James Cameron Mantap Pindah ke Selandia Baru, Kecewa Berat dengan Kondisi Amerika Serikat
Jum'at, 30 Januari 2026 - 12:17 WIB
loading...
James Cameron. Foto: Deadline
A
A
A
JAKARTA - Sutradara James Cameron telah mantap dan memutuskan meninggalkan Amerika Serikat (AS) secara permanen dan memilih menetap di Selandia Baru. Peraih tiga Oscar ini mengungkapkan bahwa ia akan memperoleh kewarganeraan Selandia Baru pada Awal Februari.
Kerusakan yang sistemik di Amerika menjadi alasan kepindahannya. “Saya melihat adanya pergeseran dari segala hal yang baik,” katanya dikutip Deadline.
“Amerika tidak memiliki pendirian jika tidak menjunjung tinggi nilai-nilai yang selama ini dianutnya. Amerika menjadi sebuah gagasan kosong, dan saya pikir mereka sedang mengosongkannya secepat mungkin demi keuntungan mereka sendiri,” tambahnya.
Baca Juga : James Cameron Haramkan AI di Avatar 3, Tegaskan Emosi Manusia Tak Bisa Diganti Mesin
Pandemi COVID-19 menjadi pemicu utama perubahan cara pandang Cameron. Baginya, masa pandemi memperlihatkan keretakan mendalam dalam masyarakat Amerika.
Cameron mengaku miris melihat bagaimana sains menjadi isu politik dan masyarakat yang terpecah belah.
"Pandemi adalah ujian besar bagi karakter sebuah bangsa, dan saya merasa sangat kecewa melihat bagaimana Amerika menanggapinya. Melihat orang-orang bertengkar tentang masker dan vaksin di saat nyawa terancam membuat saya sadar bahwa ada sesuatu yang sangat salah dalam tatanan sosial di sana," ujar Cameron dilansir dari The Guardian.
Kerusakan yang sistemik di Amerika menjadi alasan kepindahannya. “Saya melihat adanya pergeseran dari segala hal yang baik,” katanya dikutip Deadline.
“Amerika tidak memiliki pendirian jika tidak menjunjung tinggi nilai-nilai yang selama ini dianutnya. Amerika menjadi sebuah gagasan kosong, dan saya pikir mereka sedang mengosongkannya secepat mungkin demi keuntungan mereka sendiri,” tambahnya.
Baca Juga : James Cameron Haramkan AI di Avatar 3, Tegaskan Emosi Manusia Tak Bisa Diganti Mesin
Pandemi COVID-19 menjadi pemicu utama perubahan cara pandang Cameron. Baginya, masa pandemi memperlihatkan keretakan mendalam dalam masyarakat Amerika.
Cameron mengaku miris melihat bagaimana sains menjadi isu politik dan masyarakat yang terpecah belah.
"Pandemi adalah ujian besar bagi karakter sebuah bangsa, dan saya merasa sangat kecewa melihat bagaimana Amerika menanggapinya. Melihat orang-orang bertengkar tentang masker dan vaksin di saat nyawa terancam membuat saya sadar bahwa ada sesuatu yang sangat salah dalam tatanan sosial di sana," ujar Cameron dilansir dari The Guardian.
Lihat Juga :