Penjualan Tiket Melempem, Dokumenter Melania Trump Gagal Menarik Penonton Inggris
Jum'at, 30 Januari 2026 - 18:17 WIB
loading...
A
A
A
Film Melania mendokumentasikan 20 hari menjelang kembalinya Donald Trump ke panggung kekuasaan pada Januari 2025. Film ini telah diputar secara eksklusif di Gedung Putih dan dijadwalkan menggelar pemutaran resmi di Kennedy Center, Washington, sebelum dirilis di 27 negara.
Meski proyeksi pendapatan domestik AS sempat direvisi naik hingga 5 juta dolar AS untuk akhir pekan pembuka, prospek pasar Inggris masih sulit diprediksi. Dengan skala rilis yang sangat luas—jauh melampaui rata-rata dokumenter—angka pendapatan per layar berpotensi menjadi sorotan negatif jika minat penonton tidak meningkat.
Sebagai perbandingan, dokumenter Prime Minister tentang Jacinda Ardern hanya meraih £33.000 pada akhir pekan pembuka di Inggris, sementara Becoming Victoria Wood mencatat £21.000 pada debutnya awal tahun ini.
Di tengah sepinya penjualan tiket, Donald Trump justru mempromosikan film tersebut melalui media sosial dengan klaim bahwa tiket “terjual habis dengan cepat”. Melania Trump sendiri bertindak sebagai produser eksekutif dan disebut memiliki kendali kreatif signifikan, mulai dari penyuntingan hingga strategi promosi global.
Dokumenter ini juga menandai kembalinya sutradara Brett Ratner ke industri film setelah bertahun-tahun absen. Meski sempat menuai kontroversi di masa lalu, Ratner kembali aktif menyutradarai proyek besar, termasuk rencana lanjutan waralaba Rush Hour.
Meski proyeksi pendapatan domestik AS sempat direvisi naik hingga 5 juta dolar AS untuk akhir pekan pembuka, prospek pasar Inggris masih sulit diprediksi. Dengan skala rilis yang sangat luas—jauh melampaui rata-rata dokumenter—angka pendapatan per layar berpotensi menjadi sorotan negatif jika minat penonton tidak meningkat.
Sebagai perbandingan, dokumenter Prime Minister tentang Jacinda Ardern hanya meraih £33.000 pada akhir pekan pembuka di Inggris, sementara Becoming Victoria Wood mencatat £21.000 pada debutnya awal tahun ini.
Di tengah sepinya penjualan tiket, Donald Trump justru mempromosikan film tersebut melalui media sosial dengan klaim bahwa tiket “terjual habis dengan cepat”. Melania Trump sendiri bertindak sebagai produser eksekutif dan disebut memiliki kendali kreatif signifikan, mulai dari penyuntingan hingga strategi promosi global.
Dokumenter ini juga menandai kembalinya sutradara Brett Ratner ke industri film setelah bertahun-tahun absen. Meski sempat menuai kontroversi di masa lalu, Ratner kembali aktif menyutradarai proyek besar, termasuk rencana lanjutan waralaba Rush Hour.
(nnz)
Lihat Juga :