Waspada! Ini 5 Penyakit yang Sering Muncul saat Banjir
Jum'at, 30 Januari 2026 - 08:30 WIB
loading...
Demam berdarah adalah salah satu penyakit yang rawan muncul saat musim hujan dan banjir. Foto: Pediatric center
A
A
A
JAKARTA - Banjir menerjang sejumlah wilayah di Jabodetabek imbas hujan deras yang melanda sejak beberapa hari lalu. Momen ini membuat sejumlah ruas jalan dan wilayah pemukiman tergenang air dengab ketinggian yang beragam.
Banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan dan kerugian materi, tetapi juga menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Air banjir yang tercemar lumpur, sampah, dan kotoran menjadi media penyebaran penyakit.
Baca Juga : Musim Hujan, Kemenkes Imbau Bahaya Kencing Tikus di Genangan Banjir
Berikut lima penyakit yang sering muncul saat banjir dan perlu diwaspadai, dirangkum iNews Media Group, Selasa (27/1/2026).
1. Diare
Diare merupakan penyakit yang paling umum terjadi saat banjir. Air bersih biasanya tercemar oleh bakteri, virus, atau parasit dari limbah dan kotoran. Mengonsumsi air atau makanan yang tidak higienis dapat menyebabkan diare, muntah, dan dehidrasi, terutama pada anak-anak dan lansia.
2. Leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang berasal dari urine tikus. Bakteri ini masuk ke tubuh melalui luka terbuka atau kulit yang terendam air banjir. Gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan pada kasus berat dapat menyebabkan gagal ginjal.
Baca Juga : Waspada Musim Hujan, Ini 5 Penyakit yang Kerap Mengintai Masyarakat
3. Penyakit Kulit
Penyakit kulit juga berisiko di musim hujan. Kontak langsung dengan air banjir dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit kulit seperti gatal-gatal, infeksi jamur, dan dermatitis. Air banjir yang kotor mengandung banyak kuman dan bahan kimia berbahaya yang merusak kulit.
4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Lingkungan yang lembap, dingin, dan penuh polusi selama banjir dapat memicu ISPA . Penyakit ini ditandai dengan batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sesak napas. Anak-anak dan orang tua lebih rentan terkena ISPA.
5. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Setelah banjir surut, genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini dapat menularkan virus dengue yang menyebabkan demam berdarah, dengan gejala demam tinggi, nyeri sendi, dan muncul bintik merah pada kulit.
Banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan dan kerugian materi, tetapi juga menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Air banjir yang tercemar lumpur, sampah, dan kotoran menjadi media penyebaran penyakit.
Baca Juga : Musim Hujan, Kemenkes Imbau Bahaya Kencing Tikus di Genangan Banjir
Berikut lima penyakit yang sering muncul saat banjir dan perlu diwaspadai, dirangkum iNews Media Group, Selasa (27/1/2026).
1. Diare
Diare merupakan penyakit yang paling umum terjadi saat banjir. Air bersih biasanya tercemar oleh bakteri, virus, atau parasit dari limbah dan kotoran. Mengonsumsi air atau makanan yang tidak higienis dapat menyebabkan diare, muntah, dan dehidrasi, terutama pada anak-anak dan lansia.
2. Leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang berasal dari urine tikus. Bakteri ini masuk ke tubuh melalui luka terbuka atau kulit yang terendam air banjir. Gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan pada kasus berat dapat menyebabkan gagal ginjal.
Baca Juga : Waspada Musim Hujan, Ini 5 Penyakit yang Kerap Mengintai Masyarakat
3. Penyakit Kulit
Penyakit kulit juga berisiko di musim hujan. Kontak langsung dengan air banjir dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit kulit seperti gatal-gatal, infeksi jamur, dan dermatitis. Air banjir yang kotor mengandung banyak kuman dan bahan kimia berbahaya yang merusak kulit.
4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Lingkungan yang lembap, dingin, dan penuh polusi selama banjir dapat memicu ISPA . Penyakit ini ditandai dengan batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sesak napas. Anak-anak dan orang tua lebih rentan terkena ISPA.
5. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Setelah banjir surut, genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini dapat menularkan virus dengue yang menyebabkan demam berdarah, dengan gejala demam tinggi, nyeri sendi, dan muncul bintik merah pada kulit.
(wur)
Lihat Juga :