Vision+ Ulang Tahun ke-6, Hary Tanoesoedibjo Soroti Pentingnya AI dalam Industri Media Digital
Kamis, 29 Januari 2026 - 21:30 WIB
loading...
Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menilai, dunia media dan teknologi adalah industri yang berubah sangat cepat. Foto/Aziz Indra.
A
A
A
JAKARTA - Adaptasi teknologi dinilai menjadi hal penting di tengah persaingan industri di era digital saat ini. Begitu pula yang harus dilakukan platform over-the-top (OTT) Vision+ .
Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menilai, dunia media dan teknologi adalah industri yang berubah sangat cepat. Untuk itu perusahaan tidak bisa berpegang pada satu model bisnis dan harus terus berinovasi agar dapat bertahan bahkan berkembang.
Baca juga: Vision+ Rayakan HUT ke-6 Bertema Goes Global, Siap Ekspansi ke Pasar Internasional
Hary Tanoe mencontohkan saat syuting adegan-adegan ekstrem yang tidak memungkinkan memakai live action. Mengingat biaya yang digelontorkan untuk live action terlalu besar, sehingga di situlah kombinasi dengan AI diperlukan.
"Saya setuju dengan Bu Clarissa untuk dikombinasi dengan AI. Karena kalau micro-drama itu speed. Tapi budget-nya nggak boleh tinggi-tinggi karena ARPU nggak bisa mahal-mahal, ya kan? Sehingga adegan-adegan yang ekstrem, misalnya orang nyemplung jurang, tabrakan, itu nggak mungkin pakai live action. Nggak mungkin, mahal, waktu," jelasnya.
Baca juga: Suami Diam-Diam Nikah, Istri Siri Jadi Dalang Hancurnya Pernikahan di Microdrama Terbaru VISION+
Ia menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman bagi industri media, melainkan alat yang dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan jika digunakan secara tepat. Justru perusahaan yang menolak atau lambat mengadopsi teknologilah yang malah bisa tertinggal.
Sebagai informasi, platform over-the-top (OTT) Vision+ merayakan hari ulang tahunnya yang ke-6 dengan mengusung tema “Goes Global”. Menginjak tahun ke-6 sekaligus menjadi momentum bagi Vision+ untuk menegaskan arah bisnis ke depan menuju pasar internasional di tengah ketatnya persaingan industri media digital.
Deputy CEO Vision+ Clarissa Tanoesoedibjo menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan Vision+ hingga memasuki usia enam tahun. Clarissa mengatakan, enam tahun bukan sekedar angka melainkan bukti kemampuan Vision+ terus berkembang.
Vision+ dinilai mampu menunjukkan konsistensi pertumbuhan, termasuk bersaing dengan berbagai platform OTT lain, baik lokal maupun global selama enam tahun terakhir. Bahkan Vision+ juga mulai memasuki peluang yang lebih luas di pasar global.
Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menilai, dunia media dan teknologi adalah industri yang berubah sangat cepat. Untuk itu perusahaan tidak bisa berpegang pada satu model bisnis dan harus terus berinovasi agar dapat bertahan bahkan berkembang.
Baca juga: Vision+ Rayakan HUT ke-6 Bertema Goes Global, Siap Ekspansi ke Pasar Internasional
Hary Tanoe mencontohkan saat syuting adegan-adegan ekstrem yang tidak memungkinkan memakai live action. Mengingat biaya yang digelontorkan untuk live action terlalu besar, sehingga di situlah kombinasi dengan AI diperlukan.
"Saya setuju dengan Bu Clarissa untuk dikombinasi dengan AI. Karena kalau micro-drama itu speed. Tapi budget-nya nggak boleh tinggi-tinggi karena ARPU nggak bisa mahal-mahal, ya kan? Sehingga adegan-adegan yang ekstrem, misalnya orang nyemplung jurang, tabrakan, itu nggak mungkin pakai live action. Nggak mungkin, mahal, waktu," jelasnya.
Baca juga: Suami Diam-Diam Nikah, Istri Siri Jadi Dalang Hancurnya Pernikahan di Microdrama Terbaru VISION+
Ia menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman bagi industri media, melainkan alat yang dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan jika digunakan secara tepat. Justru perusahaan yang menolak atau lambat mengadopsi teknologilah yang malah bisa tertinggal.
Sebagai informasi, platform over-the-top (OTT) Vision+ merayakan hari ulang tahunnya yang ke-6 dengan mengusung tema “Goes Global”. Menginjak tahun ke-6 sekaligus menjadi momentum bagi Vision+ untuk menegaskan arah bisnis ke depan menuju pasar internasional di tengah ketatnya persaingan industri media digital.
Deputy CEO Vision+ Clarissa Tanoesoedibjo menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan Vision+ hingga memasuki usia enam tahun. Clarissa mengatakan, enam tahun bukan sekedar angka melainkan bukti kemampuan Vision+ terus berkembang.
Vision+ dinilai mampu menunjukkan konsistensi pertumbuhan, termasuk bersaing dengan berbagai platform OTT lain, baik lokal maupun global selama enam tahun terakhir. Bahkan Vision+ juga mulai memasuki peluang yang lebih luas di pasar global.
(nnz)
Lihat Juga :