang model bisnis OTT yang dapat beroperasi lintas negara secara terintegrasi. Oleh karena itu, pada 2026 mendatang, Vision+ mulai mempersiapkan strategi multi-market operation, yakni model bisnis yang memungkinkan platform ini hadir dan bersaing di beberapa negara sekaligus.
“Kita sudah hadir di Malaysia dan beberapa negara lain secara organik, tapi ke depan kami ingin merancang sebuah OTT dengan model bisnis yang memang siap beroperasi di banyak negara,” tambah Clarissa.
Dalam kesempatan itu, Clarissa Tanoe juga menekankan prinsip "working smarter not harder" bagi timnya. Ia menekankan pentingnya keterbukaan untuk memanfaatkan teknologi seperti AI.
Menurutnya, jika tidak memanfaatkan teknologi yang ada saat ini, perusahaan justru bisa tertinggal. Untuk itu diperlukan open-mindedness, baik secara sikap maupun pola pikir dalam mengadopsi teknologi yang tersedia.
Deputy CEO Vision+ Clarissa Tanoesoedibjo menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan Vision+ hingga memasuki usia enam tahun. Clarissa mengatakan, enam tahun bukan sekedar angka melainkan bukti kemampuan Vision+ terus berkembang.
Baca juga: Persaingan Bintang Padel Dunia di Generali Hexagon Cup 2026, Live di VISION+
“Enam tahun ini mungkin terdengar singkat, tapi di dunia teknologi dan media, ini sudah cukup lama untuk membuktikan bahwa perjalanan Vision+ bukan sebuah kebetulan,” ujar Clarissa pada Kamis (29/1/2026).
Vision+ dinilai mampu menunjukkan konsistensi pertumbuhan, termasuk bersaing dengan berbagai platform OTT lain, baik lokal maupun global selama enam tahun terakhir. Bahkan Vision+ juga mulai memasuki peluang yang lebih luas di pasar global.
Tema Goes Global yang diusung di ulang tahun ke-6 Vision+ ini juga disebut selaras dengan arahan Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, agar Vision+ berani keluar dari zona nyaman dan melihat potensi pasar di luar Indonesia. Selama ini, Vision+ sebenarnya telah menjangkau penonton di sejumlah negara terutama melalui promosi kepada diaspora Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai belahan dunia.
Baca juga: ASEAN Club Championship Shopee Cup 2025/26 Kembali Bergulir, Saksikan Live di VISION+
Namun Vision+ mengakui belum merancang model bisnis OTT yang dapat beroperasi lintas negara secara terintegrasi. Oleh karena itu, pada 2026 mendatang, Vision+ mulai mempersiapkan strategi multi-market operation, yakni model bisnis yang memungkinkan platform ini hadir dan bersaing di beberapa negara sekaligus.
“Kita sudah hadir di Malaysia dan beberapa negara lain secara organik, tapi ke depan kami ingin merancang sebuah OTT dengan model bisnis yang memang siap beroperasi di banyak negara,” tambah Clarissa.
Dalam kesempatan itu, Clarissa Tanoe juga menekankan prinsip "working smarter not harder" bagi timnya. Ia menekankan pentingnya keterbukaan untuk memanfaatkan teknologi seperti AI.
Menurutnya, jika tidak memanfaatkan teknologi yang ada saat ini, perusahaan justru bisa tertinggal. Untuk itu diperlukan open-mindedness, baik secara sikap maupun pola pikir dalam mengadopsi teknologi yang tersedia.
(nnz)
Lihat Juga :